Aku Madu Sahabat Mama

Aku Madu Sahabat Mama
Tersangka


__ADS_3

Pagi telah tiba, mereka semua telah bersiap untuk melakukan aktivitas nya masing-masing, tapi tidak dengan Diana, wanita itu masih menggulung tubuh nya di bawah selimut.


Tadi malam saat semua orang tengah menikmati indah nya gempa lokal, dia sudah masuk ke dalam alam mimpi nya dan hingga sinar mata hari meninggi dia belum juga terbangun dari tidurnya.


Di depan rumah Diana seseorang yang telah menyelesaikan sarapan nya pun berjalan kaki menyeberangi jalan menuju rumah sahabat nya, dia Albert yang ingin menanyakan tentang keberadaan anak kandungnya yang tidak pulang ke rumah semalam.


Sangat aneh bukan saat orang tuanya sendiri tidak tahu di mana keberadaan anak nya, malah orang lain yang tahu setiap kegiatan anak kandungnya sendiri.


Tapi saat dia memasuki rumah sebuah pemandangan yang tidak mengenakkan mata nya langsung tersaji di depan nya.


"Hentikan tingkah laku kalian yang seperti anak baru pacaran saja, apa yang semalam masih belum cukup"


Geffrey melirik sekilas, dia terus mencium bibir istrinya itu di depan sahabat nya yang pagi-pagi sudah datang ke rumah nya, entahlah apa yang membuat sepagi ini menganggu kesenangan nya.


"sialan"


Albert duduk di kursi meja makan lalu mencomot satu pisang yang ada di sana, dia jengah dengan ulah pemilik rumah yang tidak mengganggap nya sama sekali.


"Aaahhh"


"Uhuk-uhuk"


"Kembalilah lagi ke kamar jika masih ingin melubangi tembok jangan di sini bajingan!"


"Ada apa Al, pagi-pagi sudah datang kesini?" tanya Agatha seperti tidak terjadi apapun di sana.


Sedangkan Geffrey dia memicing ke arah Albert yang seperti sedang mengkhawatirkan sesuatu.


"Katakan apa yang ini kamu ketahui?"


"Di mana Kelvin?"


"Bukan kah kamu papa nya? kenapa bertanya padaku!"


"Dia memang anak biologis ku tapi kau ayah tiri nya!"


"Kalian lanjutkan kalau mau berdebat aku ingin membangunkan Diana!"


Albert menyengitkan dahi nya tidak bisanya Diana belum bangun saat matahari sudah muncul sepenuhnya


"Apa dia sakit Tha?"


"Aku juga belum tahu, ini mau aku lihat dulu?"


"Cepat lihat sana dan segera kasih tahu apa yang sebenarnya terjadi!" Agatha mengangguk lalu berdiri dari duduk nya.


"Kamu sudah sarapan Al?"


"Sudah"


Agatha tidak menjawab lagi dia langsung berjalan menuju kamar putri itu.

__ADS_1


"Katakan, dimana Kelvin?"


"Dia sedang aku suruh keluar kota!"


"Haaaaa, untuk apa?"


"Aku sedang ada kerjaan di sana jadi dia aku suruh menanganinya!"


" Lalu perusahaan ku siapa yang menjalankan kalau Kelvin kau ajari mengelola perusahaan mu?"


"Dia calon menantu ku jadi dia yang akan menjalankan bisnis milikku!"


"Jangan ngawur kamu, lalu bagaimana dengan perusahaan milik ku?"


"Kau urus saja sendiri!"


"Dasar kau bisa menyusahkan orang saja,!"


"Kenapa kau keberatan Al, anakmu saja yang menjadi calon menantuku tidak banyak protes !"


"Tapi kasihan dia jika harus memegang dua perusahaan sekaligus yang ada nanti dia tidak ada waktu bersama Diana!"


"Aku yakin dia bisa"


"Terserah mu saja, aku hanya tidak ingin dia keteteran dan berimbas pada kestabilan perusahaan!"


"Lalu gunanya kita apa?"


"Kau pikir aku rela jika aku masih bekerja sedangkan kau sudah ongkang-ongkang di rumah HAA, tentu saja tidak !" lanjut Geffrey dengan wajah yang tidak merasa bersalah sedikitpun


Geffrey mengumpat Albert yang melempar nya dengan sendok yang ada di tangan nya dan sial nya tetap mengenai pelipis nya.


Saat Albert ingin menjawab sahabat nya itu suara istrinya terdengar dari lantai atas.


"Pa, Diana dia tidak mau bangun!"


Atensi kedua orang itu langsung beralih pada Agatha, mereka berdua langsung menuju ke lantai dua tetap nya kamar Diana.


"Ada dia sakit Tha!"


Belum juga mereka sampai di atas Albert sudah berteriak seperti itu.


"Apa yang terjadi sebenarnya!"


"Diam lah Al, kita hampir saja sampai dan kau bisa melihatnya sendiri putri mu itu!" ketus Geffrey saat Albert terlihat sangat cemas hanya mendengar Diana belum bangun tidur.


Albert langsung terdiam saat mendengar bentakan dari Geffrey, mereka bertiga langsung masuk kedalam kamar yang tidak di kunci oleh si pemiliknya.


"Sayang" panggil Geffrey sambil mengelus rambut Diana.


"Diana bangun, ini sudah siang sayang!" ucapnya lagi dengan suara yang sangat lembut.

__ADS_1


Tidak ada pergerakan sama sekali dari wanita itu, entah karena kelelahan karena menangis semalam atau karena dia yang terlalu dalam memasuki alam mimpinya.


Geffrey menempelkan punggung tangan milik nya pada dahi putri nya itu tapi dia tidak merasa panas pada dahi putrinya itu lalu kenapa dia belum bangun juga.


Bahkan Agatha tadi sempat mengguncang tubuh Putri nya itu cukup keras, tapi Diana masih saja terlelap.


Kedua orang tua kandung Diana saling bertatap satu sama lain, kedua nya lalu mengalihkan pandangan pada sosok laki-laki yang bahkan lebih cemas dari mereka berdua.


"Lihat saja kalau sampai dia bangun saat sahabat lucknut mu itu membangunkannya, aku akan mengetes DNA nya,!" geram Geffrey pada sahabat nya itu.


Buukkk.


"Kenapa kalian berdua suka sekali melakukan KDRT pada ku?"


"Kamu menyebalkan Geffrey frazer,!"


"Aku jadi ragu tentang siapa ayah kandungnya, kenapa dia sama sekali tidak punya ikatan batin dengan ku, kenapa malah dengan bajingan ini Haaa?" kata Geffrey mengungkapkan kekesalannya itu.


Sedangkan orang yang menjadi tersangka dan tertuduh di sana hanya menggidikkan bahunya tidak tahu.


"Bangunkan putri mu itu Al?" geram nya lagi.


"Kenapa harus marah-marah!" ucapnya sambil berjalan santai mendekati Diana yang masih tertidur pulas.


"Princess, wake up!,. heeyy!" ucapnya sambil mengelus lembut pipi Diana.


"princess wake up, diiihhhh aku seperti mau muntah saja!" Geffrey menirukan ucapan Albert yang begitu lembut pada putrinya itu.


Albert melirik tajam pada Geffrey yang mengejek nya terang-terangan.


"Sayang bangun!"


"Eeeeeemmm" suara lenguhan terdengar dari mulut Diana yang masih mengumpulkan setengah nyawanya yang masih berkeliaran.


"Aku benar-benar ingin memberitahu Maria tentang ini!"


"Aku benar-benar curiga dengan kalian berdua!"


"Heeey apa-apa kamu, salah kan saja dirimu yang tidak bisa sedekat itu dengan putri mu, kenapa malah menyalahkan aku!"


"Kalian ini bisa tidak jangan mendebatkan sesuatu yang tidak penting sama sekali" ucap Albert sambil memutar bola mata malas nya.


"Diam"


"Diam"


Albert langsung terdiam saat mendengar bentakan dari sepasang suami-istri itu.


Sedangkan Diana yang mendengar suara yang begitu keras di samping nya pun langsung membuka mata nya,


"Mama, Papa kenapa kalian ada di sini?" ucap nya yang merasa heran saat melihat orang tua nya berada di kamar milik nya.

__ADS_1


Tambah terkejutlah Diana sat melihat siapa yang tengah duduk di samping nya itu, sambil mengusap lembut pipi nya.


"


__ADS_2