Aku Madu Sahabat Mama

Aku Madu Sahabat Mama
Kejutan part 2


__ADS_3

Albert tertegun mendengar ucapan istrinya itu, apa yang di pikirkan oleh nya kenapa dia mengingatkan nya kalau dia adalah anak dari sahabat nya.


Dia masih ingat betul akan itu dan yang paling penting adalah putri sahabat nya itu kini menjadi istri keduanya.


Tapi kenapa Diana seperti nya ketakutan, bahasa tubuh nya bisa di kenal i dengan baik oleh Albert.


"Apa kamu sakit sayang?"


"Aku baik-baik saja Om, Ayo kita pulang aku tidak akan mengatakan apapun pada Papa, aku mohon Om lepas kan aku?"


"Kamu kenapa?"


"Om aku takut, Om tidak sedang merencanakan sesuatu untuk membunuh ku kan!"


Albert melotot kan mata nya, dia tidak habis pikir dengan jalan pikiran istrinya itu, kenapa juga dia ingin membunuhnya, mana ada seperti itu.


Albert yang tadi nya sangat bersemangat untuk memberikan kejutan pada istrinya itu langsung membuka ikatan yang menutupi mata istri nya itu dengan sedikit kasar.


Lalu dia berjalan menjauh dari tempat Diana berdiri, dia kesal pada istrinya itu bisa-bisanya menuduhnya melakukan percobaan pembunuhan.


Tidak kah Diana menghargai usahanya yang ingin memberikan nya kejutan meskipun dia tahu ini sudah terlambat, tapi dia tetap ingin memberikan nya.


Harapannya Diana akan bahagia dengan kejutan yang dia berikan, tapi ternyata Diana malah menganggap semua ini adalah rencana melenyapkan nya dari dunia.


Entah apa alasannya Diana bisa berfikir seperti itu yang pasti ini sangat membuat nya kecewa, dia memilih menjauh dari Diana, biar wanita itu bisa melihat sendiri apa yang berada kurang dari sepuluh meter dari tempat nya berdiri.


Sedang Albert biar terus berjalan menuju bibir pantai dan menatap lurus lautan yang membentang indah di depan nya.


Sementara Diana dia perlahan membuka mata yang tadi sempat di tutup menggunakan kain oleh Albert, betapa terkejutnya dia bahkan sampai menutup mulutnya, dia benar-benar kaget dan tidak menyangka akan mendapatkan kejutan dari suami nya itu.



Makan malam romantis yang tidak pernah dia bayangkan, betapa bahagianya dia bahkan dia juga melihat ada kue berbentuk dua hati yang saling bertautan di sana.



Diana tahu bagaimana dia menggambarkan tentang hati ini, yang pasti ini adalah hari dan momen terbaik bagi nya.


Dia menangis haru di sana, melihat kejutan indah yang di berikan oleh suaminya itu.


Tapi dia malah merusak momen yang harus nya menjadi moment bahagia mereka dengan tuduhan yang tak beralasan.

__ADS_1


Diana mengusap air mata nya dia harus minta maaf pada suami nya yang kini pasti kecewa pada nya, dia mengedarkan pandangannya mencari di mana keberadaan suaminya itu.


Ketemu.


Itu dia.


Suaminya itu ada di bibir pantai sambil menatap bentangan lautan yang tersaji indah di depan mata nya.


Diana berlari tanpa menghiraukan heels nya di sana, dia terus berlari dan langsung memeluk tubuh tegap suami nya itu, pria yang sangat dia cintai itu.


"Maafkan aku Om!"


Albert hanya menoleh sebentar, pandangan nya kembali menatap lurus, kedua tangan nya masih tetap berada di saku celana nya, dia tidak membalas juga tidak menolak pelukan dari Diana istrinya.


"Om, jangan marah lagi!"


ucap Diana yang kembali menangis di sana menangisi dirinya yang membuat suasana hati suaminya itu memburuk akibat ulah nya


"Hiks hiks, Om jangan diam saja, aku minta maaf!"


Entah sengaja atau tidak Albert masih tetap pada pendiriannya untuk tidak merespon istrinya itu, dia ingin tahu sejauh mana istrinya itu akan merayu nya, merayu seorang penakluk wanita yang sudah tidak perlu lagi di ragukan sepak terjang nya.


Albert mengerutkan dahinya saat merasa Diana melepaskan pelukan nya, dia mengira bahwa Diana akan merajuk balik pada nya, tapi ternyata tidak, dia kembali memeluk nya dari depan.


Diana meraih kedua tangan besar Albert menggunakan kedua tangan nya dan meletakkan nya dia kedua pipi nya.


Diana memejamkan matanya saat tangan besar itu ada di pipi nya, rasa hangat itu menjalar keseluruhan tubuh nya meski bukan kemauan Albert sendirian.


"Om boleh aku mengatakan sesuatu?"


Albert tidak menjawab dia hanya menatap mata wanita yang ini terlihat begitu cantik di mata nya, rambut panjang yang terurai berantakan di terpa hembusan angin pantai menambah kecantikan yang dimiliki oleh Diana.


Meski pun Albert tidak menjawab nya, namun diana tetap mengatakan apa yang ingin dia sampaikan pada suaminya itu.


"Aku hidup di bumi ini sudah dua puluh tahun lebih dan itu artinya apa ribuan hari milyaran jam dan tak terhitung berapa banyak menit dan detik yang aku habiskan!"


Diana mengambil nafas lalu menghembuskan nya lagi menahan laju air mata yang terus mengalir di pipinya, lalu,,


"Apa Om tahu dari sekian banyak waktu yang aku lalui, hanya hari ini aku merasakan bahagia yang sebenarnya!"


Diana memejamkan mata nya kembali saat tangan Albert yang ada di pipi nya, mengelus lembut pipinya itu.

__ADS_1


"Om tidak ingin bertanya kenapa ?"


Albert tetap diam mendengarkan apa yang akan di katakan oleh istrinya itu, tapi pandangan matanya yang menatap netra indah yang ada di depan nya itu sudah mewakilkan jawaban yang di inginkan oleh istri nya.


"Aku akan tetap mengatakan meski pun om tidak ingin tahu jawaban nya!"


"Itu karena ada Om di sini saat ini, melihat ku yang selama ini tidak pernah terlihat oleh Om, aku selalu tertutup oleh bayangan Tante Maria yang sudah bertahta jauh sebelum aku datang!"


Lihatlah Albert seberapa besar kamu menyakiti hati istri kedua, lihat Al buka mata mu, dia ada tapi tak pernah kau lihat.


Buka mata mu, lihat di belakang berlian mu ada diamond yang indah di sana, coba lihat dia, lihat seberapa banyak pengorbanan yang dia lakukan seberapa banyak air mata yang keluar hanya karena bajingan seperti mu.


Lihat buka mata mu, jangan sampai kau menyesal karena kehilangan diamond mu.


"Aku tahu posisi ku dan aku tahu siapa aku, aku hanya ingin terlihat sesekali tidak harus setiap saat, aku hanya ingin meminta sedikit perhatian mu, sedikit saja om!"


"Apa aku tidak pantas mendapatkan cinta mu Om, apa karena aku putri seorang bajingan hingga membuat Om tidak bisa melihatku, apa-----?"


Eeemmmmpphh.


Diana tidak lagi bisa melanjutkan ucapan nya, karena Albert langsung membungkam bibir nya menggunakan bibir nya, hati nya sakit saat mendengar apa yang dia katakan oleh Diana.


Dia tidak pernah menyangka jika putri sahabat nya yang dia anggap sebagai putri nya sendiri itu mencintai nya sedalam itu, pututkah Albert berbangga hati karena di cintai dengan sebegitu besar oleh Diana.


Cinta yang sama besar nya dengan yang di terima dari istri pertama nya, dia berjanji akan berusaha adil pada kedua istrinya itu, meski dia tidak bisa memiliki diana seutuhnya.


Mungkin dia akan membicarakan ini dengan Maria nanti jika situasi nya sudah memungkinkan.


Albert melepaskan pagutan nya saat dia merasa Diana telah kehabisan nafas nya, Albert menatap Diana dengan sangat indah bahkan hidung dan kening mereka menyatu di sana.


Diana kembali menangis saat dia mendengar kata yang keluar dari mulut Albert, dunia seakan terhenti untuk nya, hanya untuk dia wanita yang menantikan cinta suaminya.


Dan kini dia mendapatkan pengakuan dari suaminya itu.


Grep.


**Coba tebak apa yang di katakan Albert???


Jangan lupa kopi nya akak ☕☕☕


Aku haus soal nya

__ADS_1


see you**


__ADS_2