
Grep,,,,
Maria tersentak kaget di sana, di menoleh pada sosok yang memeluknya itu, dia pikir itu adalah David putra nya, tapi ternyata suami nya lah yang sedang memeluk nya dengan begitu erat.
"Sayang kenapa di sini?"
Tidak ada jawaban yang keluar dari mulut Albert dia hanya semakin mengencangkan pelukan nya itu, Maria terdiam saat pelukan suami nya itu bertambah erat, dia biarkan suami nya itu untuk meluapkan emosi nya.
Cukup lama mereka berpelukan hingga Maria merasa pelukan suami nya itu merenggang, dan membalikkan tubuh nya menatap ke arah nya.
Maria menatap wajah suaminya itu, di sudut mata nya dia melihat setitik air mata di sana, tangan nya terulur mengusap air mata tersebut, apa yang terjadi kenapa suami nya itu ingin menangis.
"Sayang kenapa?" ucap Maria
"Jangan diam saja, jawab kalau aku bertanya?" tanya nya lagi
"Kenapa meninggalkan aku?"
Maria diam di sana dia tidak menjawab pertanyaan suami nya itu, dia tidak tahu apa yang dia rasakan saat ini.
"Katanya lelah kenapa malah ada di sini?"
"Aku hanya ingin merasakan udara segar saja?"
"Jangan membohongi ku, aku tahu apa yang kamu pikirkan!"
"Apa maksudmu?"
"kembalilah ke kamar mu, aku akan kembali nanti,!" lanjut Maria
"Apa kamar ku tidak lagi sama, Maria?"
Deg.
Apa itu? suaminya memanggil nama nya bukan? dia tidak salah salah dengan kan, apa begitu cepat dia nya tersingkir, hanya dalam waktu satu malam saja.
Maria mundur satu langkah dari tempat nya berdiri, namun saat dia ingin melangkah lagi gerakan tertahan oleh tangan Albert yang narik pinggang nya.
__ADS_1
"Katakan pada ku kenapa meninggalkan aku, apa kamu tahu aku sudah seperti orang gila yang mencari istri ku yang pergi begitu saja?"
"Tidak bisakah percaya pada ku saja, hanya pada ku, tanya kan apa pun yang ingin aku lakukan, bukan mengambil kesimpulan yang belum tentu benar!"
"Akuuuu-!"
"Apa? mau mengatakan apa? katakan, apa yang kamu lihat tidak sama dengan yang sebenarnya terjadi!"
"Aku hanya ingin kamu tidak merasa bersalah pada ku jika kamu benar-benar melakukan hal yang seharusnya dengan nya!"
"Sebegitu buruknya aku di mata mu hingga kamu tidak percaya pada ku!"
"Bukan seperti itu, aku percaya----!"
"Percaya kalau kamu percaya pada ku lalu kenapa kamu berada di sini, sudah aku bilang tunggu aku, tapi ternyata aku suami yang tidak mendapatkan kepercayaan sedikit dari istri yang aku cintai!"
"Dan satu lagi, apa pun yang kamu lakukan untuk ku supaya bisa melakukan hal yang seharusnya dengan dia, itu tidak akan mempengaruhi ku, apa lagi dengan menghias kamar itu dengan inisial nama ku!"
Albert menghirup udara di sana lalu membuang dengan kasar, dan
"Aku kecewa!"
Malam ini Albert merasa menjadi laki-laki paling brengsek yang telah membuat dua wanita itu menangis, dan dua-duanya adalah istri nya sendiri.
Langkah lebarnya terhenti saat tubuh nya di tubruk dari belakang, dan Maria lah yang kini tengah memeluk dari belakang persis seperti apa yang tadi dia lakukan tadi.
"Lepaskan aku, Aku lebih baik pergi saja dari sini dari pada harus melihat semua orang yang aku sayangi menangis karena aku!"
Albert pun mencoba melepaskan dirinya dari tautan tangan Maria yang ada di pinggang nya, Maria yang tidak mau di tinggal pun semakin mempererat pelukannya di sertai gelengan kepala di punggung nya.
"Jangan pergi" ucap nya lirih.
Lagi-lagi Albert harus bersabar menghadapi makhluk yang nama nya wanita, karena seberapa pun usia mereka, akan tetap menjadi anak kecil yang manja di depan suaminya, dan itulah yang kini tengah di hadapi oleh Albert.
"Aku tidak akan pergi jika kamu berhenti menangis!"
Maria mengangguk di punggung tapi pelukan belum juga merenggang, seakan dia takut jika benar-tidaknya di tinggal pergi oleh suaminya itu.
__ADS_1
"Sini!"
Maria pun melepaskan pelukannya dan berdiri di belakang suami lalu kembali masuk ke dalam pelukan hangat suaminya itu, Albert pun menyambut pelukan itu dengan segenap hatinya.
Dia tidak ingin lagi istrinya itu menangis karena nya, dia juga memberikan kecupan-kecupan kecil di puncak kepalanya, dengan tangan yang mengukus Surai rambut istrinya.
"Boleh aku meminta untuk tidak lagi salah paham, dan tidak melakukan sesuatu yang tidak aku suka!"
hanya mengangguk itu lah yang di lakukan Maria, dia menghirup aroma tubuh suaminya yang menenangkan jiwa nya, aroma yang menjadi candu bagi nya setiap saat.
Cukup lama mereka berpelukan sampai Albert mereka pelukan istrinya itu merenggang sedikit demi sedikit, sampai pelukan dari istri nya itu benar-benar terlepas.
Albert menunduk kepalanya, dia bingung kenapa tiba-tiba istrinya itu melepaskan pelukannya, namun ternyata istrinya itu sudah tertidur dalam pelukan, apakah pelukan begitu nyaman hingga dengan posisi berdiri pun dia bisa tertidur.
Albert langsung menggendong nya setelah dia ******* bibir mungil milik istrinya itu, lalu membawa turun ke kamar pribadi mereka.
Saat dia ingin memasuki lift, seseorang yang tadi dia suruh pulang itu pun keluar dari dalam sana, dari pandangan nya dia sudah tahu apa yang terjadi di sana.
Tanpa bertanya apapun, Arga membuka kembali lift nya dan mempersilahkan Tuan nya itu masuk kedalam, dia pun ikut turun satu lantai dari tempat mereka kini.
Dia menemani Tuan nya itu untuk memastikan semua nya berjalan seperti biasa nya, pintu lift terbuka keduanya pun keluar dari sama dan langsung masuk ke dalam ruang tersebut setelah di buka dengan kartu akses oleh Arga.
Albert membaringkan Maria tak lupa juga dia menyelimuti nya,
"Percayalah pada ku, kamu tetap satu-satunya, tidak akan pernah tergantikan!"
Cup.
Albert meninggalkan Maria di sana dia harus menemui Agra yang seperti ada yang ingin dia sampaikan.
"Informasi apa yang kamu bawa?"
"Kelvin masih ada di kota ini, dia tidak akan bisa keluar dari sini, Tuan Grey menutup semua bandara, terminal dan juga stasiun atas nama Kelvin, seperti ada seseorang yang membantu nya hingga dia merasa aman di sana!"
"Mengenai penarikan uang tersebut, kemungkinan besar itu akan di gunakan oleh Kelvin untuk berinvestasi, sebagai modal hidup nya, tapi lagi-lagi Tuan Grey sudah mewanti-wanti semua kolega bisnis untuk tidak memberikan nya informasi jika ada yang dia ajak oleh Kelvin untuk bekerjasama!"
Albert mengangguk dia sangat kagum dengan semua yang di lakukan oleh Geffrey.
__ADS_1
"Mertua Anda itu sungguh mengerikan jika marah------