Aku Madu Sahabat Mama

Aku Madu Sahabat Mama
Sakit hati


__ADS_3

Pintu yang di banting terdengar dari lantai dua, membuat ke empat orang yang sedang bercengkrama itu langsung diam tanpa ada yang berani bersuara.


"Dia seperti titisan kalian berdua!" tambahnya


"Oh jadi kamu selama ini menganggap aku sebagai singa betina ya, ha?"


"Mana ada aku hanya bilang kalau Diana titisan kalian berdua itu saja,!"


"Kita belum tuli Grey,"


"Mulai malam ini kamu tidur saja di kamar tamu, aku tidak mau tidur sama pawang buaya!" ucap Agatha sambil menyendok nasi goreng yang ada di piring Albert.


"Sayang, jangan begitu salahkan Albert, dia yang mancing-mancing"


"Kenapa harus aku dari tadi aku duduk diam dan makan, jadi nikmati hukuman mu!"


"Ini kalian kenapa? belum kenyang juga!" tanya Albert saat dua sendok mampir ke dalam piring nya.


"Dasar pelit minta sedikit saja tidak boleh, ucap Agatha sambil membanting sendok nya.


"Bukan kah kalian tadi sudah di masakan mie satu porsi masing-masing, tapi kenapa masih merampas punya ku?"


"Kamu tadi tidak memberikan aku makan jadi ini harus bagi dua!" jawab Maria pada suami nya itu


"Astaga, masih mengungkit masalah yang tadi!"


" iya karena aku lapar jadi berikan itu pada ku!" ucap Maria sambil menarik piring yang ada di depan Albert.


"Kalian jangan ribut, Diana sedang dalam mode waspada nya bisa-bisa ngamuk dia nanti, Al ambil lagi di dapur aku masih menyisakan sedikit nasi di teflon nya!"


Albert berjalan ke dapur tanpa menjawab ucapan Geffrey, dia memilih memakan nya di dapur, dari pada kena palak dia wanita yang sedang bertransformasi itu.


"Al, kenapa kau lama sekali?"


Tak ada sahutan dari dapur membuat Geffrey berjalan menghampiri teman nya itu, saat sampai di dapur dia mendapati Albert yang tengah duduk di kursi yang biasa digunakan oleh ART nya saat sedang beristirahat.

__ADS_1


"Kenapa tidak membawanya ke depan?"


"Kau tidak melihat mereka yang seperti ingin memakan apapun yang ada di depan nya, jadi lebih baik aku makan di sini saja!"


"Ya sudah lanjut kan aku kedepan dulu!" pamit Geffrey yang ingin berjalan meninggalkannya.


"Tunggu sebentar lagi Grey, setelah ini akan ku bawah pulang istri ku, kalian beristirahat, dan terimakasih makan malam nya!"


"Ya bawa istri mu itu pulang, aku masih punya malam panjang yang harus aku lewati, kau tahu marah nya Agatha seperti apa?"


"Aku tahu, makanya aku akan membawa Maria pulang, kalau mereka masih berada dalam satu ruangan yang sama dan salah satu dari mereka sedang dalam mode singa-nya,itu bisa sangat berbahaya bagi kita!"


"Kau benar, cepat bawa istri pulang jangan biarkan mereka bersatu!"


"Heem!"


Albert menyuap kan nasi terakhir nya kedalam mulutnya, meminum air putih lalu menghampiri Geffrey yang sedang bersandar pada dinding.


"Ayo!"


Bagaimana tidak, kedua orang itu kini tengah tertidur dalam posisi duduk dengan kepala berada di atas meja makan.


"Bagaimana bisa mereka langsung tertidur pulas setelah menghabiskan makanan sebanyak itu?"


"Dan itu adalah ajaibnya mereka,!" jawab Geffrey


" Tolong bukakan pintu nya aku akan membawanya pulang!"


Geffrey mengangguk, dia berjalan terlebih dahulu di ikuti oleh Albert dan juga Maria di belakang nya.


Tak lupa sesekali Albert mendarat kecupan sayang di setiap wajah Maria yang sedang tertidur dalam gendongannya.


Tanpa mereka sadari bahwa sejak tadi ada sepasang mata nya terus memperhatikan apa yang Albert lakukan pada Maria.


Dia sakit hati saat orang lain mendapatkan perhatian yang begitu besar dari pria yang di cintai nya itu.

__ADS_1


Dia bertanya-tanya dalam hati kenapa, kenapa bukan dia yang di perlakukan seperti itu, kenapa harus wanita lain, tidak bisa kah sahabat orang tua nya itu sedikit melihat ke arah nya.


Tidak bisakah mengerti akan perasaan yang dia rasakan, dia juga ingin di gendong dan di perlakukan sebegitu romantis oleh pria yang sayang nya hanya bisa di lihat dari kejauhan.


Tidak mungkin juga dia merebut laki-laki yang selalu menjadi pundak nya, lelaki pengganti Ayah nya yang selalu membuat hati nya tidak baik-baik saja.


Lantas siapa yang salah di sini, bukan kah kita tidak tahu pada siapa kita jatuh cinta, kita juga tidak bisa memilih kemana arah hati berlabuh.


Tapi pantas kan dia merebut pria yang begitu menyayangi nya dengan setulus hati, cinta tulus pada anak perempuan sahabat nya sendiri.


Lalu apa dia akan sekejam itu merampas semua kebahagiaan orang yang ada di sekelilingnya, persahabatan kedua orang tuanya akan hancur, karir nya juga akan ikut hancur, semua orang akan mencacinya dan yang paling tidak dia inginkan adalah kehilangan momen bersama dengan pria pujaan nya itu.


Sanggup kah dia menerima semua resiko yang akan di hadapi nya nanti, dia akan di kucilkan oleh masyarakat luas, dia akan hidup sendirian tanpa ada tangan yang membantunya.


Bukan,


Selama ini dia selalu berusaha agar tidak membuat semua orang kecewa dengan nya, dia tidak mau ego mengalahkan akal sehatnya.


Diana terduduk di lantai sambil memegang teralis pagar yang ada di depan nya, dia menangis sambil memukuli dadanya yang teramat sesak.


Dia berusaha menguasai diri sebelum orang tuanya naik ke sana, dia tidak ingin siapapun tahu tentang apa yang di rasakan.


Dia menutupi nya seperti aib yang harus dia tutup rapat-rapat, biarkan rasa ini tumbuh dengan indah dalam hatinya, sampai ada seseorang yang akan membuat cinta yang tak seharusnya itu beralih pada pria beruntung yang bisa menggantikan posisi Albert yang bertahta dalam sanubari.


Biar dia bawa cinta ini sampai masuk ke dalam tanah, tanpa terucap tanpa di ketahui dan tanpa balasan.


Biarlah rasa itu yang menemani dan menjadikan semangat untuk terus menjalani hidup yang sedang dia nikmati dalam tangis, cukup dia melihat pria itu bahagia bersama keluarganya itu sudah cukup bagi nya.


Memastikan dia selalu baik-baik saja dan bahagia sampai akhir hayat nya, dia berjanji tidak akan membiarkan satu orang pun menyakiti perasaan.


Air matanya masih mengenang di pelupuk matanya, dia tidak menghapus, dia membiarkan saja air mata itu agar jatuh dengan sendirinya sama seperti dia yang bangkit sendiri dari sakit hati nya.


Setelah apa yang di lihat nya tadi mungkin dia akan menjaga jarak dari pria itu, dia melihat seberapa besar cinta nya pada istrinya membuat dia merasa tidak lagi ada kesempatan untuk memiliki nya.


Walau hanya menjadi yang ke dua.

__ADS_1


__ADS_2