Aku Madu Sahabat Mama

Aku Madu Sahabat Mama
Tak berkutik


__ADS_3

Semua orang tampak terkejut dengan apa yang mereka dengar, anak-anak nya mengatakan bahwa mereka sama-sama mencintai orang lain, lalu kedekatan yang selama ini mereka tunjukkan ini, harus di sebut apa?.


Bahkan kedua nya sama-sama khawatir satu sama lain saat di antara mereka ada yang sedang sakit ataupun gagal meraih apa yang di inginkan, sama-sama mendukung satu sama lain.


Tapi saat ini kenapa mereka mengatakan bahwa mereka tidak saling mencintai, apa ini hanya sebuah lelucon yang tengah mereka jalankan, atau hanya ingin.....????


Atau mereka malu saat di hadapan dengan mereka semua yang seakan mendukung persatuan mereka, tapi bukan kah ini langkah yang baik jika mereka memang sama-sama mencintai, tapi kenapa mereka menolak nya.


Tunggu tadi mereka, mengatakan bahwa mereka mencintai orang lain, dan siapa orang itu???, bahkan dalam keadaan seperti ini pun mereka masih sangat kompak menolak perjodohan ini.


Mungkin kah mereka mereka menutupi perasaan yang ada, karena takut cintanya bertepuk sebelah tangan.

__ADS_1


Albert memecah keheningan yang terjadi cukup lama di sana.


"Siapa orang yang kalian cinta, katakan?"


"Iya, kita bisa saja membatalkan perjodohan ini jika kalian saat ini juga membawa orang yang kalian sebutkan tadi!" timpal Geffrey.


Diana terkesiap di sana, dia bingung dan tidak tahu harus berbuat apa?, lantaran orang yang di cintai itu ada di sini, di antara mereka, tapi tidak mungkin dia akan menunjukkan bahwa dia lah orang yang telah mengisi hari-harinya.


Dan Kelvin dia juga diam seribu bahasa, dia mencintai orang yang usianya lebih tua dari nya, mungkin lebih muda dua atau tiga tahun dari sang Mama.


Ingin sekali dia melayangkan tinjuan lada pemuda yang duduk di seberangnya itu, yang kini juga tengah menatap kearah nya, kalau saja dia bukan anak dari sahabat nya bisa di pastikan bahwa dia akan melakukan apa yang terlintas di kepalanya.

__ADS_1


Tapi sialnya dia adalah anak dari sahabat nya yang sudah dia anggap sebagai anak kandungnya sendiri, sungguh Geffrey sangat luar biasa bisa menerima penolakan dan juga penghinaan itu.


Ayah mana yang tidak marah saat mengetahui bahwa anak yang begitu dia sayang i segenap jiwa nya itu telah di noda i oleh orang yang begitu dia percaya untuk menjaga nya.


Dia juga tahu bahwa kalimat 'di sentuh' belum sampai ke arah yang jauh, tapi bagaimana pun seorang ayah tidak akan rela anak nya di perlakukan seperti itu.


"Kenapa kalian diam saja?" suara lembut dari Agatha terdengar di sana.


"Kita bisa mempertimbangkan lagi jika orang yang kalian cintai itu lebih baik dari jodoh yang kami siapkan!" lanjut Agatha.


"Apa yang kau katakan Tha, putra ku tidak boleh menjadi pengecut seperti itu, bagaimana kau dengan rela begitu saja putri mu di sentuh tanpa pertanggungjawaban" suara dengan nada tinggi keluar dari mulut Albert.

__ADS_1


"Aku setuju dengan pendapat suami ku Tha, dia berani berbuat harus berani bertanggungjawab, kita tidak tahu kan sejauh apa putraku menyentuh putri mu itu!"


"Tidak---


__ADS_2