
"Ma ijinkan aku mengganti Kelvin menikah Diana."
"Apa"
"Kamu sudah gila Albert" teriak Geffrey
"Aku tidak setuju, anak ku kau madu apa kau gila mau menduakan Maria" bentak nya lagi.
"Lalu kamu mau bagaimana lagi kita tidak punya banyak waktu"
"Kalau pernikahan ini gagal reputasi kita semua akan buruk, akan banyak kolega yang akan membatalkan kontrak secara sepihak, pikirkan juga mental anak mu itu" sahut Albert dengan kesal nya.
"Apa maksudmu kenapa dengan mental anak ku dia pasti akan baik saja walau pernikahan ini di batalkan aku sungguh tidak rela jika putriku menikah dengan bajingan sepertimu"
"Jangan lupakan juga bahwa kau juga sama bajingannya dengan ku lalu apa beda nya sialan"
"Cukup" teriak Diana menghentikan perdebatan itu, lalu dia melangkah dengan anggun menuju tempat Maria berada dia duduk bersimpuh disana meminta ijin nya untuk menjadi madu nya dan memberikan restu akan pernikahannya dengan suami tercintanya.
"Tante aku tau ini sangat konyol tapi aku mohon padamu ijinkan aku menjadi madu mu, akkuuuu ingin meminta restu dari Tante untuk menikahi pria yang juga telah menjadi suami Tante" kata Diana menatap mata Maria dengan kedua tangan yang dia taruh di depan dadanya.
"Apa yang kau lakukan Diana?" Kata Papa grey sambil menarik putri nya yang tengah bersimpuh di depan sahabatnya itu.
"Diam pa jangan halangi aku"
"Aku mohon Tante, aku akan tetap sadar diri dengan posisi ku, aku hanya meminta status saja di sini, dan aku hanya percaya pada Om Al, aku janji,aku tidak akan menggeser posisi ratu di hati suami kita nanti nya, aku akan menjadi selir yang mendampingi kalian"
Deg.
Maria terdiam di sana dia seakan tuli dengan pendengaran nya kali ini, bagaimana bisa seorang gadis meminta nya untuk menjadikan dia sebagai madu nya, setelah cukup lama Maria bungkam dengan berat hati nya dia pun berkata.
"Baiklah aku ijinkan kalian menikah" jawab Maria dengan deraian air mata yang mengalir di pipinya.
"Apa yang kau katakan Maria bagaimana bisa kau jadikan putri dari sahabat mu sendiri sebagai madu mu" bentak Agatha
"Astaga dosa apa yang aku lakukan di masa lalu hingga Putri ku yang harus menanggung karma nya"
"Sudah tidak ada waktu lagi kamu harus membuat keputusan Geffrey!"
"Lagi pula Diana juga hanya minta status saja untuk menutupi semua aib ini dan lagi dia hanya mau menikah dengan ku bukan"
"Bagaimana ini Pa?"
__ADS_1
"Pa, restui aku menikah dengan teman mu, kita tidak punya jalan keluar lagi hanya ini!"
"Bagaimana kalau kamu menikah dengan Johan saja?"
"TIDAK"
"Aku tidak setuju Diana menikah dengan nya, dia akan aman bersama ku dari pada dengan player itu, dia memang bagus dalam bekerja tapi tidak dengan kehidupan pribadi nya dan kau tahu itu Grey!"
"Sudah lah biarkan saja mereka menikah!" kata Maria yang mencoba mengikhlaskan suami yang sangat dicintainya itu untuk menikah dengan wanita yang sudah dia anggap sebagai anak nya sendiri itu.
"Kenapa Ria?, kenapa kamu melakukan ini?"
"Tidak ada pilihan lain, ini memang salah kita yang memaksakan kehendak kita,tanpa memikirkan tentang bagaimana perasaan mereka!"
"jadi kita semua yang harus bertanggung jawab terutama aku di sini, maaf kan Tante yang merenggut kebahagiaan mu sayang!" ucapnya sambil memeluk Diana yang kini tengah menangis di pelukannya.
"Bagaimana ma?"
Agatha mengangguk saat mendapatkan pertanyaan dari suami nya itu.
"Akan lebih aman jika Diana menikah dengan Albert dari pada Johan!" lanjut Agatha
Geffrey menhelakan nafas nya dia benar harus mengambil keputusan terbesar di sini.
"Aku tidak tahu apa yang akan terjadi setelah nya tapi kamu bisa mengembalikan pada ku jika kamu tidak lagi bisa berbuat adil"
"Dan kamu Maria aku minta maaf untuk semua nya, aku tahu kamu berat mengambil keputusan untuk mau berbagi suami dengan putri ku!"
"Tapi seperti yang kamu katakan tadi bahwa kita tidak punya pilihan lain!"
"Terimakasih pa!"
Geffrey pun memeluk putrinya itu, sudut mata nya mengeluarkan sedikit air mata di sana, kenapa nasib anak nya begitu sangat memilukan, dia menyaksikan sendiri bagaimana putri nya itu di tinggalkan oleh calon suaminya tepat dia haru pernikahan nya.
Akhirnya mereka pun keluar dari ruangan tersebut menuju Altar pernikahan, dimana Albert langsung berjalan bersama Maria dan berdiri tepat di hadapan pembuka agama yang akan menikahkan suami nya itu.
"Maaf kan aku, tidak akan ada yang berubah setelah ini!" kata Albert sambil menyatukan kening nya dengan kedua tangan menangkup kedua pipi istri yang telah menemani nya selama tiga puluh tahun itu.
Maria hanya mengangguk dengan deraian air mata yang terus mengalir di pipinya.
"Aku harap kamu tidak melupakan aku setelah ini, berjanjilah untuk selalu adil nanti nya!"
__ADS_1
"Aku janji!" jawab nya lagi sambil mencium bibir istrinya itu.
Maria pun berjalan meninggalkan Albert sendirian di sana, di ujung karpet merah di sana sudah ada Geffrey dan juga Diana, sedangkan Agatha dia duduk di tempat duduk nya bersama dengan anak, cucu dan menantunya.
Maria menghampiri Geffrey dan juga Diana di sana, dengan senyum yang menghiasi wajahnya, dia menggandeng Diana di sisi kiri dengan Geffrey di sebelah kanan nya.
Mereka bertiga berjalan menghampiri pengantin laki-laki yang tengah menunggu nya di sana, tak butuh waktu lama akhirnya mereka sampai di depan Albert dan jika pembuka agama yang akan menikahkan mereka.
Albert terus memandangi wajah dua wanita yang kini ada di depan nya, tidak pernah terlintas sedikitpun dalam diri Albert untuk menduakan Maria, tapi rupa nya takdir mengatur hidupnya untuk menikah lagi dan yang lebih gila lagi dia harus menikah dengan Diana, putri kandung sahabatnya.
"Aku serahkan putriku pada mu, aku tahu kamu laki-laki yang baik dan bertanggung jawab, maka dari itu aku percayakan dia pada mu, jaga dia selayaknya aku menjaga nya, sayangi dia lebih dari yang aku berikan, bahagia kan dia dengan segala cinta mu!"
"Tapi jika nanti kamu tidak sanggup lagi untuk berbuat adil, katakan pada ku aku yang akan membawa nya pergi, jangan kamu sakit permata ku,!"
Albert mengangguk di sana.
"Aku janji sebisa ku akan menjaga nya!"
Tangan Albert menerima uluran tangan dari Geffrey yang kini sepenuhnya menyerahkan Diana pada calon suami nya itu.
"Tante terimakasih atas ijin mu, aku berjanji kita bisa berbagi suami dengan adil nanti nya!"
"Menikah restuku bersama kalian!" jawab Maria sambil menggenggam kedua tangan Albert dan juga Diana di sana.
Geffrey dan Maria pun berjalan ke tempat duduknya.
"Bagaimana siap?"
"Siap"
jawab kedua nya.
janji suci terucap dari bibir keduanya, tak ada keraguan yang terdengar saat janji suci itu terucap, sampai suara pembuka agama meminta mereka untuk bertukar cincin pernikahan.
"Pakai kan cincin pernikahan kalian!"
Kini Maria mengambil alih peran Stevani yang akan memberikan sepasang cincin tersebut pada dua pengantin itu, dia sendiri yang akan mengantarkan nya.
Albert mengambil cincin tersebut lalu memasangkan nya pada jari tangan Diana,
__ADS_1
Cincin cantik bermahkota berlian itu kini sudah melingkar cantik di jari manis Diana, tiba saatnya kini giliran Diana yang akan memakai cincin pernikahan di jari tengah milik Albert
jari tengah?