
"Tuan bukan kah dulu pernah ada yang mencoba menjebak anda dan juga Tuan Grey dengan menggunakan topeng wajah"
"Mungkin saja, saat ini juga seperti itu, mungkin saja mereka kini menjebak anda dengan cara yang sama"
"Bisa jadi Nona Diana yang saat ini ada bersama kita itu bukan lah Nona Diana asli"
Deg.
"Agatha"
"Tunggu, jangan keluar dari pintu depan semua, kita harus memastikan apa kah di luar ada mata-mata atau tidak"
"Tunggu sebentar saya akan mengeceknya"
Direktur itu pun membuka Cctv yang langsung terhubung ke ponsel milik nya, di sana dia tidak mencurigai apa pun, semua sama seperti saat mereka tiba di sana tadi.
"Van, coba lihat apa ponsel nya juga di retas?" perintah Geffrey pada Revan.
Direktur yang di ketahui bernama Erik itu pun memberikan ponsel milik nya pada Revan yang langsung di buka oleh nya, setelah beberapa saat Revan bisa memastikan bahwa ponsel milik Erik itu tidak sedang di retas, mengingat dia adalah orang yang sama sekali tidak pernah bersinggungan dengan Albert atau pun Revan secara langsung.
"Aku pinjam dulu, ponsel milik mu ini, aku akan mengabari Agatha supaya dia keluar dari rumah terlebih dahulu"
"Aku setting sebentar, supaya mereka tidak bisa mendengar atau melacak sambung telepon yang kalian lakukan"
Revan kembali memberikan ponsel milik Erik itu pada Geffrey yang langsung menghubungi istrinya saat itu juga.
"Hallo, kamu di mana sayang?" tanya Geffrey dengan suara panik nya.
"Ada apa?"
"Dengar kan aku baik-baik, jangan menjawab apa pun yang aku katakan, kamu hanya perlu melakukan nya"
"Cepat pergi dari rumah, pulang lah sementara ke rumah peninggalan papa mu, jangan bertanya ada apa, dan jangan panik, mengenai anak mu"
"Aku rasa kamu juga merasakan hal yang sama, jadi biarkan saja dia di sana, sekarang cepat pergi dari sana, minta antar sopir yang mengikuti mu sejak kamu masih gadis, mengerti"
"Lakukan sekarang, maaf aku tidak bisa menjemput mu"
Panggilan pun terputus di sana, kini ponsel itu ada di tangan Kelvin yang ingin mengecek keberadaan Mama nya, nasib baik rupa nya berpihak pada mereka, Maria pergi mengenakan gelang pemberian putra nya yang tanpa dia ketahui bahwa gelang tersebut terhubung dengan ponsel milik nya.
"Pa, coba lihat ini" kata Kelvin sambil menunjukkan letak navigasi di mana Mama nya berada.
"Aku tahu tempat itu, di sana lah mama mu ingin menghabiskan masa tua nya"
"Apa kita akan pergi kesana?" tanya David
__ADS_1
"Lebih baik, biarkan dia di sana, akan aman bagi nya jauh dari jangkauan musuh"
"Aku akan menghubungi Johan untuk mengirim beberapa anak buah ku untuk menjaga di sekitar sana tentu nya dengan menyamar"
"Lakukan saja" ucap Albert menyetujui usulan dari sahabat nya itu.
Setelah Geffrey memerintahkan Johan untuk menghandle perusahaan dan juga menjaga Maria, serta istri nya yang tidak pernah lepas dari pengawasan nya.
Kini mereka merencanakan sesuatu untuk membongkar semua yang terjadi selama satu bulan ini, Albert meminta pada Revan untuk mengecek dokumen pindah kuasa itu, yang hanya ada cap jempol nya saja.
Dan meminta pengacara mengkaji ulang dokumen tersebut yang bisa Albert pastikan itu adalah palsu.
Sedangkan mereka sendiri yang akan membongkar kebohongan yang di lakukan oleh Diana, Albert tidak habis pikir kenapa semua seperti itu, dan parah nya lagi kenapa saat ini, perusahaan atas nama Milea.
Atau jangan-jangan Diana palsu itu adalah Melia, tapi itu tidak mungkin, karena saat pertama kali dia melakukan itu dengan Diana, ada bercak dari saat mereka melakukan hubungan suami-istri.
"Apa kamu sudah menebak siapa dalang nya Al?" tanya Geffrey yang kini berada satu mobil dengan Albert dan juga kedua anak nya.
"Pasti ini ulah dari Iblis betina itu, siapa lagi yang begitu terobsesi pada ku"
"Sudah kuduga" jawab Geffrey dengan senyum tersungging.
"Maka nya pa, jangan jadi penjelajah, kalau sudah begini siapa juga yang repot" sungut Kelvin pada papa nya.
Tidak ada lagi yang berani berkata apa pun saat ini, semua orang turun dari mobil lalu masuk kedalam rumah.
Albert yang sudah tidak sabar membongkar semua nya pun langsung ingin masuk kedalam kamar istri nya itu, namun di tahan oleh Geffrey.
"Lepas, apa-apaan kamu"
"Ganti baju mu bodoh, berakting lah seakan kamu belum tahu apa pun "
"Aku pakai bajumu saja"
"Terserah, mandi lah sekalian biar bau parfum mu hilang"
"Bawel"
Albert langsung masuk ke dalam kamar Geffrey dia mandi di sana, lalu memakai baju milik sahabat nya itu, setelah itu dia keluar dari kamar mandi dengan ketiga laki-laki yang sedang duduk di sofa.
Mereka seolah tengah bersembunyi yang takut ketahuan.
"Apa yang kalian lakukan di sini?" tanya Albert yang heran dengan tingkah ketiga nya.
"Rapat meja kotak" sahut Kelvin sekenanya, sambil memakan kue kering yang ada di sana"
__ADS_1
"Ayo kita keluar Grey, kamu harus halangi aku masuk kedalam, biar dia tidak curiga"
"Ayo"
Mereka pun keluar dari sana, menuju kamar milik Diana yang terkunci dari luar.
Di dalam kamar itu, Diana yang sedang duduk di sofa itu pun mendengar ada keributan di sana pun mencoba mendekati pintu dia ingin mendengarkan apa yang terjadi di luar sana.
Sayup-sayup dia mendengar suara suami dan papa nya yang tengah berdebat di sana, dia pun menggedor pintunya, sambil memanggil-manggil suami nya.
"Hubby tolong aku buka pintu nya hubby"
"Hubby, tolong aku, siapapun tolong aku"
Sementara di luar Albert dan juga Geffrey tersenyum saat Diana mulai masuk dalam perangkap nya.
"Ayo sedikit lagi"
Albert pun berjalan mendekat dan semakin jelas suara teriakan dan juga gedoran pintu dari istri nya.
"Honey apa kamu baik-baik saja?" tanya Albert dari balik pintu sambil terus memanggil nya.
"Hubby aku takut, aku takut di sini, keluarkan aku dari sini hubby"
"Sebentar honey, aku sedang mencari kunci nya, apa kamu tahu di mana papa mu itu menaruh kunci cadangan"
"Aku tidak tahu, hubby" jawab nya sambil menangis di sana.
Albert menatap pada Geffrey yang langsung menganggukkan kepalanya.
"Berikan kunci nya pada ku Grey, istri ku ada di dalam kamu mengurung nya sejak tadi pagi, dia juga belum makan"
"Bagaimana dia bisa melayani ku jika dia kau siksa seperti ini"
"Dia anak yang tidak tahu diri, anak yang tidak tahu di untung"
"Biar bagaimanapun dia istri ku, aku berhak atas nya"
"Berikan kunci nya tau aku kan menghancurkan rumah mu ini" ucap Albert yang sedang duduk manis bersama Geffrey.
Sungguh akting mereka patut di acungi jempol, mereka berteriak-teriak seakan tengah bertengkar seperti apa yang di bayangkan oleh Diana, tapi nyatanya mereka malah duduk santai di sana.
Ceklek.
"Hubby, aku merindukan mu"
__ADS_1