Aku Madu Sahabat Mama

Aku Madu Sahabat Mama
Ulah Albert


__ADS_3

Maria turun dari mobil tentu nya dengan membanting pintu mobil nya, dia teramat kesal dengan suaminya itu, meski pun dia tahu bahwa Albert tidak akan melakukan hal sejauh itu dengan Diana.


Kalau pun dia memang mau melakukan nya tanpa persetujuan dari nya, pasti itu sudah lama sekali dan mungkin juga dia telah punya anak dari madu suaminya itu.


Tapi entah lah sudah hati nya masih sedikit sakit jika membayangkan Lancau besar milik suaminya itu memasuk ke dalam gua gelap yang lain tapi di sisi lain pula dia juga akan merasa bersalah jika dia tetap meneguhkan egois nya.


Maria masuk ke dalam rumah sahabat nya itu, dai masuk ke dalam salah satu kamar yang ada di sana, tak lupa juga dia mengunci pintu kamar, kenapa dia memilih untuk tidak masuk ke rumah nya sendiri.


Itu karena, Albert akan dengan mudah nya membuka pintu dengan kunci cadangan yang mereka taruh di salah satu lemari yang ada di sudut ruangan lantai dua rumah mereka.


Meski dia tahu kalau nanti nya pintu kamar itu juga bisa di buka dari luar saat pemilik rumah itu datang, tapi setidaknya dia bisa mengerjai suami nya itu barang sebentar.


Dia masih ingin tahu seberapa besar cinta yang Albert miliki saat sudah memiliki Diana, apakah cinta itu luntur atau masih tetap sama seperti biasanya.


Sedangkan Albert yang melihat Maria turun dan langsung masuk ke dalam rumah mertuanya pun membelokkan mobilnya ke rumah mertua nya, dia tadi berhenti di depan rumah karena untuk membuka gerbang.


Sensors otomatis dari remote kontrol mungkin harus di perbarui, dia tadi membuka kaca yang otomatis bisa membuka pintu nya juga, itu yang membuat Maria bisa kabur dari dalam mobil nya.


Pintu gerbang rumah mertua terbuka lebar memudahkan Maria dan juga dirinya masuk, Albert turun dari mobil nya membawa serta Diana dalam pelukan nya, dia juga meminta satpam untuk membantu membawakan barang-barang milik kedua istrinya itu masuk ke dalam rumah.


Albert bisa saja membawa Diana ke kamar, tapi dia harus segera membujuk istrinya itu kalau tidak dia bisa malah menuduhnya macam-macam seperti di mobil tadi, dia hanya ingin membuat kesal mertua sekaligus sahabat nya itu, tapi ternyata malah dia kena amukan dari istri pertama nya.


Albert menarik selimut yang ada di kamar dia mana dia menidurkan Diana di sana, air conditioner juga tak lupa dia hidup kan, agar tidur istri keduanya itu nyenyak dan tidak membuat kepalanya bertambah pusing jika mood wanitanya itu juga memburuk.


Tanpa ingin menundanya lagi dia langsung menuju kamar yang menjadi kemungkinan terbesar di tempati oleh istrinya itu, dan benar saja kamar itu terkunci dari dalam.


Tok

__ADS_1


Tok


Tok


"Sayang buka pintu nya!"


"Sayang aku tahu kamu di dalam!"


"Buka pintu atau aku akan benar-benar melakukan nya dengan Diana saat ini juga!" ancam Albert yang sudah hilang akal untuk membujuk istrinya itu.


"Terserah aku sudah tidak peduli lagi dengan mu!"


"Eehh, sayang jangan begitu cepat buka pintunya!"


Tidak ada sahutan dari dalam kamar, Albert mengacak-acak rambut nya, dia menyesal karena telah menjahili mertua nya, dan lihatlah dia kini menerima karma nya secara instan tanpa harus menunggu waktu lagi.


Akhirnya dia pun merebahkan tubuh lelahnya dia sofa yang ada di sana, tak butuh waktu lebih dari sepuluh menit dia sudah terbuai oleh indah nya mimpi yang membawa nya menuju dunia mimpi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di sisi lain Geffrey dia mengeram kesal mendengar ucapan dari menantu lucknut nya, dia benar-benar kesal karena putri kesayangannya itu telah di rusak oleh bajingan tengik itu.


Apakah Geffrey tidak sadar jika orang yang dia sebut sebagai bajingan tengik itu adalah suami dari anak nya sendiri bukan, lalu dimana masalah nya wahai Tuan Geffrey Frazer yang terhormat.


Bahkan jika memang saat itu mereka sudah melakukan nya, mungkin dia sudah menimang cucu anak dari menantu lucknut nya itu.


Geffrey bertambah kesal saja saat rapat yang di hadiri nya itu, tidak kunjung menemukan titik temu nya, semua hanya berputar-putar pada satu titik yang sama sekali tidak ada jalan keluar nya.

__ADS_1


Pada akhirnya Geffrey pun menghubungi seseorang yang menjadi pusat kemacetan dari segala masalah yang tengah mereka hadapi.


Dan lihatlah jika sang penguasa sudah bertitah maka semua berjalan lebih cepat dari apa yang mereka perkirakan, senyum sungging terlihat dari bibir semua orang yang ada di sana, sebagaian dari mereka sudah memprediksi bahwa kejadian ini akan terjadi, jika sang pelopor itu sudah mengulurkan tangannya.


Proyek mangkrak yang mangkrak itu akan beroperasi lagi dalam waktu dekat setelah satu panggilan telepon yang di lakukan oleh Geffrey, padahal saat mereka yang melakukan nya, bahkan mereka juga mendatangi kantor nya, mereka sama sekali tidak mendapatkan akses masuk sama sekali.


Tapi itu tidak berlaku untuk seorang Geffrey Frazer, yang dengan segala kekuasaan nya bisa mengatur pergerakan mereka semua.


Setelah semuanya di rasa siap dan selesai dia langsung keluar dari ruang meeting dan menyerahkan sepenuhnya pada Johan asisten pribadi nya.


Dia kini mencari keberadaan istrinya itu yang sedang berkumpul dengan semua istri dari koleganya.


Dia masuk ke sana dan menghampiri istrinya yang sedang bercengkrama dengan salah satu teman nya.


"Kita pulang!"


Hanya dua kata yang keluar dari mulut Geffrey, dan Agatha langsung berdiri dari duduknya nya setelah berpamitan pada mereka yang ada di sana.


Agatha yang hidup lebih dari tiga puluh tahun itu sudah faham dengan sikap dingin seorang Geffrey jika tengah berada di keramaian seperti ini, dia akan menjadi seseorang yang tidak tersentuh, dingin dan irit bicara tentu nya.


Sifat yang berbanding terbalik dengan yang terjadi setiap hari di rumah, tapi dia sama sekali tidak mempermasalahkan semua itu, justru dia merasa aman dengan sikap Geffrey yang tidak suka banyak bicara dengan orang yang tidak terlalu akrab dengan nya.


Geffrey akan terlihat santai di luar jika sedang bersama dengan Albert, sifat keduanya itu hampir sana, mereka akan menjadi manja dan kekanak-kanakan jika bersama dengan istri nya.


Geffrey berjalan beriringan dengan Agatha keluar dari perusahaan milik salah satu anggota yang terlibat dalam pembuatan proyek yang mangkrak itu, menuju mobil nya.


Mereka harus segera sampai di rumah nya, dengan Geffrey yang sudah tidak sabar ingin menghajar sahabat sekaligus menantu lucknut nya.

__ADS_1


"kira-kira apa yang akan di lakukan oleh Geffrey pada menantu nya itu"


To be continue


__ADS_2