Aku Madu Sahabat Mama

Aku Madu Sahabat Mama
Salah mengartikan


__ADS_3

Dalam hatinya Diana masih berharap bisa bersatu dengan Albert meskipun harus berbagi dengan Maria, mungkin dia bisa menerima dengan lapang dada karena dia orang ke dua yang datang saat bahagia saja.


Tapi bagaimana dengan istri pertama pria pujaan nya itu, pasti dia tidak akan menerima semua ini bukan, apa lagi dia juga menganggapnya sebagai putri kandungnya sendiri.


Diana masih di sana terduduk di lantai sambil terus memegangi dadanya yang terasa amat sakit, di setiap hari nya dia selalu berusaha untuk melupakan pria itu, tapi apa yang dia rasakan semakin bertambah besar saja.


Pernah sekali dia berusaha menjaga jarak dengan Albert tapi apa yang terjadi, justru Albert yang terus berada di sisinya dengan segala perhatian dan kasih sayangnya.


Dan itu membuat nya semakin jatuh cinta pada nya, semakin dia berusaha menjauh, Albert seakan terus mengejar nya dan tak memberikan nya ruang untuk sekedar melupakan nya.


Melupakan pria sahabat orang tuanya.


Mungkin Albert melakukan semua itu karena menganggapnya sebagai putri kandungnya sendiri yang pada dasarnya di tidak memiliki anak perempuan, jadilah dia mencurahkan semua kasih sayang nya pada Putri sahabat nya itu.


Diana sadar bahwa kasih sayang yang Albert berikan pada nya hanya sebatas itu saja,


Tunggu


Bukan seperti itu


Kasih sayang Albert pada nya sama seperti ayah pada putrinya hanya saja dia yang salah mengartikan semua perhatian yang Albert berikan pada nya.


Albert akan selalu ada saat dia menangis dan menenangkan nya saat dia berebut sang ayah dengan kakak perempuan nya, Stevani.


Di sanalah peran Albert sebagai pengganti ayah nya selalu muncul sejak kecil, jadi dia selalu berfikir bahwa dia akan selalu aman saat bersama Albert.


Bukan Geffrey yang pilih kasih terhadap anak-anaknya hanya saja Stevani hanya mau diam saat berada di pelukan nya.


Pernah sekali mereka berebut Geffrey dan Diana yang ada di pelukan nya tapi Stevani bukan nya diam saat berada dalam gendongan Albert dia malah semakin berteriak kencang di sana.


Jadilah Diana yang mengalah dan dia kembali ke pelukan Albert, sebab hal itu lah membuat kedekatan mereka sangat erat, bahkan bisa di katakan bahwa Diana lebih dekat dengan Albert.


Belum lagi Kelvin yang juga selalu menempeli ayahnya itu, entah kenapa Stevani mau berbagi Geffrey dengan Kelvin tapi tidak dengan Diana.


Stevani akan selalu merasa tersaingi jika Diana dekat dengan Geffrey, dari sana lah pertukaran ayah dan anak di mulai.


Sedangkan David anak pertama Albert dia lebih dekat dengan Mama nya dan juga Agatha.


Diana dengan terburu buru bangkit dari duduknya dan berlari menuju kamarnya saat mendengar derap langkah ayah nya dari arah tangga.

__ADS_1


Dia tidak ingin orang tuanya melihat dirinya yang sedang dalam keadaan terpuruk, dia langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur milik nya.


Entah karena lelah atau terlalu lama menangis membuat nya tak butuh waktu yang lama, dia sudah menyelami alam tidurnya.


Sementara di sana, Albert yang baru saja menidurkan Maria di kamar nya dia pun berjalan menuju balkon rumah nya, dia termenung di sana.


ingatannya menuju saat dia mana tadi dia memanggil Diana di kamar, dia terpaku di sana tanpa tahu harus bagaimana.


Tatapan mata nya lurus mengarah pada jendela kamar Diana, wanita muda nan manja dengan segala kemanjaan yang selalu di tunjukkan pada nya.


Sisi dari wanita yang akan di perlihatkan hanya pada orang yang menurut hati nya patut untuk mendapatkan sikap alami nya.


Dia terus terdiam di sana, sampai akhirnya rasa kantuknya menguasai kesadaran nya.


Saat dia ingin masuk ke dalam kamar nya, entah kenapa dia ingin sekali melihat putra ke dua nya itu.


Sejak siang tadi, setelah perdebatan nya itu dia tidak lagi melihat wajah, bahkan seperti dia juga tidak kembali ke kantor.


Di bukanya pintu kamar milik Kelvin, wangi parfum khas pria maskulin itu langsung menguar di indera penciuman, tapi sepertinya kamar itu kosong tanpa penghuni.


Di bukanya lampu kamar tersebut, saat lampu terbuka ternyata dugaan nya benar kamar itu kosong tanpa ada tanda-tanda kehidupan di sana.


Lalu kemana dia pergi dan tidur di mana bukan kan ini sudah tengah malam kenapa belum juga pulang.


Di tutup nya kembali lampu juga pintu kamar milik Kelvin dia berjalan cepat menuju kamar nya, sampai di sana dia langsung mengambil ponselnya lalu menghubungi putra nya itu.


Panggilan pertama gagal namun dia tidak menyerah begitu saja, di coba nya lagi tapi hasil nya tetap saja nihil.


Putra itu sama sekali tidak mau menjawab panggilan dari nya, mungkin kah Kelvin kecewa pada nya?.


Mungkin saja iya bukan kah dia sudah tahu bahwa sejak awal Kelvin tidak mau menikah dengan Diana, hanya saja mereka yang masih terus memaksa nya agar mau menuruti keinginan mereka.


Panggilan ke sekian kali nya tidak juga di jawab oleh Kelvin, kalau dia tidak ada di rumah lantas di kemana, apa dia pulang ke apartemen nya.


Albert yang tidak mau menduga-duga pun, dia memilih untuk menghubungi Geffrey, ya pasti sahabat nya itu tahu di mana putranya itu.


Tuuut


Tuuutt

__ADS_1


"Aaahhh,"


"Aaahhh"


"Terus pa, aaahhh"


Dreeet


Dreeet


"Aaahhh, pa ituuuu ada yang aaahhh,"


"Biarkan saja ini lagi tanggung aaahhh, kamu enak sayang,aahh"


Dreeet


Dreeettt


"Aaaahhh, angkat duluuu paaaa, lebih dalam aaahhh, paaaaaa"


Dreeettt


"Kita ke sana dulu ma" kata Geffrey sambil terus mengaduk-aduk lubang bawah istri nya itu


Ya mereka emang tengah melakukan hal yang menyenangkan bagi mereka di malam hari, tapi kegiatan yang membakar jiwa itu harus terganggu oleh suara telfonnya.


Siapa yang menghubungi nya tenaga malah begini tidak tahu kah jika saat ini waktu yang untuk merefresh kinerja otak nya.


Mereka berjalan menuju ke tempat di mana ponsel Geffrey tergeletak, dengan posisi Geffrey yang masih menunggangi nya dari belakang tanpa menghentikan gerakan pinggulnya, posisi yang paling di sukai oleh Geffrey, dia merasa ular nya itu tercengkram kuat oleh tembok berdenyut milik istrinya itu.


"Aaaahhh"


"Aaaahhh Paaaaaaa aaahhh"


Tangan Geffrey tidak mau diam dia juga ikut andil dengan meremas buah pepaya yang menggelantung indah tersebut.


Ponselyang tengah berbunyi itu kini sudah berada di tangan nya, dia harus merelakan satu tangannya yang sejak tadi tengah bekerja memberikan rasa nikmat pada istrinya itu.


Tanpa menghentikan gerakan tangan dan pinggul nya dia menjawab panggilan dari Albert sedangkan Agatha dia berusaha untuk tidak mengeluarkan desahannya saat suami itu tengah menjawab panggilan.

__ADS_1


"Aaahhh"


"Sialan jangan bilang kalian sedang melubangi tembok!"


__ADS_2