
"Harta Papa? kau lupa kalau papa tidak ada nama mu di surat wasiat yang di tulis kan untuk mu!"
"Aku tidak mau tahu-----!"
"yang harus kamu tahu adalah bukan darah keluarga Zayne,!"
"Apa maksudmu?"
"Papa ku bukan ayah kandungmu, mama mu menjebak papa ku agar bisa masuk ke dalam keluarga Zayne setelah meninggal nya mama ku!"
"Jangan bicara omong kosong, aku putri kesayangannya!"
Agatha menarik bibir nya sinis, dia tahu pasti bahwa dia bukan adik kandung nya, mengingat wajah dan juga sifat mereka sangat bertentangan dengan sang papa.
"Kalau kau tidak percaya tunggu di sini!"
Agatha naik ke atas menuju kamar nya tak lama kemudian dia kembali turun dengan membawa berkas yang berlambang rumah sakit di sana.
"Baca!" ucap nya sambil melempar map tersebut pada Angela, wanita yang dia anggap sebagai adik nya dulu itu malah berniat menyingkirkan dia dari rumahnya sendiri termasuk mereka suami nya, Geffrey Frazer.
Hubungan mereka berjalan baik sampai pada saat di mana Agatha memergoki Angela sedang merencanakan sesuatu yang buruk pada keluarganya, dia tidak menyangka bahwa wanita yang sudah dia ketahui bukan keluarga nya itu tega berbuat jahat pada nya.
Termasuk rencana untuk melenyapkan Papa Zayne, sejak saat itu lah perang dingin di mulai, Angela yang dulu terlihat menyayangi kedua keponakan nya itu pun, ternyata hanya topeng untuk melancarkan niat nya.
Sampai pada saat papa nya mengatakan bahwa mereka bukan saudara sekandung saat papa Zayne menghembuskan nafas terakhirnya.
kejadian tiga tahun yang lalu itu lah yang menjadi titik awal perubahan rencana yang telah disusun oleh Angela dan ibu nya yang baru saja di ketahui adalah seorang wanita malam yang selalu menghabiskan malamnya untuk menemani pria beruang.
Dia dengan sengaja mendekati Kelvin saat rencana nya gagal untuk mendapatkan kakak iparnya.
Kenapa Kelvin tidak mengenal Angela, itu karena dia tinggal di rumah besar keluarga Zayne, Agatha dan keluarga nya kan datang ke sana setiap akhir pekan, dan waktu itu digunakan Angela untuk menggoda Geffrey.
"Ini pasti palsu, kau jangan serakah Agatha, kau memanipulasi data untuk kepentingan mu sendiri"
"Terserah apa kata mu, sekarang pergi dari rumah ku"
"Tidak, sebelum aku mendapatkan hal ku!"
"Dalam mimpi mu"
"Pergi!"
"Tante, kenapa Tante tega pada adik Tante sendiri, aku tidak menyangka bahwa kalian semua sama-sama gila harta!"
"Tutup mulutmu Kelvin!"
__ADS_1
"Apa ini yang selama ini aku ajarkan, apa aku pernah berkata kasar pada mu!" bentak Geffrey yang marah saat mendengar ucapan dari Kelvin.
"Itu karena kalian semua serakah, memakan harta yang bukan milik kalian!"
Plak
"Maria"
"Mama"
Teriak semua orang yang ada di sana saat Maria menampar putra kesayangannya itu.
"Aku benar-benar tidak mengenal putra yang ku lahir kan dari rahim ku!"
"Aku benar-benar kehilangan putra ku, karena wanita biadab ini, mungkin saat ini kamu belum melihat sisi buruk yang dia tutup untuk menarik perhatian mu, tapi jika kamu sudah tahu siapa dia yang sebenarnya!"
"Jika kamu masih tetap ingin bersamanya, seperti apa kata suamiku, pergi dari sini tinggalkan semua yang pernah kamu miliki, termasuk nama belakang keluarga suamiku!"
Deg.
"Ma!"
"Pergi selagi aku masih menganggap mu manusia" teriak Maria di sana.
"Baik jika itu keinginan kalian, aku kan pergi tanpa membawa apapun, dan selamat untuk mu My Lady," ucap Kelvin sambil menaruh jam tangan dan dompet mahal milik nya.
"Ayo, kita pergi dari sini!"
"Tapi, sudah lah kita bisa mencari harta sendiri tanpa campur tangan mereka!"
"Awas kalian semua!" ancam Angela yang sudah di tarik oleh Kelvin keluar dari rumah Geffrey.
"Satu lagi," ucap Kelvin tanpa berbalik badan.
"Kalau kalian semua ingin tahu siapa laki-laki yang di cintai oleh Diana, dia lah Albert Hamilton suami dari Maria Bethany"
Duaaaarrrr.
Kelvin benar-benar meninggalkan rumah itu tanpa membawa apa pun di sana, tentu nya setelah mengatakan sesuatu yang membuat semua orang kaget di sana.
Bruuukk
"Sayang, Maria, Tante!"
Teriak semua orang saat Maria tiba-tiba jatuh pingsan, mereka panik dan langsung membawa Maria ke rumah sakit.
__ADS_1
Bahkan saking panik nya mereka masuk ke dalam mobil yang sama, jadi lah mereka berlima pergi bersama-sama menuju rumah sakit.
Di dalam mobil Albert masih berusaha membaut Maria kembali mendapatkan kesadaran tapi hasil nya nihil, Maria masih belum bangun sam sekali.
Criiiit
Bunyi rem yang di pijak dan bergesekan dengan lantai terdengar di halaman parkir sebuah rumah sakit internasional yang ada di kota ini.
Mereka semua turun dari mobil, Geffrey langsung memanggil salah satu petugas di sana, Maria kini sudah di baring kan di ranjang pasien dan masuk ke dalam UGD.
Albert yang berusaha menerobos masuk akhirnya di tahan oleh Geffrey.
"Tenangkan dirimu Al!"
"Aku tidak akan memaafkan wanita itu jika sampai istri ke kenapa-kenapa!"
"Iya tenang lah dulu!"
Kini mereka semua tengah menunggu dokter yang menangani Maria di sana, Geffrey berdiri sambil menyandarkan tubuhnya pad tembok tangan nya sibuk mengetik entah apa itu.
Agatha juga Diana mereka duduk bersebelahan sambil menatap Albert yang sejak tadi mondar mandir di sana.
"Duduk lah Albert, tingkah mu membantu ku pusing!"
"Aku takut Tha, aku takut dia kenapa-kenapa!"
"Tenangkan diri mu, sahabat ku wanita kuat dia tidak hanya shock,"
"Dia memegangi dadanya Agatha, aku takut dia-------"
Albert menghentikan ucapannya saat mendengar pintu terbuka dan dokter Yeng menangani istrinya itu keluar dari ruangan tersebut.
"Dengan keluarga pasien?"
"Saya suami nya dok!"
"Begini Tuan, istri anda punya riwayat penyakit jantung yang masih bisa di sembuhkan tapi mungkin karena dia merasakan tekanan yang Begitu kuat menjadi kan kinerja jantung nya melemah dan itu mempengaruhi ginjal nya!"
Deg.
Istri punya penyakit jantung dan dia tidak tahu, suami macam apa dia ini, kenapa juga Maria tidak pernah menunjukkan tanda-tanda nya, atau mungkin dia yang tidak peka terhadap istri nya.
Berbagai pertanyaan muncul di kepala Albert di sana, sampai dia tersadar kembali saat dokter meminta untuk menandai syarat operasi jantung dan segera mencari donor ginjal yang tidak berfungsi secara normal.
Dengan langkah gontai Albert berjalan di temani Geffrey menuju resepsionis untuk menandai tangani surat yang di perlukan.
__ADS_1
Sementara Agatha tetap di sana dengan Diana yang tengah menangis di pelukannya.
"Aku anak pembawa sial ya ma?"