Aku Madu Sahabat Mama

Aku Madu Sahabat Mama
Hidangan pembukaan


__ADS_3

Hari demi hari terus berjalan mengiringi kehidupan rumah tangga Albert dengan kedua istrinya itu, mereka berdua, Maria juga Diana kerap menghabiskan waktu bersama.


Pergi ke mall, butik juga sering melakukan perawatan bersama yang tentunya menguras uang milik suami mereka kadang Albert hanya bisa mendengus kesal dengan ulah kedua istrinya itu yang kerap mengganggu nya.


Hanya untuk sekedar berpamitan untuk menghabiskan uang nya, jangan lupakan juga mama mertua nya itu yang juga tidak mau kalah dalam kegiatan membuat nya marah.


Seperti saat ini dia baru saj masuk ke dalam ruang kerja nya, dan lihatlah di sana di sofa tepat nya tengah duduk berjajar tiga orang yang kini menatap nya dengan ekspresi ceria, yang Albert sendiri sudah hafal dengan kelakuan mereka jika menginginkan sesuatu pada nya.


Tanpa menyapa dan seolah tidak melihat mereka bertiga, dia langsung duduk di kursi kebesaran nya dan mengecek laporan yang telah di siapkan di atas meja oleh Lucas, asisten pribadi nya.


"Kenapa dia seolah tidak melihat kita?"


"Mana aku tahu, sana datangi dia, kau kan princess kesayangannya!"


"Tapi kamu ratu nya kak, jadi kau saja yang merayunya, aku sedikit takut!" ucap Diana sambil melirik pada suaminya yang terlihat begitu tampan dan gagah jika sedang serius seperti itu, jangan lupakan kaca mata baca yang bertengger di hidung nya menambahkan kesan maskulin.


"Dasar penakut!"


"Kalau begitu kau saja sana!" kata Maria yang kini lempar umpan nya pada Agatha.


"Eh, kenapa harus aku kan kalian berdua istrinya!"


"Tapi mama ibu mertua nya jadi dia tidak akan memarahi mama!" kata Diana yang juga mendorong pada suaminya yang seperti sedang tidak bersahabat itu.


Huft


Agatha menghela nafas kasar, lalu berjalan mendekati menantu tuanya itu, sedang dua wanita yang menjadi istri nya itu terkikik karena berhasil mendorong Agatha untuk di jadikan umpan pada suaminya.


"Al!" panggil Agatha yang kini sudah berdiri di depan Albert, sedangkan Albert dia sama sekali tidak menggubris panggilan dari mertua nya itu, kedua orang yang ada di sofa hanya menyaksikan apa yang akan terjadi sambil pura-pura sibuk dengan ponselnya dan tidak mendengar kan apapun di sana.


"Al, kau mendengar ku!"


"Al"


"Albert!"


"Al!"


Brak.


Ehh.


yang kaget bukan Agatha yang berdiri tepat di sana tapi Maria dan Diana.


"Katakan apa yang klaim bertiga ingin kan?"

__ADS_1


"Jangan membuang waktu ku!"


"Aku kesini membawa kabar bahagia tapi kau malah membentak ku, sungguh kau lebih kejam dari menantu durhaka Albert!" ucap Agatha dengan gaya angkuh.


"Sudah lah jangan banyak bicara cepat katakan mau apa aku sibuk dan aku akan pulang larut malam nanti!"


"Kau yakin akan lembur di sini, tidak di rumah saja?"


"Jangan banyak omong Agatha cepat katakan saja apa yang kalian inginkan dan cepat keluar dari ruangan ku!"


"Baik lah kalau kau tidak ingin mengetahui kabar yang aku bawa tapi jangan menyesal kau, eheem!" Agatha melirik dua orang yang ada di sofa.


"Terserah kalian lakukan apapun yang ingin Kalian lakukan!"


"Oke fine, tapi berikan kartu mu aku ingin membawa dua istri mu itu pergi ke salon, aku ingin mempercantik keduanya, mereka butuh perawatan pengantin!"


Eehh


Perawatan pengantin.


Bukan kah itu artinya dia bisaaaa.


Albert langsung menoleh pada dua istri nya di sana, yang tampak cuek dengan nya, dia bahkan berdiri dari duduknya dan beralih di antara keduanya istrinya yang sedang sibuk dengan ponsel nya.


"Sayang, kamu sudah benar-benar sehat?" kini Maria yang cuek pada nya, dia harus membalas suaminya itu bukan, jadi dia hanya diam tanpa mau menjawab pertanyaan nya.


"Apa!"


"Baru lihat kalau ada istri nya di sini?" sindir Diana yang juga kesal pada suaminya itu.


"Bukan seperti itu hanya saja!"


"Sudah lah mana uang nya, aku dan kak Maria ingin perawatan, tapi seperti nya percuma suamiku nanti sibuk lembur"


"Sayang sekali padahal aku ingin mengajak nya mereguk madu, apa aku harus memberikan nya pada orang lain saja kak?"


"Ide yang bagus!"


Albert mengeratkan rahang nya dia kesal pada istrinya itu tidak kah mereka tahu kamu dia sudah mati-matian menahan nafsu nya untuk tidak menyentuh kedua nya sebelum Maria di nyatakan boleh oleh dokter nya.


"Jangan berani-berani nya memancing ku! Aku bisa melakukan sesuatu di luar nalar kalian kalau kalian berdua macam-macam!"


"Ini cepat pergi dan cepat kembali, aku usahakan makan malam sudah ada di rumah!" ucap Albert memberikan kartu nya pada Maria.


"kerja yang rajin suami ku, kedua istrimu ini butuh banyak uang untuk memanjakan diri!"

__ADS_1


Cup


cup


Albert mendesah kesal pada kedua istrinya itu, terlebih pada Maria tangan nakal dan panas nya itu tadi sempat mampir di bagian tak bertulang milik nya, yang kini terbangun dari tidur panjangnya.


"Awas kalian nanti, akan ku buat habis sampai tidak hanya untuk bangun saja kalian tidak akan mampu!"


Dia pun melanjutkan pekerjaan nya, sementara tiga orang itu kini tengah berada di salah satu salon kecantikan terkemuka di kalangan atas seperti mereka.


ketiga nya masuk dan langsung mengatakan bahwa mereka ingin melakukan perawatan pengantin untuk ketiga nya, ya Agatha juga ikut di sana, dia tidak akan mau kalah dengan mereka berdua.


Sedangkan Albert mengacak-acak rambutnya dia tidak bisa berpikir sama sekali, isi kepalanya hanya berisikan tentang lekuk tubuh kedua istrinya yang mana Albert pernah melihat Diana bertelanjang bulat di depan nya meski itu tidak secara sengaja.


Dan itu cukup untuk menjadi nya fantasi liar nya saat ini, waktu yang biasa nya terasa begitu cepat kini terasa Begitu lamban.


Namun semua nya berjalan sesuai rencana nya, rencana dadakan nya yang melimpah semua pekerjaan nya pada Lucas, asisten pribadi nya.


Waktu sudah lewat makan malam, tadi dia sempat mengabari kedua istrinya itu jika dia tetap pulang terlambat.


Sampai di rumah dia mengerutkan keningnya tidak ada satu pun istrinya yang menyambut kedatangan nya, dia yang tergesa pun segera naik menuju kamar istri pertama nya.


Ceklek.


Gluk.


Apa ini.



kenapa istrinya terlihat begitu panas malam ini, tanpa basa-basi dia langsung menyerang tubuh yang berpose menggoda di sana.


Grep.


"Aku suka sambutan dengan sambutan mu ini sayang!" ucap Albert yang langsung melancarkan aksinya tepat di belakang telinganya.


"Aaahhh,,,,,,ku pikir kamu akan ketempat madu mu dulu!" ucap Maria yang masih menjaga kesadaran nya.


sreeekkk


"Aaahhhh,,,, pelan-pelan sayang, kamu harus menghemat energi mu!"


"ssssttttt,,,,, istri muda mu juga menunggu mu!"


"Aku tidak selemah itu, jadi sekarang diam jangan pikirkan apapun, yang harus kamu lakukan hanya mendesah hebat di bawah ku!"

__ADS_1


Hap


Eeeehhhhh


__ADS_2