
Diana tidak berhenti nya tersenyum selama mereka menikmati makan malam nya di pinggir pantai itu, dan itu membuat Albert juga merasakan hal yang sama meski dia sedikit gelisah saat ini, saat sampai di sini tadi, Albert lupa belum mengabari istri pertama nya itu, dan itu membuat nya merasa bersalah.
Diana menyadari apa yang di rasakan suami nya pun tidak lagi bisa menahan diri nya lagi
"Ada apa hubby?" tanya Diana yang kini memegang tangan suaminya itu.
"Eeehh kenapa sayang" ucap Albert yang dengan refleks nya memanggil Maria karena sedari tadi yang ada di kepala nya hanya Maria.
"Apa kamu merindukan kakak, hubby?" tanya Diana lagi.
"Aahh tidak honey, maaf aku sedikit melamun, ayo makan lagi"
Diana menggeleng, dia tahu kalau suaminya itu sedang memikirkan salah satu istri yang lain.
"Kenapa tidak mau jujur, apa sebegitu tidak percaya nya pada ku hingga hubby memilih untuk membohongi diri sendiri?"
"Bukan seperti itu, aku hanya tidak ingin kamu bersedih karena aku memikirkan Maria yang belum aku kabari sejak kita turun dari pesawat tadi"
"Aaahh, kenapa menggigit ku"
"Masih bertanya kenapa aku menggigit mu heem"
"Sana kabari dulu kakak, pasti dia sangat khawatir, kamu ini tidak pengertian sekali, apa kamu juga akan melupakan aku saat bersama kak Maria nanti" Rajuk nya.
"Bukan begitu honey, hanya saja----"
"Jangan banyak alasan, cepat kabari saat ini juga, atau aku tidak akan membukakan jalan masuk untuk mu"
"Oke, oke aku hubungi kakak mu sekarang, tapi kamu betul tidak apa"
Diana hanya tidak menjawab hanya melengos pada suami nya itu.
Cup.
"Jangan marah, atau aku akan mengamuk nanti, dan aku tidak bisa menjamin kamu bisa bangun esok hari"
Blush.
Pipi Diana memerah saat suami nya itu terus saja menggoda nya, padahal buka sekali dua kali nya dia di perlakukan seperti itu oleh suaminya, tapi tetep saja dia merasa gugup dan salah tingkah pada suami yang kini berjalan sedikit menjauh dari tempat duduknya.
Tut.
"Hallo"
"Apa kamu sejak tadi menunggu panggilan dari ku?" tanya Albert saat satu kali dering sudah terlihat wajah istri pertama nya memenuhi layar ponsel nya.
"Bisa iya bisa tidak" jawab Maria enteng.
__ADS_1
"Kenapa begitu, sudah tidak merindukan ku lagi kah?"
Maria yang mendengarnya memutar bola mata malas nya, suami nya itu sedang bersenang-senang, lalu apa gunanya dia merindukan seseorang yang sedang memadu kasih bersama istri mudanya.
"Hey, jawab aku sayang, aku kamu tidak mencintai ku lagi tidak merindukan aku"
"Memangnya kalau aku bilang aku merindukan mu, apa kamu akan pulang saat ini juga, tidak kan, lalu apa gunanya semua itu"
"Kenapa harus begitu, aku tetap saja suami mu sampai kapan pun"
"Iya aku merindukan mu, aku mencintai mu dan aku ingin kamu tiduri saat ini, puas" ucap Maria tanpa melihat ke arah kamera nya.
"Apa yang lebih menarik perhatian mu sampai tidak memandang ku saat aku hubungi"
"Kamu itu kenapa sih, belum di manjakan oleh istri muda mu kah, jadi cerewet sekali"
"Aku di sini terus memikirkan mu, tapi sepertinya kamu sama sekali tidak memikirkan aku" ucap Albert dengan lesu, di sana memang ada Diana tapi masih saja serasa ada yang kurang tanpa Maria di sisinya.
Maria yang mendengar itu pun menghelakan nafas nya, biar bagaimanapun Albert tetap lah Albert yang akan merengek ini dan itu pada nya meski ada Diana di samping nya, suaminya itu masih sangat ketergantungan pada nya meski beristri dua.
Bukan Albert yang tidak adil pada kedua istrinya, tapi Maria tetap menempati urutan pertama yang bertahta di hati nya.
"Sayang dengarkan aku, aku bukan tidak mencintaimu lagi atau aku tidak merindukanmu, sungguh semua yang aku miliki adalah milik mu, jadi Jangan katakan itu lagi, bisa?" bujuk Maria pada suami nya.
"Sekarang nikmati honeymoon mu sayang, aku baik-baik saja dan menunggu mu pulang, aku merindukan Lancau milik mu"
"Terimakasih pengertian mu sayang, aku akan segera pulang dan memeluk mu lagi"
"Hubungi aku jika ada apa-apa, jangan pergi kemana pun sendirian"
"Aku mengerti dan aku paham, itu kalimat yang sudah sering aku dengar sejak kita menikah dulu"
"ya sudah aku tutup ya"
"Heem"
"l Love you sayang"
"heeemm"
"Kenapa tidak menjawab nya"
Albert yang tadi nya merasa kesal karena ucapan cinta nya tidak di jawab pun kini tersenyum saat melihat wanita itu tertidur sambil memeluk kemeja yang kemarin dia gunakan, di sana malam telah larut, jadi Maria dengan mudah nya terlelap dalam tidur nya.
Itu sudah menjadi kebiasaan Maria yang akan tidur sambil memeluk baju bekas pakai nya, dia akan merasa di pelukan nya sepanjang malam hanya dengan baju itu.
Bahkan kadang di hanya memakai kemeja milik nya itu saat di tidur.
Albert menutup panggilan nya saat Maria sudah tertidur pulas, kini dia menghampiri Diana yang sedang menikmati makanan penutup.
__ADS_1
"Jangan terlalu kenyang honey, setengah ronde saja nanti, kamu akan mengantuk dan aku tidak ingin bermain sendirian"
Uhuk-uhuk.
Diana yang mendengar ucapan suaminya itu langsung tersedak, bagaimana tidak tahu malunya suaminya itu membahas sesuatu yang tabu di tempat terbuka seperti ini.
"Pelan kan suara mu hubby, malu di dengar oleh orang lain"
"Sudah ayo kita kembali saja, sudah cukup waktu mu beristirahat dan sekarang kita harus bekerja sama untuk....."
Seeeerrrr....
"Kondisi tangan mu hubby ini di mana"
"Aku tidak peduli"
Grep.
"Aahhh, turun kan aku hubby"
"Eeeemmmmppp"
Albert tidak menggubris perkataan Diana dia terus berjalan ke kamar hotel, Diana terus menatap wajah tampan suami nya itu dari gendongan nya, membuat nya semakin jatuh pada pesona sahabat mama nya itu.
"Kenapa? ada yang salah dengan wajah ku"
"Tidak ada, Om Al tampan sekali" ucap Diana malu-malu.
"Kamu memang nakal Diana, bisa-bisanya kamu menjerat ku dengan cinta mu"
"Biarkan saja, yang penting aku tidak merusak rumah tangga mu"
Cup.
"Jangan memancing ku, ini masih cukup jauh dari kamar kita, atau mungkin kamu ingin melakukan sesuatu yang ekstrim di sini"
"Tidak"
"Jadi lah anak baik, kalau tidak ingin berakhir di sini"
Diana mengangguk dia hanya diam sambil terus memandangi wajah suaminya dengan erjapan lucu nya.
"Buka pintu honey"
Diana pun membuka pintu kamar nya, dia tertegun melihat kamar yang tadi biasa saja kini telah di sulap dengan cantik.
Lantai kamar nya itu penuh dengan kelopak bunga mawar yang di tata sedemikian rupa cantiknya dengan berbagai hiasan yang sungguh indah di pandang nya.
__ADS_1
Begitu juga dengan rangkaian mawar merah berukuran besar di sana, dia berjalan menuju tempat tidur nya di sana juga sudah baju dinas malam nya yang juga sudah di persiapkan untuk nya.
"Pakailah honey, aku ingin melihat kamu memakainya"