Aku Madu Sahabat Mama

Aku Madu Sahabat Mama
Kemarahan David


__ADS_3

Albert hanya bisa mendengus kesal saat tahu kedua putranya itu kembali pergi bersama istri nya, mereka bertiga seakan tidak mau kalah dengan nya yang saat ini sedang berlibur dengan ibu tiri mereka.


Mereka juga melakukan hal yang sama, mungkin bisa di katakan bahwa itu adalah acara balas dendam mereka yang sakit hati pada nya, karena meninggalkan mama nya.


Tidak kah mereka tahu, meskipun raga nya di sini hati nya tetap tertinggal setengahnya, dia mengakui bahwa cinta nya pada istri pertama nya itu tidak lebih besar dari istri muda nya meski bisa dia katakan, Diana jauh lebih cantik dan mengga****kan di banding Maria.


Tapi cinta tetap lah cinta tidak ada yang bisa merubah nya sama sekali, dia yang kehabisan akal pun memasukan kembali ponselnya di saku celana nya setelah mengirimkan uang dan juga pesan tersemat pad istrinya yang berisi ucapan maaf karena lupa mentransfer uang nya.


Baru saja dia melangkah dari tempat nya, ponsel di saku nya bergetar, dia pun mengambil nya lagi dan di sana ternyata ada pesan dari pihak bank yang memberitahukan pengiriman uang yang masuk kedalam rekening nya bersama dengan pesan dari istri pertama nya.


'***Simpan saja uang mu, untuk istri keduamu, aku masih punya uang dari kedua putra ku yang tidak akan membiarkan aku kelaparan karena papa nya melupakan tanggung jawab nya.


Tenang saja, gaji para pekerja di rumah juga sudah di bayar oleh David, jadi mulai sekarang fokus lah pada apa yang kini menjadi prioritas utama mu.


Jangan khawatir kami, kami baik-baik saja***'


Albert tidak lagi bisa berkata apa-apa, dia terdiam di sana, kenapa dia bisa melupakan hal sepenting ini, sebegitu tidak perduli kah dia pada wanita yang selama ini terus menangis karena kelakuan nya, dulu.


Lalu kini dia melakukan nya lagi, bahkan yang dia lakukan saat ini akan sangat sulit termaafkan, dia sudah di izinkan pergi berdua tapi dia malah menyakiti nya, dengan melupakan tanggung jawab nya.


Bahkan istrinya itu tidak pernah sekalipun kekurangan uang, dan kemarin kali pertama nya dia melupakan nya, dia benar-benar lupa tentang jatah bulanan dan juga nafkah untuk istri nya.


Yang membuat nya merasa bersalah adalah di lupa di saat dia sedang berbulan madu dengan istri muda nya, membuat Maria merasa tidak lagi di ingat dan tergantikan oleh sosok wanita muda yang bisa mengimbangi suaminya itu dalam segala hal.


Albert kembali menghubungi istri yang enggan untuk menjawab nya, dia pun menghubungi Kelvin yang mungkin saja bisa di hubungi, dan benar saja putra bungsu nya menjawab panggilan dari nya.


"Hallo pa"


"Di mana kalian? kenapa dari tadi tidak menjawab panggilan dari ku"


"Tadi aku sedang bersama mama jalan-jalan di taman dan ponsel nya aku taruh di kamar"


"Di taman mana?"

__ADS_1


"Di pusat kota, hotel cabang milik kita"


Albert menghela nafas nya, menghilangkan rasa kesal nya pada mereka semua.


"Kenapa kalian tidak berkerja? malah jalan-jalan gak penting seperti itu"


"Papa sendiri juga jalan-jalan tanpa mengajak mama, jadi aku dan Kakak saja yang mengajak mama"


"Tolong mengerti keadaan papa"


"Kami mengerti maka dari itu kami tidak ingin menganggu acara bulan madu papa dengan istri papa itu"


"Terserah apa kata mu, sekarang panggil kan mama mu, aku ingin bicara dengan nya"


"Mama pergi dengan kak Dav"


"Kemana?"


"Belanja lah"


"Ada apa hubby" tanya nya lembut.


"Tidak ada, hanya menjawab panggilan dari Om Revan, tentang pekerjaan"


"Ayo makan, aku sudah lapar sekali"


Albert menggandeng tangan Diana di sana, mereka duduk di kursi yang tadi mereka pesan dan menikmati makan malam nya, mereka pun kembali ke hotel setelah menghabiskan makanan nya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara Maria dia tengah melakukan perawatan yang di pesan kan oleh kedua putranya, dia di ratu kan oleh dua pria yang sama sekali tidak mengizinkan dia bersedih karena suaminya.


Dia sebenarnya tidak mempermasalahkan tentang suaminya yang tengah berbulan madu dengan madu nya itu, hanya saja dia kesal dengan suaminya yang melupakan tugas nya sebagai kepala rumah tangga.

__ADS_1


Sebelum suaminya itu berangkat ke Maladewa, dia sudah ingat kan tentang waktu pembayaran semua tagihan yang harus di bayar, tapi entah karena lupa atau suaminya itu yang terlalu bahagia bisa berdua dengan istri muda nya sampai dia melupakan tanggung jawab nya.


Di tambah lagi saat dia meminta uang untuk berbelanja suami nya seperti keberatan memberikan uang nya, itu lah sebab nya tadi dia mengirim kembali uang yang di transfer oleh suami nya.


Supaya suami nya itu sadar siapa yang salah di sini, dia juga istri nya tapi kenapa dia seakan tidak di perhatikan lagi.


Bahkan dia sudah merencanakan sesuatu pada suami nya saat mereka akan berbulan madu nanti, tunggu saja, dia akan membalas suami nya dua kali lipat dari apa yang dia lupakan.


Satu hari ini dia benar melakukan semua yang di perintahkan oleh kedua anak nya, bahkan Kelvin dia menyerahkan seluruh gaji nya selama empat bulan bekerja di perusahaan milik mertua papa nya itu.


Semua dia lakukan agar mama nya itu tidak bersedih dengan keadaan nya bisa di katakan menderita karena ulah nya yang kabur di hari pernikahan nya.


Malam belum terlalu larut mereka kembali ke rumah untuk mengistirahatkan diri, tapi rupanya angan tinggal lah angan, sahabat nya itu duduk di sofa ruang tamu rumah nya.


Maria pun langsung duduk di sana di apit kedua putranya.


"Ada apa Grey?" tanya Maria tanpa basa-basi.


"Dari mana saja kalian?" tanya Geffrey dengan nada dingin nya.


"Kami pergi jalan-jalan, ada apa Om?" tanya David.


"Selarut ini, apa saja yang kalian kerjakan, tidak kah kalian memikirkan seseorang yang sejak tadi menunggu kabar kalian hah"


"Jangan meninggikan suara mu di depan Mama ku" bentak David yang paling tidak suka mama nya di kasari.


"Albert sejak tadi menghubungi ku, menanyakan di mana kalian tapi kalian sama sekali tidak bisa di hubungi" marah Geffrey pada mereka semua.


"Untuk apa dia menghubungi kami, ah iya aku tahu apa dia ingin memamerkan kebahagiaan nya bersama istri muda nya di atas tangisan mama ku, iya"


"David, jangan bicara sembarangan"


"Biarkan saja, biar dia tahu bahwa aku sama sekali tidak Sudi menerima putri nya itu menjadi istri kedua papa"

__ADS_1


Deg.


__ADS_2