Aku Madu Sahabat Mama

Aku Madu Sahabat Mama
menglupa


__ADS_3

Albert membelokkan mobilnya ke tempat dia mana street food bertebaran di sana, tanpa membuang waktu dia langsung turun dari mobilnya, bahkan dia melupakan ponsel nya yang masih terhubung dengan istri dan sahabat nya itu.


"Lihat lah tingkah nya, panik seperti mencari kan makan saat kamu ngidam dulu Tha"


"Kamu benar,"


"Aku ingin tahu apa yang akan dia lakukan untuk membujuk princess Hamilton itu"


"Dia itu putri ku kenapa harus pakai marga nya dia"


"Apa kau sadar Grey kalau putri mu itu akan menjadi nyonya muda Hamilton"


"Semoga saja!"


"Tapi Grey dimana Kelvin sekarang dia juga belum pulang saat ini!"


"Biarkan saja dia jangan mencari nya saat ini, yang pasti aku tahu di mana dia itu sudah cukup!"


"Tapi Grey aku takut dia kenapa-kenapa!" kata Maria yang mengkhawatirkan keadaan putra nya itu.


"Dia berada dalam lindungan ku jadi jangan berpikiran macam-macam, pikiran saja hukuman apa yang nanti akan kamu berikan pada Albert"


"No Grey, kali ini aku bebaskan dia dari hukuman nya"


"Aku hanya ingin cerita lengkap bagaimana cara dia membujuk calon menantunya itu"


"Kita lihat saja nanti" jawab Geffrey yang kini berbaring di sofa dengan berbantalan paha istrinya itu.


Brak.


"Bisa tidak kalian tidak mesra-mesraan saat aku sedang dalam misi!"


"Ria kau tidak ingin ke sini kah? tidak perlu aku menceritakan bagaimana dia membujuk calon menantu nya, kamu juga bisa melihatnya sendiri dan itu pasti akan lebih greget!"


"Ide yang bagus, aku akan ke sana sekarang!" Maria langsung berjalan keluar rumah nya yang berhadapan dengan rumah sahabat itu.


"Kemari lah pintu rumah ku terbuka lebar untuk mu sahabat ku?" jawab Agatha dengan senyum mengejek pada Albert.


"Sudah dapat semuanya Al? jangan sampai ada yang lupa, bisa-bisa kau kena semprot api nya, aku tadi bahkan hampir terkena lahar nya"


"Grey dia kalau marah bisa mengalahkan singa betina yang anak nya tengah di ganggu"


"kamu benar"


"Dan kamu pasti tahu dari mana turunan itu Grey?"


"Aku tahu tapi aku tidak mau mengatakan nya, bisa-bisa aku akan bernasib sama dengan mu"


"kurang ajar, kenapa kau tidak masuk perangkap ku" ucap nya sambil memukul kemudi nya

__ADS_1


"Aku datang"


"Grey aku lapar?"


"Kamu tidak masak kah?"


"Masak tapi aku ingin makan lagi!"


"Ya makan sana ambil di meja!"


Maria hanya menggeleng kepala nya dia tidak ingin makan makanan Yanga da di meja itu.


"Kamu tidak sedang hamil kan RI?"


Criiiittt


Dug


Aduh


Perhatian semua orang teralihkan saat mendengar suara gesekan dan juga benturan dari seberang sana.


"Apa yang terjadi Al?" tanya Agatha dengan wajah panik nya


"Paaa" teriak Maria


"Sialan kau Geffrey Frazer!" bentak nya saat dia sudah bisa menguasai keadaan nya..


"Jaga mulut mu itu biar kalau ngomong gak se enak jidat mu saja!"


"Salah nya di mana, aku hanya bertanya apa istri mu ini hamil atau tidak, lalu salah nya di mana?"


"Apa punya mu sudah tidak bisa berdiri lagi hingga kamu takut Maria hamil dengan laki-laki lain?"


"Mulut mu Agatha, apa perlu nanti aku meminjam kamar mu hanya untuk membuktikan kalau aku perkasa, kamu pun sahabat mu itu mau, aku masih bisa dan sangat mudah untuk membuat perut nya itu kembali kembung sembilan bulan"


"Kalian ini, pembicaraan nya selalu kemana-mana, aku hanya ingin di buatkan mie instan dengan full topping saja, seperti dulu!"


"Suruh bibi buat sana, aku malas ke dapur!"


"Jangan ganggu aku sedang menikmati surga" ucap nya sambil memejamkan mata menikmati setiap elusan tangan di rambut nya berbantalan paha istri nya.


"Tapi aku lapar Grey, kalau sampai aku mati kelaparan, kau orang pertama yang akan aku datangi"


"Aku tidak peduli!"


"Grey"


"No"

__ADS_1


"Kalian seperti anak kecil saja" kata Albert sambil melajukan kendaraannya pulang ke rumah.


Maria diam tanpa mau menoleh ke arah ke dua sahabatnya yang sedang bermesraan itu, Geffrey membuka sedikit mata nya, melirik ke arah sahabat nya yang sedang merajuk pada nya itu, Geffrey pun tersenyum miring saat melihat wajah kesal sahabat nya itu.


Tanpa berkata apa-apa dia langsung bangun dari tidur, menuju ke dapur memanaskan air meracik bumbu, tak lupa juga dia menggoreng dia telur setengah matang.


dia masukan nya semua bahan yang tadi telah dia ambil nya di dalam kulkas, tak butuh waktu yang lama, satu piring mie goreng dan satu mangkok mie kuah telat selesai di masak oleh nya.


Geffrey membawa nya dalam nampan dan berjalan menuju ruang keluarga di mana dua orang itu berada, maria bertepuk tangan saat melihat Geffrey datang dengan satu nampan penuh berisi dua mie serta air putih yang dia bawa.


"Apa?" tanya Geffrey dengan nada ketus nya.


"Kau memang yang terbaik Grey!"


"Manis sekali mulut mu itu jika meminta sesuatu!" sewot nya di harus merelakan waktu bermesraan nya hanya untuk menuruti kemauan teman lucknutnya.


"kamu juga masak buat aku sayang,? uuuhhh terima kasih aku tambah cinta sama kamu!"


Cup


"Dasar bayi!" ucap seseorang yang baru masuk sambil menenteng bungkusan plastik di tangan kiri nya.


"Kami akan menjadi bayi kecil yang menggemaskan jika ingin sesuatu!" jawab Agatha sambil menyuapkan mie ke dalam mulut nya.


"Bahkan mie yang aku buat dengan tangan ku sendiri lebih menarik dari pada suaminya, ha-ha-ha"


"Suami mana yang tega membiarkan istrinya kelaparan sampai harus minta makan pada tetangga nya, apa itu suami yang baik? aku rasa tidak!" sahut Maria yang tidak menoleh sama sekali ke arah suaminya yang tepat berdiri di belakang nya.


Albert mencebik mendengar sindiran dari istri nya itu.


"Apa uang bulanan mu habis hingga kau tidak bisa membeli makan?" tanya Albert dengan mengeram kesal.


"Habis tak ada sisa lagi di sana!"


"Kasian sekali sahabat ku ini, kalau suami tidak memberimu makan kemari lah, suamiku tidak akan keberatan untuk itu!"


ha-ha-ha


Tawa ketiga nya terdengar begitu menyebalkan di telinga Albert,.


"Untuk kali ini aku memaafkan mu karena tidak menjawab telepon dari dan memberiku makan, tapi selamat berjuang untuk membujuk istri muda mu itu"


"Apa yang kau katakan Ria, aku tidak sudi punya menantu tua bangka seperti ini, apa lagi mantan Casanova kelas kakap!"


"Dan kau yang kedua" ucap Albert.


Dia berjalan ke lantai dua di mana princess Hamilton berada.


Ceklek

__ADS_1


Deg!


__ADS_2