
Sampai di rumah sakit.
Sam yang tak lain adalah sopir pribadi yang di tugas Albert untuk mengantar kemana pun istrinya itu pergi, menggendong Maria ke dalam untuk di lakukan pemeriksaan.
Tidak hanya Maria, Diana juga di berikan satu supir pribadi nya sendiri, tapi Diana memilih untuk tetap pergi bersama supirnya yang bekerja pada Papa nya, meski Albert juga yang menggajinya.
Sam menghampiri Diana, dia ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi, dan kenapa pula Johan dan Lucas terlihat tidak seperti biasanya.
Dia tidak tahu kalau Geffrey dan Albert berada di dalam hotel itu bersama wanita yang katanya adalah istri kedua mereka.
"Nona, apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Sam yang kini berada di samping Diana, dia masih memanggil Diana dengan sebutan Nona, entah apa yang mendasari nya sehingga dia tidak mau merubah panggilan nya pada istri muda Tuan nya itu.
Diana yang mendapatkan pertanyaan seperti itu hanya menggelengkan kepalanya, dia masih mencerna dengan baik apa yang baru saja terjadi.
Sam di buat bingung dengan semua ini, dia pun kembali menanyakan sesuatu yang membuat darah Agatha kembali mendidih.
"Apa Nona sudah menghubungi Tuan Al?" tanya Sam dengan enteng nya.
"Diam lah kau Sam, aku tidak mau mendengar apa pun tentang mereka"
Sam yang tidak tahu apa pun hanya menunduk kepalanya, dia merasa bersalah telah menanyakan tentang itu pada Diana, apa lagi air matanya kembali deras mengalir di pipi nya.
Sam yang merasa semua tidak baik-baik saja pun mencoba untuk menghubungi Albert, dia berjalan cukup jauh dari sana, sampai merasa aman, dia menghubungi Albert.
Tapi nomer ponsel yang di hubungi nya itu berada di luar jangkauan, hanya suara operator yang terdengar di sana, Sam tidak kehabisan akal dia menghubungi nomor ponsel milik Geffrey, tapi lagi-lagi jawab yang di terima nya tetap sama.
insting nya mengatakan kalau ini semua tidak benar dia harus mencari tahu apa yang terjadi, dia terus memperhatikan kedua wanita yang tampak cemas di ujung sana.
Di tengah kebingungan nya di teringat pada David yang berada di luar negeri, tanpa menunggu lama dia langsung menghubungi anak majikan nya itu.
__ADS_1
Tut.
"Ada apa?" tanya David yang kebetulan sedang memegang ponsel nya, dia sedikit heran kenapa supir Mama nya itu menghubunginya, pasti ada sesuatu yang tidak beres di sana.
"Tuan David, ini Nyonya Maria sedang berada di rumah sakit, saya tidak tahu kenapa, tadi tiba-tiba pingsan"
"Dimana Mama sekarang!"
"Ada di rumah sakit, sekarang masih dalam penanganan dokter"
"Papa kemana, paman tahu kalau aku sedang berada di luar negeri!"
"Saya tahu Tuan tapi saya bingung harus bagaimana, Tuan Al dan Tuan Grey mereka sama-sama tidak bisa di hubungi"
"Kenapa bisa bersamaan seperti itu, coba hubungi asisten mereka"
"Di Lobby hotel ngapain Mama ke hotel"
"Tepatnya saya tidak tahu Tuan, tadi saya sempat bertanya pada Nona Diana tapi dia tidak menjawab hanya menangis saja, juga Nyonya Agatha memarahi saya saat menanyakan kenapa tidak menghubungi Tuan Al"
"Aku akan pulang saat ini juga!"
Tanpa menunda lagi David langsung pulang dari perjalanan bisnis nya, dia merasa ada yang tidak beres di sana.
Sam menyesali diri nya yang tadi tidak memperhatikan apa yang terjadi sebelum ketiga majikan nya itu turun dari mobil, dia terlalu fokus mencari tempat parkir di sana.
Dia kembali menghampiri majikan nya itu saat dokter pergi dari sana setelah memberikan keterangan mengenai keadaan Maria.
"Bagaimana keadaan Nyonya?" tanya Sam pada Agatha yang hanya di jawab dengan helaan nafas lelah.
__ADS_1
Saat ini Maria harus di pindahkan ke kamar inap setelah Diana menyelesaikan administrasi nya.
Diana tidak kembali ke unit gawat darurat,tapi dia langsung menuju ke kamar inap yang telah di pesan oleh nya.
Sampai di sana dia mendapati Mama dan kakak madu nya itu berada di dalam ruangan itu, Maria belum sadarkan diri dari rasa terkejut nya.
Diana duduk di sana sambil menatap nanar kakak madu nya yang kembali terbaring di ranjang rumah sakit, dia tidak menyangka dengan apa yang terjadi.
Di telinganya masih terdengar jelas bahwa dia adalah istri ke empat suaminya itu berarti masih ada lagi satu istri dari suami yang tidak mereka tahu.
Hati nya bagai di tusuk ribuan jarum, papa dan suaminya sama-sama tega pada mereka semua, tega menyakiti hati istri dan juga darah daging nya sendiri.
Dia menangis tanpa suara, hati wanita mana yang tidak sakit jika membayangkan suaminya bercinta dengan wanita lain, yang juga sama seperti diri nya madu dari istri pertama suaminya.
Dia memang bukan istri pertama atau wanita pertama yang memiliki suaminya saja sudah merasakan bagaimana sakit nya di khianati apa lagi kakak madu nya itu, dia sudah berusaha ikhlas menerima dia sebagai madu nya malah kini dia mendapatkan bahwa masih ada lagi dua orang yang menjadi istri suami.
Sungguh beban mental yang tidak bisa Diana bayangkan dan itu yang kini di rasakan oleh kakak madu nya istri pertama suami yang di cintai nya.
Agatha sejak tadi dia memperhatikan kedua wanita yang menjadi istri dari pria yang sangat ingin dia lenyapkan saat ini juga, dia sudah memberikan sepenuhnya putri nya itu untuk menjadi istri kedua sahabat nya itu.
Tapi kini dia menyakiti putri nya dengan begitu tega, dia tahu bahwa putrinya lah yang kekeh ingin di nikahi oleh Albert tapi bukan berarti dia akan diam saja saat putri tercinta nya itu terluka.
Meski pada saat yang bersamaan dia juga tahu bahwa suaminya itu juga mempunyai wanita lain di luar sana, tetap saja di lebih sakit hati saat melihat dengan mata kepala nya sendiri darah dagingnya itu di perlakukan seperti mainan oleh pria penjelajah itu, pria yang sama dan satu spesies dengan suami nya.
Agatha mendekati Diana yang duduk di sofa dengan pandangan kosong, hati ibu mana yang tidak seperti di cabik-cabik hati nya melihat kesakitan yang di berikan oleh pria yang menyatakan sanggup untuk membahagiakan putri nya.
Agatha langsung memeluk tubuh putri nya itu, yang sudah tidak lagi meneteskan air mata nya, seakan yang di pelukan hanya raga tanpa nyawa yang entah bisa bertahan atau tidak.
"Aku akan menghancurkan kalian semua sialan"
__ADS_1