Aku Madu Sahabat Mama

Aku Madu Sahabat Mama
Akhirnya


__ADS_3

Diana menatap suaminya dengan rasa kecewanya, dia sedang menikmati semuanya tapi suaminya itu malah menghentikan nya, menggantung semua rasa yang menjalar di setiap nadi nya.


"Kita pindah ke tempat yang seharusnya honey!"


CUP.


Albert membawa Diana dalam pelukannya, Diana kini hanya tinggal kain penutup triangle nya saja, tapi Albert masih mengenakan pakaian nya, bahkan kini triangle nya juga di robek oleh suaminya itu.


Sreeeekk.


Albert berjalan sedikit menjauh dari ranjang, mata tajam nya tidak beralih pada benda yang tertutup oleh hutan lindung yang menyimpan sejuta keindahan di dalam nya.


"Ini sungguh luar biasa!"


Diana yang mendapatkan tatapan lain dari Albert pun segera menutup kedua benda berjajar milik nya dengan satu tangan nya, dan yang satu nya menurut tempat yang menjadi objek tatapan nakal dari Albert.


Tanpa mau menunggu lebih lama lagi Albert langsung mendekat ke arah dia dan menyingkirkan tangan yang menutupi keindahan nya itu.


"Biarkan aku melihatnya honey, ini sungguh indah sekali!"


Semakin tersipu lah Diana dia sana apa lagi saat Albert mendekat kan wajah nya ke tempat hutan lindung milik nya, kedua tangan nya dia gunakan untuk menyibak hutan lindung yang sangat terawat itu.


Membantu si daging kecil tanpa tulang itu mencari letak di mana keberadaan makanan yang tersembunyi di dalam hutan itu.


Albert yang sudah sangat sangat mahir itu dengan begitu cepat menemukan tempat yang dia cari, dan langsung saja tanpa basa-basi dia langsung memainkan nya dengan memberikan sedikit gigitan kecil di sana.


Sedangkan Diana yang mendapatkan perlakuan seperti itu hanya bisa mengeluarkan suara nya, suara indah yang selama ini belum pernah dia perdengarkan untuk siapa, dan suara ini nanti nya hanya Albert lah yang menjadi pendengar setianya.


Diana berusaha untuk menjauhkan diri nya dari serangan yang di lancarkan Albert dia tidak tahan, pertahanan akan segera bisa di lumpuhkan jika terus seperti ini.


Tidak dia tidak mau ini segera berakhir dan dia harus bertahan selama yang dia bisa, ya dia harus bisa mengalahkan suami nya itu.


Albert terus dengan kegiatan nya yang tengah memancing sesuatu yang ada di sana, dia ingin membuat Diana merasakan sesuatu yang mengalir dari dalam nya baru dia akan siap untuk memasuki nya.


Tangan Albert yang tadi menahan agar Diana tidak bisa bergerak pun kini menjalar naik mencari puncak menara yang sangat indah di sana, setelah menemukan nya dia pun meremasnya dari yang lembut hingga yang membuat jeritan Diana terdengar begitu indah di telinga Albert.


Diana kebingungan di sana bagaimana dia melampiaskan semua rasa yang di berikan oleh suaminya, sampai akhirnya dia merasa ada yang akan keluar dari tempat di mana suaminya itu tengah bermain main.

__ADS_1


"Hubbyy lepaaaaaaaskan akuuuu dulu, aaahh!"


"Akuuuu inggggiiiiinnnn, aaaaahhhhh!"


Jeritan panjang nya menandakan bahwa Diana sudah mencapai puncaknya, Albert tersenyum saat mengetahui bahwa istri nya itu sudah mendapatkan puncak untuk pertama kalinya.


Cup


"Manis sekali!"


"Hubbyy aaahhh!"


"Bagaimana heemm"


"Tidak terlalu buruk!"


Albert melotot kan mata mendengar ucapan yang keluar dari mulut istrinya itu, dia tidak percaya dengan semua ini, bagaimana istri nya itu hanya mengatakan tidak buruk, apa kwalitas permainan sudah menurun, bahkan yang dia tahu istrinya itu tidak berhenti nya berkicau.


Ini tidak bisa di biar, istri kedua nya itu meremehkan nya bukan dan dia tidak terima akan hal itu, baik lah dia tidak akan sungkan lagi untuk mendaki puncak tertingginya malam ini.


"Kamu salah telah menantang ku honey, bahkan madu mu sekalipun tidak pernah meremehkan ku!"


Tanpa membuang waktu lagi Albert langsung membuka seluruh pakaiannya, dan lihatlah Diana apa yang di sembunyikan oleh suamimu itu, Lancau milik nya itu sudah berdiri tegak, Marah pada mu yang dengan terang-terangan menantang nya.


Bisa di pastikan kalau kamu tidak akan selamat malam ini.


"Ini akan terasa sakit, tapi nanti kamu akan merasakan bagaimana rasanya saat aku berada di jibay mu!" ucap Albert yang sudah bersiap dan kini berada tepat di atas tubuh telanjang istri nya.


Satu tangan nya menahan beban tubuh nya dan satu lagi dia gunakan untuk meraba dan mengelus sesuatu di balik hutan lindung itu.


Albert memposisikan diri nya di antara kedua kaki istri muda nya yang terbaring pasrah di atas tempat pertempuran mereka, kini Albert mempertemukan dua benda yang terlihat asing satu sama lain.


Tapi itu hanya sebentar saja, mereka berdua akan menjadi sangat akrab jika sudah saling mengenal.


"sssstttt!"


Diana mendesis pelan saat kedua nya bertemu sengatan yang tidak pernah dia rasakan kini memenuhi setiap rumah yang ada di dalam inci tubuh nya.

__ADS_1


Kepiawaian Albert untuk hal yang satu ini tidak perlu di ragukan lagi, bukti dia sudah menemukan di mana pintu masuk yang tertutup rapi oleh hutan lindung itu.


"Aaahhhh, sssssttt,,,,,,Peellllaaannnn byy,!"


Albert tidak menghiraukan nya perlahan dia menekannya tepat di pintu masuk, Diana menggeleng kepalanya, ini sakit sekali itu masih kepalanya saja belum semuanya masuk lalu bagaimana dia bisa bertahan nanti nya.


Sedikit lagi Albert menekan milik nya tangan nya satunya membantu nya menyibak pegunungan yang terdapat mulut gua di sana sedangkan tangan satu nya memainkan puncak dari benda kembar itu.


Albert mengeram menahan rasa yang memijat Lancau milik nya, dia tidak bisa menunggu lagi, dia ingin segera menenggelamkan nya di dalam sana.


Dia tidak tahan dengan rasa yang membuat nya akan menggila jika dia tahu rasa yang di miliki oleh Diana, di lepaskan milik nya yang masih belum sepenuhnya masuk itu.


Kini giliran Diana yang mengeram kesal karena benda itu keluar lagi dari ruang gelap nya.


"Kenapa di lepaskan hubby?"


Albert hanya tersenyum saat melihat wajah Diana yang kecewa, kecewa karena dia tidak jadi memasukkan Lancau besar milik nya.


Albert merasa Diana sangat tegang atau mungkin dia harus di panaskan terlebih dahulu.


Kembali dia melancarkan aksinya yang membuat Diana melayang jauh dari tempatnya, dia di bawah menuju awang-awang tertinggi yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.


"Hubbyy cepat lah, aku tidak tahan lagi!"


"Sebentar lagi honey,!"


"Aaaahhhh, ssstttt,,,,,,,,Aaahhhh"


Di rasa Diana sudah siap tanpa melepaskan pagutan nya pada bibir Diana dia mengarahkan Lancau milik nya itu tepat di mulut jibay yang sudah kembali mengalirkan susu nya.


Dengan kedua tangan yang sudah berpindah pada benda berjajar itu, dengan sekali hentakan Albert memasuki milik istri yang masih bersagel.


JLEEP


Eeemmmmmppp


Jangan lupa bunga nya juga bintang lima nya akak.

__ADS_1


LEV YUUUU


__ADS_2