Aku Madu Sahabat Mama

Aku Madu Sahabat Mama
Pertemuan


__ADS_3

Semua orang kini sudah bersiap untuk pergi ke kantor, termasuk Maria dia harus pergi mengecek kelengkapan bahan untuk membuat tas yang akan menjadi salah satu produk nya, tentu saja dengan serangkaian pengamanan yang di lakukan oleh kedua pria itu.


Sementara Agatha dia juga akan pergi ke studio foto yang akan dia resmikan hari ini, dan itu tidak bisa di wakilkan, juga keadaan sudah bisa di kendalikan sepenuhnya oleh Geffrey jadi tidak perlu ada yang di khawatir secara berlebihan.


Tapi saat Geffrey ingin berangkat ke kantor tangan nya di tahan oleh istrinya itu, dia pun menghentikan langkah nya sambil menatap pada wanita yang masih terlihat cantik di usianya yang hampir setengah abad itu.


"Ada apa?" tanya Geffrey suaranya terdengar tidak selembut biasa nya, dan itu semakin membuat Agatha mereka bersalah karena menciptakan jarak di antara mereka berdua.


"Maafkan aku, aku hanya tidak ingin kehilanganmu" kata Agatha sambil menunduk dia tidak berani menatap mata pria yang mengisi hati nya sejak pertama kali melihatnya.


"Sudahlah jangan membahas nya aku tidak apa!" ucap Geffrey yang kini menatap istrinya yang tengah menunduk di depan nya.


"Apa kamu tidak mau memaafkan aku?" tanya Agatha yang kini memberanikan diri menatap suaminya.


"Aku memaafkan mu tidak ada alasan aku tidak melakukan itu, kamu istri ku jadi aku memahami apa yang kamu rasakan!"


"Tapi kenapa masih dingin pada ku!"


Geffrey mengerutkan dahi nya bingung dengan pertanyaan istrinya itu.


"Bukan kah ini memang dingin, tapi saya nya aku tidak bisa memberikan kehangatan itu saat ini, aku harus meeting kalau tidak menantu durhaka mu itu pasti akan mendobrak pintu kamar saat kita sedang hangat-hangatnya"


"Bukan ii...."


"Nanti malam aku akan memberi mu kehangatan, sekarang biarkan suami mu ini berkerja dulu!"


Cup.


Geffrey langsung pergi setelah memberikan ciuman pada istrinya itu, dia tahu bahwa yang di katakan istri nya itu bukan tentang kehangatan ranjang tapi lebih ke sikap nya yang terkesan dingin pada nya.


Biar kan saja dia merasakan terabaikan siapa suruh dia mengabaikan nya selama seminggu ini, tidak faham kah istri nya itu kalau dia merindukan erangan manja nya saat dia menaiki nya.


Ah sial.

__ADS_1


Jika sudah begini dia tidak akan bisa berkonsentrasi lagi saat meeting nanti pasti nya di pikiran nya hanya ada tubuh seksi dan suara-suara nya yang mengalun indah di telinga nya.


Geffrey pun menggeleng kepalanya untuk mengusir bayangan nakal istrinya yang menarik cantik di isi kepalanya.


Dan apa yang di lakukan oleh nya itu menarik perhatian dari Johan yang sejak tadi memperhatikan Tuan nya itu.


"Anda baik-baik saja Tuan?" tanya johan yang tidak bisa lagi menahan keingintahuan nya.


"Jalankan saja mobil nya jangan banyak bicara, cepat selesai meeting nya agar aku bisa segera pulang!"


Johan menatap heran pada Tuan nya itu, mobil yang mereka tumpangi baru saja keluar dari halaman rumah nya tapi bos nya itu sudah ingin pulang saja, apa mungkin bos nya itu tidak mendapatkan jatah nya.


Dia tersenyum saat membayangkan apa yang ada di pikiran.


Dug.


"Kemudikan dengan benar aku masih ingin pulang dengan selamat dan melakukan olahraga malam"


Dia juga pemain sama seperti kedua Tuan nya itu, jadi dia bisa memahami apa yang di rasakan oleh Tuan nya.


"Jangan terus mengejekku sialan, kalau sampai kamu punya istri nanti aku bersumpah kalau kau juga akan sama seperti ku"


"Maaf Tuan, saya tidak memikirkan apapun tentang ada!"


"Terus saja mengelak aku sungguh berharap nanti bisa melihat saat kau lebih bucin di banding aku dan Albert"


Johan tidak lagi membalas ucapan atasan nya itu, dia akan terus kalah jika berani mendebat nya lagi.


Kabin mobil yang ada terdengar perdebatan kini sunyi senyap tanpa ada yang membuka suara, hingga mereka sampai di tempat yang menjadi pertemuan para pembisnis besar di sana.


Albert mendekat ke arah mertuanya yang baru saja turun dari mobil nya bersama dengan Johan tentunya, mobil mereka akan di parkir oleh petugas yang di tugas kan untuk membawa mobil para tamu undangan ke tempat parkir.


"Kenapa lama sekali?"

__ADS_1


"Kamu tidak mencicil telinga adik istri ku kan?"


"Lebih baik tutup mulutmu itu Al"


"Aku menunggu mu sampai karatan di sini" adu nya lagi.


"Kenapa semenjak kau menikah dengan Diana kau berlagak seperti anak ku saja, yang suka merengek ini itu"


Albert mengerutkan keningnya apa iya dia berubah menjadi seperti apa yang di katakan oleh sahabatnya itu, dia mulai mengingat kembali semua, bahkan dia sampai tersenyum saat menyadari tingkah nya sendiri.


"Apa baru sadar? kalau kau itu lebih manja dari Darren cucu ku"


"Biarkan saja, aku senang bisa memilih mertua seperti mu"


"Hentikan itu Al, itu sangat menggelikan!" ucap Geffrey pada sahabat nya.


"Tuan acara sebentar lagi di mulai, mari kita masuk" ucap Lucas mengakhiri drama pagi ini.


"Ayo"


Mereka masuk ke dalam ruang pertemuan para pengusaha itu, jangan tanyakan apa yang di rasakan oleh orang-orang di sana saat ke empat orang itu berjalan masuk menuju tempat duduk yang sudah disiapkan.


Aura yang keluar dari mereka bisa menyihir para asisten perempuan di sana, bahkan tidak jarang para eksekutif muda juga ikut terpanah dengan kharisma kedua orang yang cukup bisa membuat dua bisnis ketar-ketir jika berani mengusik nya.


Albert yang tadi bersikap layak nya bayi di hadapan Geffrey tadi, kini sudah tidak dan lagi, yang ada hanya tatapan tajam yang siap menghancurkan siapa saja yang berani mengganggu jalan nya.


Tapi meskipun begitu ketampanan kedua nya juga tidak bisa di ragukan, mereka adalah paket lengkap untuk semua wanita.


Siapa yang tidak ingin menjadi wanita milik dua orang itu, bahkan tak jarang pula jika mereka gagal mendekati bos nya mereka tidak segan-segan untuk putar haluan pada asisten pribadi nya.


Meski Johan adalah seorang pemain dia tidak akan begitu saja menerima mereka yang ingin menghabiskan malam bersama nya, dia hanya suka melakukan cinta satu malam yang menurut nya minim resiko, seperti yang di katakan guru privat nya, siapa lagi kalau bukan mantan Casanova yang belum luntur pesona nya itu.


"Senang bertemu dengan anda Tuan Frazer"

__ADS_1


__ADS_2