
Pagi ini mereka semua di buat kesal karena harus menunggu dua orang yang sejak tadi tidak kelihatan batang hidungnya, ini sudah jam sembilan pagi, waktu sarapan sudah terlewat begitu saja.
"Kemana suami mu itu Di?" tanya Stevani sambil menyuapkan potong kecil waffle pada putranya itu.
"Mungkin masih tidur!" jawab nya santai
"Ini sudah jam berapa, kenapa dia tidak turun juga?"
"Sabarlah Pa, sebenarnya lagi juga turun!" jawab Diana seperti tidak terjadi apa-apa kemarin, dia bersikap biasa saja, dan itu membuat semua orang bisa bernafas lega sekaligus khawatir.
Benar saja apa yang di katakan Diana, orang yang mereka tunggu, keluar dari lift khusus itu, dan menghampiri semua yang ada di sana.
"Apa saja yang kalian lakukan, aku bisa mati kelaparan karena menunggu kalian!"
"Lihatlah cucu ku, dia yang kelaparan karena menunggu kalian!" lanjut Agatha dengan kesal nya.
"Maafkan aku Tha, aku lelah sekali jadi aku bangun terlambat!" jawab Maria membela dirinya.
"Sudah lah, aku lapar, apa aku boleh makan sekarang?" ucap Diana dengan wajah cemberut nya.
"Makan yang banyak Sayang, sejak kemarin kamu seperti nya belum makan!" seru Maria sambil memberikan satu piring menu sarapan favorit Diana.
Dia bersikap seperti bisa, seperti apa yang di katakan Albert saat mereka selesai dengan kegiatan panas nya.
Pillow talk sebelum tidur selalu mereka lakukan untuk menjaga keharmonisan rumah tangga mereka, dan mereka sepakat untuk menjalani semua seperti sebelum-sebelumnya.
Mereka tidak ingin pernikahan tanpa sengaja ini membuat hubungan persahabatan Mereka hancur, mereka tidak mau lagi menerka-nerka apa yang akan terjadi nanti nya.
tinggal mereka membicarakan semuanya saat situasi nya tepat itu saja.
Albert menatap pada Diana yang kini juga menatap ke arah nya, dengan senyum seperti biasa yang selalu menghiasi bibirnya.
sedangkan Geffrey dia menatap semua orang yang bertingkah laku seperti biasa, seperti tidak terjadi apa pun kemarin, mereka bersikap seperti biasa.
Apa yang telah dia lewatkan, apa yang tidak dia ketahui, Geffrey menatap tanpa ekspresi pada Albert, dia sudah seperti seorang polisi yang ingin mengintrogasi penjahat kelas kakap saja.
Dan itu di sadari oleh Albert yang sedang menyuapkan makanan nya,
"Makan lah dengan baik papa mertua, aku tahu aku tampan tapi jangan menatapku seperti buronan!"
Uhuk-uhuk
Geffrey tersedak makanan yang baru saja masuk ke dalam mulut nya, dia menatap sinis pada sahabat itu, licin sekali mulut nya itu menyebutkan bahwa dia adalah mertua nya.
Tidakkah itu sangat menggelikan untuk semua orang yang menderita nya, Albert seperti pedofil yang menyukai anak di bawah umur, eehh tunggu. bukan di bawah umur bukan kah Diana sudah masuk usia menikah untuk ukuran wanita.
__ADS_1
"Aku tidak akan menganggap mu menantu di keluarga ku!"
"Cepat makan atau kalian lanjutkan saja perdebatan kalian ini, dan kita semua akan mati karena kelaparan!" ucap Agatha di sana.
Semua orang langsung terdiam saat mendengar ucapan dari Agatha, kini mereka makan dengan khidmat tanpa ada satu pun suara di sana, hanya sesekali ocehan khas bayi yang keluar dari mulut Darren.
selebihnya hanya denting sendok dan garpu yang tertangkap oleh indera pendengaran.
Tak butuh waktu yang lama, akhirnya acara sarapan yang kesiangan itu akhirnya selesai, kini mereka saling menatap satu sama lain, seperti ada sesuatu yang penting ingin mereka sampaikan.
Dan Geffrey lah yang membuka pembicaraan serius untuk pertama kali nya, mengingat mereka ada di ruang makan VVIP di hotel tersebut, jadi tidak ada masalah jika mereka membahas sesuatu yang serius di sini.
"Mau kau bawa kemana pernikahan kedua mu ini Al?" tanya Geffrey tanpa basa-basi lagi, langsung menuju titik masalah.
"Tidak akan ada yang berbeda Grey, semua akan tetap seperti sebelumnya, bukan kah Diana hanya meminta status saja kemarin, dan aku menyanggupi nya!"
Deg.
hati Diana bergemuruh di sana, rasa sakit karena orang yang di cintai nya itu hanya akan memberinya status tanpa kejelasan tentang semua ini.
Tapi dia tetap tersenyum saat semua orang menatap nya, serapat mungkin dia menutupi luka hati nya, dia bertekad akan masuk ke hati Albert secara perlahan tanpa semua orang menyadarinya juga tanpa menyingkirkan Maria dari tahta ratu nya.
"Sampai kapan kau akan menggantung putri ku dengan ketidak jelasan ini Albert!" ucap Geffrey sambil menahan amarahnya, ayah mana yang tidak marah saat putri nya di permainkan seperti itu.
Tapi lagi-lagi dia hanya bisa menahan nya, karena semua yang terjadi hari ini adalah murni kesalahan mereka.
"Bajingan kau Al, aku tidak menyangka kau bisa sepicik itu, setelah apa yang kau lakukan pada putri ku, dengan mudah nya kamu mencampakkan setelah puas menikmati nya!"
Albert menaikkan sebelah alisnya, dia tidak paham dengan apa yang di katakan oleh ibu mertua nya itu.
"Aku menikmati apa? apa kamu pikir akan meniduri putri mu, yang sudah ku anggap sebagai putri ku juga"
"Dengar kan aku baik-baik, aku memang bukan pria baik tapi aku masih bisa menggunakan akal ku untuk tidak merusak putri mu itu, mesti aku berhak atas dirinya"
"Aku akan tetap menjaga kehormatan diri nya sampai dia menemukan pria bisa menggantikan posisi Geffrey dan aku saat menjaga nya!"
"Dan jika saat itu benar-benar terjadi, aku sendiri yang akan mengantarkan nya pada calon suaminya saat dia menikah nanti!"
"Bagaimana kalau kalian nanti nya akan sama-sama jatuh cinta?" tanya Agatha sedang kan Geffrey hanya menatap datar semua, dia merasa paling bersalah di sini.
"Aku masih waras Tha, man mungkin aku jatuh cinta pada putri ku sendiri yang benar saja!"
"Bukan kah, kamu punya kekasih sayang?" tanya Maria sambil mengelus rambut Diana.
Eeehh
__ADS_1
"Buuuukkkaan, pacar Tante hanya teman dekat saja!"
"Kamu bisa menjalin hubungan itu dengan serius jika kamu menyukainya, dan aku tidak akan melarangnya!" ucap
"yang penting kamu harus bisa menjaga diri kamu sendiri, apa lagi kamu wanita bersuami sayang!" sahut Agatha.
"Tapi bagaimana kalau kalian memang di takdir kan berjodoh!"
Pyaaaar.
Semua orang menatap ke arah David, saat gelas yang ada di tangan nya terjatuh saat mendengar ucapan dari Stevani yang duduk di samping nya.
Mereka ini sudah seperti pasangan suami istri saja jika duduk bersanding seperti itu.
"Kamu tidak apa-apa Dav?"
"Ah tidak, aku hanya kaget saja!" jawab David sambil melotot kan matanya pada Stevani yang menatap dengan senyum mengejek pada anak tiri adik nya itu.
"Aku tidak mau lagi mendahului takdir, kita jalani saja semua seperti sebelumnya, aku tidak ingin persahabatan kita hancur karena pernikahan ku dengan Diana!"
"Dan lagi, akan tetap akan memberi nya nafkah secara lahir, dan aku membebaskan nya seperti sebelum pernikahan ini terjadi!" ucapnya sambil menatap Geffrey.
"Bagaimana sayang?" tanya Maria pada madu nya itu.
"Terserah kalian saja, tapi jika aku tidak menemukan pria ku dan Om Al adalah jodoh ku, apakah Tante benar-benar mau membagi suaminya kita?"
"Apa maksudmu?"
"jika aku tidak menemukan jodoh ku lagi, apa Om dan Tante keberatan jika aku meminta nafkah batin!"
Duaaar
Semua orang menatap tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh Diana, dia dengan begitu mudah nya mengatakan sesuatu yang tidak pernah mereka pikirkan sebelumnya.
Pandangan Albert dan Maria bertemu, mereka seakan berbicara melalui matanya, entah mereka berdua juga bingung harus menjawab apa?.
Tidak kah mereka berdua terlalu egois dan hanya mementingkan hasrat mereka saja, ya meskipun apa yang mereka lakukan adalah hal yang wajar dalam kehidupan pernikahan.
Lalu apakah mereka dengan tidak memikirkan Diana yang juga membutuhkan nafkah batin dari suaminya, dia sudah menikah secara sah di mata hukum dan agama.
"Sayang, kita bicara ini nanti, jika saat itu benar-benar terjadi!" ucap Albert pada Diana sambil menggenggam tangan Maria dia bawah sana.
Sungguh kejam kau Albert, secara tidak langsung kamu menolak permintaan istri mu itu, dan itu adalah permintaan pertamanya setelah dia sah menjadi istri mu.
"Aku pegang ucapan mu Al, jika sampai kamu melanggar nya, aku tidak akan segan-segan untuk menghancurkan mu!"
__ADS_1
Eeehh