
Albert mengerutkan keningnya saat melihat ada seseorang yang ada di belakang nya itu tiba-tiba memanggil nya dengan sebutan Daddy.
Dia tidak merasa kenal dengan anak perempuan kini memeluk erat kedua kakinya.
Albert lalu membawa anak perempuan berusia lima tahun itu dalam gendongan nya, dia menoleh ke kanan dan kirinya, siapa orang tua yang tega meninggalkan anak nya sendirian.
"Katakan pada ku siapa nama mu?"
"Nama ku Anastasia Hamilton itu nama ku"
Albert membulatkan matanya saat mendengar anak perempuan itu menggunakan nama belakang milik nya, jika sampai istri nya tahu ini akan kembali menjadi masalah lagi untuk nya, apa lagi Diana yang masih belum tahu apa yang sebenarnya terjadi.
"Dimana orang tua mu kenapa kamu sendirian"
"Aku tidak tahu" ucap anak perempuan sambil memeluk erat lehernya.
"Daddy aku lapar"
"Siapa dia?"
Deg.
Albert langsung membalikkan tubuhnya, di belakang nya sana dia melihat Maria yang sedang berdiri sambil menatap ke arah nya.
"Aaakkuuu tidak tahu, tiba-tiba dia memanggil ku saat aku melakukan pembayaran tadi" jawab Albert yang sudah ketakutan.
"Anak manis, siapa nama mu"
"Nama ku Anastasia Hamilton"
Hah
"Katakan ini anak siapa?"
"Aku tidak tahu"
"Tasia kamu di sini!
"Mommyyyy"
"Sayang kami mencarimu" ucap ibu dari anak kecil itu.
"Terimakasih Tuan Nyonya sudah mau menolong kami"
"Iya lain kali hati-hati jangan sampai anak-anak lepas dari pantauan"
"Sekali lagi terima kasih"
"Kami permisi"
"Tunggu" kata Albert menghentikan langkah pasangan suami istri itu.
"Siapa nama anak kalian?" tanya Albert penasaran.
"Anastasia Hamilton"
"Kenapa Tuan, ada yang salah dengan nama anak kami?" tanya perempuan itu.
"Tidak hanya memastikan saja"
__ADS_1
Albert menatap penuh kelegaan pada pasangan suami istri yang berjalan keluar dari rumah sakit, sedangkan Maria dia masih saja menatap penuh curiga pada suami nya itu.
"Kenapa menatap ku seperti itu, apa kamu merindukan aku"
"Terlalu banyak membual" jawab Maria yang kini meninggalkan suami di sana.
"Tunggu, kenapa kamu ada di sini, bagaimana dengan Diana"
"Dia sudah tidur, aku ingin melihat putra ku"
"Pergilah, aku akan masih ada urusan nanti aku akan menyusul mu"
Maria menghentikan langkah nya saat mendengar suaminya itu akan pergi ketempat yang tidak berbeda dengan tujuan nya.
Dia menatap penuh selidik pada suami nya itu, sedangkan Albert yang di tatap seperti itu dia pun mencubit pipi wanita nya itu.
"aaaw"
"Jangan berpikir macam-macam aku hanya ingin menemui Revan"
"Revan ada di sini"
"Iya, Lucas menderita luka bakar yang cukup serius jadi dia harus menjalani serangkaian operasi untuk memulihkan keadaan nya"
"Luka bakar kenapa"
"Nanti aku ceritakan jika kita berkumpul bersama, apa yang sebenarnya di lakukan oleh pria mu itu"
"Terserah kamu saja, tapi antarkan aku ke kamar putra ku dulu"
"Tidak ingin bertemu dengan Revan, kalian sudah lama tidak bertemu"
"Temani aku sebentar saja lalu kita ke ruang perawatan David, tapi kamu harus berjanji pada ku untuk tidak membahas apa pun dengan Kelvin"
"Dia sudah terlalu terpuruk selama keluar dari rumah, berkat dia juga kita bisa menyelesaikan masalah yang di buat oleh bajingan itu"
"Sudah ayo"
Mereka berdua mempercepat langkah kaki agar supaya cepat sampai di ruang operasi di mana Lucas di tangani saat ini.
"Revan"
"Maria"
"Bagaimana kabar mu, dan kemana Della kenapa tidak di sini?"
"Dia sedang menemani papa nya yang juga sedang sakit dan tidak mau di tinggal oleh istri ku"
Mereka pun berbincang-bincang sebentar dan harus segera pergi dari sana mengingat David yang juga masih belum pulih begitu juga dengan Diana.
"Hubungi aku jika ada apa-apa"
"Pasti"
"Selama Lucas di rawat mau kah kamu kembali masuk ke perusahaan, keadaan di sana sedang kacau balau"
"Kamu tahu Ria, suami mu ini memang tidak tahu diri"
"Hei kenapa menjelekan aku di hadapan istri ku"
__ADS_1
"Coba lihat perusahaan milik mu sudah aku pulih kan saham dan juga segala nya yang kacau balau dan kau masih mau menyuruh ku kembali ke perusahaan, no itu tidak akan pernah terjadi"
"Jadi"
"Aku meminta bagian ku, cukup belikan aku mobil sport keluaran terbaru dan juga Tas yang sama yang di beli oleh Agatha untuk kedua istri mu"
"Aku bahkan belum tahu tas seperti apa yang kamu maksud"
"Terserah pokok nya belikan semua yang aku mau atau aku akan mengembalikan nya seperti semua"
"Dasar tukang palak"
Ting.
"Cek rekening mu"
"Aku tidak butuh uang aku mau yang sudah berwujud barang"
"Kembalikan uang nya kalau begitu, menyusahkan saja"
"Apapun yang sudah masuk ke dalam rekening ku tidak bisa keluar lagi"
"Apa rahang mu masih Kokoh, kalau iya ingin sekali aku meremukkan nya" kata Albert yang terlalu geram pada mantan asisten nya itu.
"Suami mu itu kenapa pelit sekali, apa karena beristri dua jadi tanggung jawab nya dobel" kata Revan yang masih saja memancing keributan.
"Bicara sekali lagi aku remuk kan wajah menyebalkan mu itu"
"Bawa pergi suami mu itu Tha, aku sedang berduka dia malah datang mengajak ribut"
"Aku pamit dulu, maafkan ulah nya yang menyebalkan itu"
"Kenapa malah membela nya"
"Sudah ayo pergi" ajak Maria sambil menggandeng tangan suaminya.
Mereka pun pergi dari sana, hanya kebisuan yang menemani langkah kaki mereka, Albert yang masih tidak terima dengan apa yang di lakukan oleh istrinya itu pun memilih diam, sampai Maria menyadari bahwa suaminya itu tengah merajuk pada nya.
"Kami marah?"
"Pikir saja sendiri" ucap Albert yang berjalan cepat di depan Maria.
Sedangkan Maria hanya menggeleng saat melihat kelakuan suaminya yang seperti anak kecil yang butuh perhatian dari nya.
Padahal jika berhadapan dengan rekan bisnis nya dia terlihat begitu berwibawa bahkan sebagian orang ada yang mengatakan dia menyeramkan sama seperti Geffrey.
Padahal jika di rumah mereka seperti anak kecil yang butuh perhatian dari orang tuanya, mungkin apa yang di katakan pepatah memang ada benarnya.
'Jangan biarkan laki-laki mu menjadi dewasa, buat dia tetap seperti anak kecil saat bersama, karena dewasa itu penuh ambisi dan sakit hati'
"Mama" panggil Kelvin saat melihat mama nya masuk kedalam ruang perawatan kakak nya.
"Bagaimana kabarmu"
Kelvin menggeleng, dia langsung memeluk wanita yang paling tersakiti karena ulah nya yang hanya di jadikan sebagai alat untuk balas dendam pada sahabat nya.
"Mulai saat ini aku akan menuruti apa pun yang Mama inginkan, aku minta maaf ma"
"Sudah lupakan semua sudah berlalu, sekarang kamu pulang ke rumah tapi urus dulu perceraian mu dengan wanita itu"
__ADS_1
"Tapi ma, aku tidak bisa menceraikan nya"