
Diana menoleh pada Albert yang kini sudah berdiri dari duduknya dan bersiap untuk keluar dari kamar pengantin mereka, apakah dia akan di tinggalkan saat malam pertama pernikahan mereka.
Apa ini Tuhan,
Kenapa rasanya sakit sekali, dia merasa tidak di inginkan di sini, tapi dengan sisa keberanian nya dia bertanya pada Albert yang kini sudah memegang gagang pintu dan bersiap untuk keluar.
"Apa nanti om akan kembali ke sini?"
Albert menyengitkan alisnya mendengar ucapan dari Diana, kenapa dia menanyakan hal tersebut, apa dia berpikir bahwa mereka akan melakukan kegiatan panas yang biasa di lakukan oleh pasangan pengantin baru pada umumnya.
"Kenapa? kamu ingin di temani!"
Duuuaaar.
Pertanyaan macam apa itu, pasti nya seorang istri akan selalu minta di temani oleh suaminya bukan, apa lagi ini malam pertama mereka, yang paling di tunggu-tunggu oleh setiap pasangan pengantin baru.
Tapi kenapa Albert seolah tak mau menyentuh apa setidak menarik itu dia di hadapan suaminya itu, lalu bagaimana dia bisa menjadi istri yang baik jika dia tidak di anggap seperti ini.
Diana yang terlanjur malu dengan pertanyaan Albert pun masuk ke dalam kamar mandi tanpa mengucapkan apapun di sana, sedangkan Albert dia bingung di sana ada apa dengan Diana, kenapa dia seperti tengah kesal pada nya.
Albert yang tidak mau membuang waktu pun lalu keluar dari kamar tersebut menuju kamar milih nya sendiri, dia masuk menggunakan lift khusus yang hanya bisa dia dan keluarganya akses.
Ting.
Pintu lift terbuka telat di depan pintu kamarnya, dia memasukkan kode digit untuk membuka pintu tersebut delapan angka telah di masuk kan di sana dan pintu itu kini terbuka lebar, harum wangi dari pengharum ruangan menyambut nya di sana tapi.
Tunggu dulu,
Kenapa ruangan itu gelap seperti tidak ada orang di sana, Dia menghidupkan lampunya berharap Maria sedang tidur di sana meski dia ragu.
istri nya itu tidak pernah tidur tanpa menghidupkan lampu tidur ada di samping ranjang, dan benar saja saat lampu menyala, tidak ada siapapun di sana ranjang nya kosong dengan sprei sudah kembali rapi setelah pergulatan mereka tadi.
Albert langsung langsung menghubunginya namun panggilan tidak di jawab pesan beruntun nya juga tidak di balas, kemana perginya istri itu, kenapa malah meninggalkan dirinya sendiri.
Apa-apaan istrinya itu, dia pergi setelah membuat nya kesal karena menulis inisal namanya di ranjang pengantin nya itu.
__ADS_1
Dia juga menghubungi Agatha namun lagi-lagi panggilan nya tidak mendapatkan respon dari pemilik nomor tersebut.
Tut
Tut.....
"Apa?"
"Dimana istri ku?"
"Kamu yang suaminya kenapa bertanya padaku?"
"aku serius dia tidak ada di kamar?"
"Istri mu ada dua dan aku tidak tahu istri mana yang sedang kamu cari?"
Albert mendengus saat mendengar sindiran dari sahabat itu, tapi kalau di pikir-pikir memang benar apa yang di katakan teman nya itu, dalam hati Albert tersenyum geli saat mengingat nya, dia menikah dua kali itu adalah sesuatu yang tidak pernah terpikirkan oleh nya.
"Maria tidak ada di kamar, apa dia sedang bersama Agatha, kalau putrimu dia ada di kamar nya!" jawab Albert yang menjawab dengan detail.
"Ayo lah Grey, aku sedang tidak ingin main-main, di mana istri mu?"
"Dia sedang tidur bersama ku, kalau tidak percaya kesini lah, tanpa ku buka kan pintu kau juga bisa masuk!"
"Aku tidak berminat sama sekali!"
Albert langsung menutup panggilan nya, lalu menghubungi putra pertamanya itu, tapi jawaban yang dia dapatkan juga sama dia tidak tahu kemana pergi wanita yang telah melahirkan nya itu, Albert juga supir pribadi yang ternyata mereka semua masih ada di sekitaran hotel ini.
Lalu kemana istrinya itu, Albert ketakutan di sana dia takut istri nya itu akan meninggalkan dirinya seperti yang dia katakan tadi.
Tak ada jalan lain dia menghubungi asisten pribadi nya yang tadi dia tugaskan untuk mencari kemana pergi nya Kelvin, tadi juga dia mendapatkan laporan tentang penarikan uang yang bisa di bilang cukup besar dari kartu ATM milik putra keduanya itu.
Jadi lah kini dia memblokir semua kartu atas nama putra keduanya itu.
"Bagaimana?" tanya Albert saat panggilan itu terhubung.
__ADS_1
"Saya tidak menemukan jejak nya, bahkan putra ku juga tidak tahu kemana perginya Kelvin!"
"Suruh anak buah mu menyebar, kembalilah ke sini, nyonya tidak ada di sini!" ucapnya frustasi.
"APA?"
"Baik saya akan kembali sekarang juga, anda pergi lah terlebih dahulu ke ruang pengamanan, cari kemana pergi nya nyonya lewat cctv!"
"Aku akan kesana, apa Johan juga mencari anak itu?"
" Iya Tuan bahkan dia memblokir semua akses keluar masuk atas nama Kelvin Hamilton!"
'ternyata mertua ku sekejam itu?' ucap Albert sambil bergidik ngeri.
Albert sudah ada di ruang pengawasan, di meminta rekaman Cctv di putar dari jam saat Maria berpamitan pada nya.
Kini semua rekaman telah di putar, baik Albert atau pun staf hotel memperhatikan dengan seksama setiap adegan yang ada, dari mulai Maria yang keluar dari ballroom bersama Agatha menuju kamar hotel yang di gunakan untuk berhias tadi.
Satu jam kemudian mereka keluar menuju kamar hotel yang akan di tempati oleh Geffrey dan Agatha, mereka masuk ke dalam sama hingga waktu yang cukup lama Maria keluar lagi di antarkan oleh Agatha ke kamar pribadinya.
Maria masuk ke dalam dan tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan di sana, Maria tetep berada di dalam sana sampai waktu di mana resepsi pernikahan itu berakhir, dan Maria kembali keluar saat Albert menuju kamar pengantin nya bersama Diana.
Saat itu Maria ada di lorong sambil memperhatikan Albert yang masuk ke dalam kamar pengantin, dia masih terdiam di sana hingga akhirnya dia pergi dari sana dengan gerakan mengusap air matanya.
Albert kembali memejamkan matanya saat tahu alasan Maria meninggalkan dirinya, mungkin wanita itu berfikir bahwa Albert akan menghabiskan malam panjang pengantin nya bersama Diana.
Kalau saja Maria mau menunggu beberapa menit lagi dia akan tahu kalau Albert lebih memilih nya dari pada Istri muda nya itu, sampai di mana dia melihat pergerakan Maria yang berjalan cepat menuju tempat favoritnya saat berada di hotel ini.
Roof top adalah tempat yang paling di sukai Maria saat menenangkan diri, bahkan roof top tersebut di desai sendiri oleh nya.
Tanpa basa-basi lagi Albert langsung berlari menuju roof top, dia tidak lagi memikirkan ada nya lift di sana dia berlari tunggang langgang menuju roof top.
Dan lihatlah wanita yang membuatnya khawatir itu tengah berdiri sambil menatap langit malam dengan kedua tangan yang bertumpu pada pinggiran tembok.
Grep...
__ADS_1