
Semua orang tertegun mendengar pengakuan Diana, bahwa dia sejak dulu memang sudah mencintai Albert, pengakuan itu membuat mereka semua bungkam.
Tidak ada satu pun di antara mereka yang menjawab itu, sampai dia kembali mengatakan sesuatu yang lebih lagi membuat mereka yang ada di sana shock.
"Kalau pun Mama dan siapa pun meminta ku untuk bercerai dengan Om Al, aku akan melakukan nya tapi aku tidak akan pernah menikah lagi!"
"Aku hanya ingin menikah satu kali dan itu dengan Om Al, aku tahu mungkin orang menyebut ku gila atau Pelakor sekali pun tapi aku tidak peduli!"
"Dari awal aku sudah mengatakan bahwa aku ingin menjadi selir bukan ratu untuk Om Al, aku juga tidak ingin menggeser posisi ratu yang di milik oleh Tante Maria!"
"Aku sadar siapa aku dan posisi ku, jadi kalau pun nanti suami ku cenderung lebih memilih bersama istri pertama nya, aku akan terima, yang aku inginkan hanya pengakuan dari kalian semua bahwa aku juga istri Om Al itu saja!"
"Aku juga tidak akan menuntut apa pun, kalau pun aku tidak mendapatkan nafkah dari nya aku bisa mendapatkan semua nya sendiri!"
"Aku hanya ingin di akui, itu saja tidak perlu sepanjang waktu hanya beberapa menit saja, itu sudah cukup membuat ku bahagia!"
"Tapi sayang apa kata orang di luar sana tentang kamu yang menjadi istri kedua sahabat orang tuanya sendiri, mama tidak mau kamu di cap tidak baik oleh orang di luar sana!"
"Ma, aku tidak peduli dengan apa yang orang katakan tentang aku, yang pasti aku hidup tidak dari mereka aku hidup dengan cara dan takdir ku sendiri!"
"Kita memang di lahir kan di bumi yang sama tapi dengan takdir yang berbeda"
"Apapun itu alasan mu aku tidak akan pernah merestui pernikahan kalian, kenapa kamu tega menyakiti hati teman mama sendiri kamu juga wanita harus nya tahu apa yang di rasakan oleh Tante Maria!"
"Kamu jangan egois nak, yang sebenarnya kamu rasakan bukan cinta hanya rasa sayang karena kalian yang selama ini dekat "
"Baiklah aku terima keputusan mama, tapi aku akan melepaskan Om Al, aku tunggu surat gugatan cerai nya Om, dan setelah semua nya selesai aku juga pergi dari sini jangan pernah mencari karena saat aku menandatangani surat cerai itu"
"Itu artinya aku juga mati saat itu juga!"
Diana lalu bangkit dari duduknya menghapus air mata yang mengalir di pipi nya.
Dia berniat akan pergi dari rumah nya, dia merasa bahwa dialah sumber dari ketidak harmonisan semua orang yang ada di sana.
"Tetap di tempat mu Diana!"
"Berani melangkah satu langkah lagi, aku akan mengurung mu di tempat yang tidak pernah kamu pikirkan!"
Diana membeku di tempatnya, aura tidak bisa di rasakan menusuk kulit nya, dia ingin segera pergi tapi isi kepala dan hati nya tidak sejalan.
__ADS_1
Apa lagi tangan kanan nya di pegang oleh Albert di sana, dia tetep berdiri membelakangi semua orang yang sedang bersitegang.
"Beri aku satu alasan kenapa kau menolak ku, jika hanya karena aku bajingan lalu apa kabar dengan suami mu?"
"Tapi dia tidak menikah lagi, ah iya aku paham sekarang, kau hanya ingin menjadikan putri ku pemuas nafsu mu saja kan, karena Maria tidak lagi bisa mengimbangi mu lagi!"
"Aku tahu akal bulus Albert!" teriak Agatha semakin menjadi di sana.
Brak
"Kau"
"Jaga ucapan mu, jika aku hanya ingin memuaskan nafsu bejat ku aku bisa membeli berapa pun wanita bahkan dengan harga tertinggi sekali pun!"
"Tanyakan, tanyakan pada putri mu itu apa aku pernah lewat batas dalam menyentuh nya,!"
"Aku masih sangat waras untuk menjadikan putri mu sebagai pemuas nafsu ku!"
"Jangan kan dengan Diana yang masih gadis, dengan Maria yang sudah aku jamah puluhan kali kalau dia tidak menginginkan nya, aku akan lebih memilih menuntaskan nya kamar mandi!"
"Apapun alasannya aku tetap tidak akan setuju!" teriak Agatha yang semakin marah pada Albert.
"Jangan gila kau Albert seenak nya mengambil keputusan dalam keadaan seperti ini!"
"Lalu apa yang harus aku lakukan, sungguh aku tidak lagi bisa memikirkan apapun, aku muak dengan semua ini!"
"Sayang, Om Al!"
Albert menulikan pendengaran nya dia terus berjalan keluar dari rumah sahabat nya itu, di kecewa dengan tuduhan dari Agatha selama ini dia yang menjadi wanita itu dengan ketulusan tapi kenapa dia malah di tuduh menjadi nya sebagai istri pelampiasan nafsu yang benar saja.
Maria yang berlari lebih dulu mengejar Albert tidak menemukan suaminya itu, hanya terdengar suara mobil yang laju kencang meninggalkan rumah tersebut.
Sedangkan Diana hanya diam terpaku tanpa bisa melihat suaminya itu.
"Aku titip Om Al Tante meskipun aku tahu tanpa aku memintanya sekali pun Tante akan menjaga suami kita baik-baik tapi aku ingin mengatakan ini pada Tante, sebagai seorang anak pada ibu nya!"
"Mungkin kepergian ku adalah sumber kebahagiaan untuk semua orang, aku minta maaf pada mu Tante, aku telah merusak keharmonisan rumah tangga mu!"
"Aku pamit, sampaikan terima kasih ku pada mama dan papa juga pada Om Al jika di sudah pulang!"
__ADS_1
"Tolong sampaikan juga maaf ku pada mama dan papa, pada Om Al juga, aku belum bisa jadi istri yang baik untuk nya!"
"Maafkan aku Tante!"
"Selamat tinggal!"
"Aku tidak mengizinkan mu pergi, jika kamu pergi selama aku tidak akan pernah mau memaafkan mu dan aku tidak akan lagi mengizinkan mu menjadi istri kedua suamiku!"
"Tapi tante----!"
"Jangan membantah ku, istri seorang Albert tidak boleh lemah, jadi mari kita tunjukkan pada semua orang bahwa di antara kita tidak ada perselisihan apa pun!"
"Bagaimana dengan mama Tante!"
"Biar itu menjadi urusan papa mu!"
"Ayo kita pulang!"
"Kemana?"
Tuk
Aww
"Sakit Tante!"
"Mau aku tambah lagi!"
Diana menggeleng di sana, lalu Maria menarik nya keluar dari rumah keluarga Frazer menuju istana nya milik mereka bertiga.
Sampai di sana Maria membuka pintu dan
"Selamat ulang tahun dan selamat datang di keluarga Hamilton"
Diana menutup mulut nya tidak percaya, kalau pertengkaran tadi hanya lah sandiwara mereka, untuk membuat kejutan ulang tahun nya.
dia menangis haru di sana, bagaimana tidak dia yang tadi nya mengira kalau tidak akan bisa bersatu dengan suami nya itu malah mendapat surprise party dari mereka semua.
"Pejamkan matamu dan make wise Honey!"
__ADS_1
"Honey ?????!"