
Albert tiba di perusahaan di sambut wajah tak terduga oleh beberapa pegawai nya di sana, begitu juga saat dia naik kedalam lift yang biasa dia gunakan, sampai sampai salah satu direktur bagian menghentikan nya dan meminta nya mengikuti nya keluar dari kantor tersebut.
Meski heran Albert tetap mengikuti apa yang di katakan oleh direktur tersebut, bahkan dia masuk kedalam sebuah taksi yang sama dengan direktur nya terus.
"Kamu ingin membawaku kemana?" tanya Albert yang kebingungan di sana.
"Saya akan membawa anda ke suatu tempat di sana ada Tuan David dan juga Tuan Revan di sana, saya tidak berani memberitahu tuan Kelvin, ponsel saya saat ini sedang di sadap oleh seseorang"
"Apa maksudnya"
"Tolong anda percaya pada saya saat ini, saya tidak akan mengecewakan anda"
Albert pun di bawa ke suatu tempat yang tampak tidak terawat, hanya sebuah rumah kecil di dalam perumahan sederhana, taksi tersebut berhenti di depan rumah tersebut.
Albert dan direktur nya itu turun di sana, lalu masuk kedalam, meski ragu, Albert tetap mengikuti nya, sudah banyak yang tidak dia ketahui selama ini dan dia ingin semua nya terbuka jelas di depan nya.
kreeekkkk.
Pintu yang di buka itu terdengar mengeluarkan suara melengking di sana, menandakan bahwa bangunan itu sudah lama tidak di gunakan, dalam hati nya masih bertanya-tanya apa tujuan direktur itu membawa nya kesini.
Apa yang ada di sini dan ada rahasia apa di dalam nya.
"Silahkan masuk Tuan"
Albert masuk setelah pintu di buka oleh direktur itu dan di sana ternyata ada putra nya David dan juga Revan asisten pribadi nya.
"Akhirnya keluar juga papa mu yang bodoh ini Vid"
"jelaskan pada ku apa yang terjadi"
"Aku tidak tahu, yang sebenarnya tapi yang pasti sekarang perusahaan milik mu di kuasai oleh Melia"
"Aku dan putra mu di depak nya dari sana"
__ADS_1
"Kenapa bisa"
"Kau bodoh atau pura-pura bodoh, semuanya ada cap ibu jarimu dan kamu masih bisa bilang kenapa, sungguh aku tidak bisa berfikir dengan jernih sekarang"
"Apa yang ada di dalam isi kepala mu itu hanya mencari kenikmatan saja, sebegitu hebatnya wanita itu hingga membuat mu lupa pada wanita yang menemani mu sejak awal"
"Coba ingat kembali, apa ada yang aneh selama ini?"
"Tidak ada, hanya Diana yang tiba-tiba mengurung ku, selama seminggu ini dan juga pengakuan yang menurut ku sangat janggal"
"Sejak kecil dia berada dalam asuhan ku dan juga Maria, bisa di bilang dia lebih cocok di sebut anak ku dari pada Geffrey, tapi tingkah nya selama tiga Minggu ini membuat ku curiga"
"Kau di sini Al?"
Albert pun menoleh pada pada pria yang menjadi ayah mertua nya saat ini, dia duduk di sana bersama putranya, Kelvin.
"Kalian berdua di sini, lalu di mana Mama kalian?" tanya Albert gusar dengan keselamatan istri nya.
"Aku tidak tahu pa"
"Al, bukan nya Maria tidak memiliki kerabat satu pun, kemana dia pergi saat ini"
"Aku tidak tahu, dia menanggalkan seluruh perhiasan sampai cincin pernikahan yang aku larang dia lepaskan apa pun yang terjadi pun, dia melepaskan nya, di sana aku memasang GPS untuk mengetahui keberadaan nya"
Mendengar itu kelvin langsung membuka ponsel milik nya berniat untuk menghubungkan GPS yang dia pasang di gelang yang dia berikan pada Mama nya dulu.
Namun belum sempat dia membuka kunci layar ponsel nya, gerak cepat David merebut ponsel adik nya itu mengurung kan niat Kelvin untuk menghubungi nya.
"Jangan gegabah Vin, ponsel kita saat ini sedang di retas, jika kamu mencari tahu keberadaan Mama lalu ketauan mama di mana, akan sangat berbahaya bagi mama"
"Apa lagi jika jarak tempuh kesana jauh, belum lagi kalau tempat mama itu lebih dekat dengan sarang musuh, kau mau Mama di tangkap oleh mereka"
Albert mencoba mencerna apa yang di katakan oleh kedua anak nya, tiba-tiba dia mengingatkan tentang rumah masa depan yang di beli istri nya itu dari uang yang dia kumpulkan saat bekerja sambil kuliah dulu.
__ADS_1
Hasil nya bisa dia belikan rumah di salah satu perbukitan yang cukup memakan waktu lama jika ingin ke sana.
Albert langsung berdiri dari duduk nya saat mengingat nya, dia ingin pergi kesana menemui istrinya, ya pasti istrinya itu ada di sana.
"Papa mau kemana?"
"Menjemput Mama mu"
"Papa tahu di mana Mama sekarang?"
"Aku hanya menebak satu tempat, kemungkinan besar Mama mu ada di sana"
"Kamu jangan pergi kemanapun Al, itu akan membuat mereka semakin mempermainkan mu"
Albert kembali duduk di kursi nya, saat revan mulai menceritakan semua yang terjadi di perusahaan, mulai dengan Albert yang mangkir dari tugas nya di tambah David yang tidak selalu saja mendapatkan kendala saat pergi ke perusahaan pun membuat Revan menyimpulkan sesuatu.
Di tambah Diana yang tiba-tiba mengambil alih perusahaan juga menghapus daftar ahli waris dan kepemilikan atas semua harta milik atasan nya itu menjadi milik nya pribadi.
Semua orang memprotes nya tapi ancaman yang di layangkan Diana, membuat semua orang takut, dan puncak nya adalah secara tidak hormat dia memecat Revan dan juga David yang merupakan akhir waris sah untuk memegang penuh perusahaan milik papa nya itu.
"Aku tidak yakin jika Diana melakukan semua ini" kata Geffrey setelah Revan menceritakan semua yang terjadi di dalam perusahaan yang membuat nya saat ini bobrok di dalam nya.
"Aku pun merasakan hal yang sama, tapi kenapa dia melakukan ini semua, dan bahasa nya di gunakan tadi itu sangat tidak masuk di akal"
"Itu lah Al, kita mengenal nya bukan sehari dua hari tapi sejak kecil kita berdua mengasuh nya bukan?" ucap Geffrey mengeluarkan uneg-uneg nya.
"Dan sikap nya tadi jelas bukan dia, apa kau pernah dengar dia meninggikan suara nya di depan ku"
"Itu tidak mungkin pa, aku tahu Diana bagaimana manja nya pada mu, di hadapan mu dia menjadi seekor kucing manis yang ingin dielus setiap detik nya"
"Beda pada ku yang seperti singa betina yang baru saja melahirkan anak nya, selalu ingin mengajak ku berduel jika bertemu"
Tidak ada yang menyahuti apa yang di katakan oleh Kelvin tadi, semua diam sampai perkataan direktur itu membuat mereka semua melotot.
__ADS_1
"Agatha"