Aku Madu Sahabat Mama

Aku Madu Sahabat Mama
Pesan yang terabaikan


__ADS_3

Kelvin yang sudah menggunakan baju kerja nya pun berlari keluar dari rumah dengan tawa yang menggelegar memenuhi seluruh ruangan di lantai satu.


Dia langsung menuju masuk ke dalam salah satu mobil nya dari garasi, melajukan ke arah kantor nya, tak butuh waktu lama dia sudah sampai di Basement perusahaan milik nya itu.


Kelvin masih duduk di balik kursi kemudi nya sambil mengetuk kedua jari nya di stang mobil nya, masih tidak ada niatan untuk nya turun dari kendaraan roda empat tersebut.


Di raih nya ponsel yang ada di dashboard mobil, menimang-nimang benda persegi empat tersebut, agak ragu dia untuk menghubungi atau pun mengirim pesan lada seorang yang akan menjadi pasangan hidupnya.


Lama dia terdiam akhir nya dia menulis kan pesan singkat pada wanita yang sudah di anggap sebagai saudaranya sendiri, tapi justru kini dia akan menjadi istrinya.


Kepalanya kembali berdenyut saat membayangkan mereka menikah dan melakukan---???. Kelvin menggeleng kepala mengusir pikiran kotor yang seharusnya tidak terlintas dalam benak nya itu.


"*kita harus bertemu, ada sesuatu yang harus kita bicarakan,"


"Kapan kamu ada waktu, kalau bisa besok kita harus bertemu atau nanti saat makan siang?"


"cepat balas pesan ku saat kamu menerima pesan ini*!"


Tiga pesan singkat berurutan pun terkirim ke nomor yang bertulis kan nama 'Lady Die', lalu dia pun turun dari mobil nya menuju ruang kerja nya.


...****************...


Ting


Ting


Ting


Tiga pesan masuk pada ponsel yang di biarkan begitu saja oleh penerima pesan tersebut, meskipun dia tahu ada pesan yang sebenarnya harus cepat di buka dan membuat keputusan temu.


Dia masih duduk di meja rias nya menatap pantulan wajah nya di cermin yang ada di depan nya, Diana menghembuskan nafas kasarnya beberapa kali untuk mengembalikan mood nya yang sangat buruk pagi ini.


Bagaimana tidak buruk jika alam bawah sadarnya terlalu agresif merespon kinerja otak nya yang selalu penuh dengan bayang pria tua nan gagah tersebut.


Atau mungkin dia mengidam kelainan yang membuat mencintai pria tua plus sialnya lagi dia suami orang pula.


'HAAHH, aku benar-benar akan menjadi gila jika seperti ini teruuuuusssss' ucapan dapa dirinya sendiri.


Kreeeetttt


Pintu di buka perlahan, bersamaan dengan seorang pria dengan baju kerja nya menghampiri nya yang masih menggunakan kimono yang melekat ditubuh nya dan handuk yang melilit rambutnya.

__ADS_1


Pria yang tak lain adalah papa Geffrey itu pun menghampiri putri nya itu dan duduk di tepi ranjang berwana biru muda itu sambil menatap cantik wajah putri keduanya itu.


"kenapa belum bersiap heemm?"


"Aku sedang malas pergi kemana pun Pa!"


"Aku ingin di rumah saja hari ini" ucap nya sambil beranjak dari duduknya dan menghampiri Papa dan mendudukkan kembali tubuh berbalut kimono itu di samping Papa lalu menyandarkan kepalanya di pundak tegap milik papa nya.


Hari ini dia tidak ingin kemanapun, dia ingin bermanja dengan pria yang menjadi cinta pertama tana setiap anak perempuan {tapi pada kenyataannya tidak semua}.


"Kenapa heeemm? apa yang tengah mengganggu pikiran anak papa ini?" tanyanya sambil menyingkirkan helaian rambut yang menutupi wajah cantik putri nya itu.


Diana hanya menggeleng kepala tanda dia tidak mau berbicara apa pun tentang apa yang kini mengganggu pikiran nya.


"Ooohh rupanya disini----!"


Diana menoleh ke pintu kamarnya, melihat siapa yang datang pun kembali mendengus sambil memutar bola mata malas nya, entah salah apa kakak nya itu yang pasti dia sedang tidak ingin melihat wajah menyebalkan milik sang kakak.


"Keluar dari kamar ku apa yang kau lakukan di sini?" ucap nya dengan bertolak pinggang.


"Diiihh, aku tidak ada keperluan dengan mu, tapi aku ke sini mencari papa ku tersayang"


"Paaaa ayo turun kita sarapan bersama aku sudah masak makanan kesukaan Papa" ajak pada papa nya itu dia berdiri di depan papa nya sambil menarik kedua tangan papa itu.


"Minggir kau ini papa ku, mau apa kau?" suara Stevani terdengar begitu kencang.


"Gak bisa ini Papa ku kamu saja yang pergi, lagian tadi papa yang kesini mencari ku!" ucap Diana tidak mau tau.


"Papa ku" tarik Stevani


"Enggak ini papa ku"


"Papa ku"


"Papa kuuuu"


"Sudah hentikan, kalian berdua sama-sama anak papa, oke!" kata grey melerai mereka.


"Dia duluan pa" jawab Diana.


" Kamu itu yang harus nya ngalah, aku kan kangen sama papa!"

__ADS_1


"Gak boleh"


"Iiiihhh, jangan sentuh papa ku"


"CUUUUUUKKKKUUUUUUPPPPP"


"Haaaahh, apa apaan kalian ini, masih pagi sudah ribut saja, lagian siapa juga yabg meu merebut papa kalian haaa"


"Sekarang, kamu Diana cepat ganti baju mu cepat kerja sana!" ucap Agatha yang memejamkan mata melihat ulah kedua putrinya itu.


"Tapi Ma, aku gak mau kerja , mau di rumah aja sama papa!" rengek Diana.


"No, papa mu harus kerja cari uang dia ada meeting pagi ini!"


"Maaaa!"


"No Diana"


"Iiissshh," kesal nya sambil menghentakkan kakinya menuju ruang ganti miliknya, sedangkan Stevani yang melihat Diana di marahi oleh mamanya pun menjulurkan lidahnya.


"Stevaniiii, cepat mandikan anak mu dia sudah bangun dan cepat suapi cucuku!"


"Masa, kan ada Mbak Linda kenapa gak dia aja yang mandiin" keluh nya.


"Mama nya Dareen siapa?, Linda, iya?, kalau begitu istri nya Jimmy juga Linda haaa?"


"Cepat atau ku suruh Jimmy memblokir kartu kredit mu?"


"iiiihhh, kenapa pakai ancaman kartu kredit segala sih!" ucapnya berlalu dari sana, tak lupa pula dia juga melakukan hal yang sama dengan adik perempuan satu-satunya itu, apa lagi kalau bukan menghentakkan kakinya yang kesal karena ulah mama nya itu.


Ha-ha-ha


Terdengar tawa mengejek dari ruang ganti yang pasti nya sudah tahu siapa pelakunya yang terdengar sangat bahagia di atas penderitaan kakaknya itu.


"Dan kamu pa, turun kebawah sarapan sana, kata nya mau meeting tapi ini malah bersantai di rumah"


"Ada Johan ma, biarkan saja dia yang menghandle meeting, aku di rumah saja dengan anak-anak ya!"


"No cepat kerja, bisa-bisa kepalaku meledak jika dua anak mu serta cucu mu itu berkumpul di sini,"


"Ayolah ma" rayu nya pada istrinya itu.

__ADS_1


"Tidak ada dan no way mereka pasti akan mengerubungi mu seperti semut dan akan mengikuti mu kemanapun kamu pergi dan akan saling berebut perhatian mu" jawab Agatha meluapkan kekesalannya pada suaminya yang begitu di puja oleh anak dan cucunya itu.


"Bilang saja kalau kmu cemburu pada anak-anak mu itu sayang,!" jawab Geffrey yang kini sudah berdiri di depan nya sambil mencolek dagu nya, usil sekali suami mu itu ya,Agatha.


__ADS_2