Aku Madu Sahabat Mama

Aku Madu Sahabat Mama
Kabar mengejutkan


__ADS_3

Pagi sudah menjelang, baik Geffrey ataupun Albert mereka tidak bisa memejamkan matanya barang sebentar, begitu dengan kedua asisten pribadi mereka.


Jika biasa nya Johan tidak tidur sampai pagi karena asik dengan wanita nya namun kali ini berbeda, dia tidak tidur karena atasan nya yang memarahi nya habis-habisan.


Dia sudah menjelaskan semuanya tapi Tuan nya itu tidak mempercayainya sama sekali, begitu juga dengan Lucas yang tidak tahu apa-apa tapi juga menjadi sasaran emosi kedua atasannya.


Sejak tadi bagi dia bersama nya dan berpisah saat malam hari, setelah pulang dari tempat pertemuan pun dia langsung kembali ke apartemen nya, begitu juga dengan Johan dia malah langsung meluncur ke club malam yang biasa dia datangi.


Tentu saja itu tidak akan menyulitkan siapapun untuk mencari nya tinggal pergi ketempat langganan nya itu, kamar yang dia booking juga tetap sama dan tidak ada yang bisa merubah nya.


Seperti tadi saat Johan tidak bisa di hubungi, Lucas pun tanpa pikir panjang langsung menyusul nya kesana, kalau tidak pasti dia yang akan menjadi bulan-bulanan kedua orang yang masih menetap nya itu.


Mereka tetap ada di pinggiran pantai sambil mencari jalan keluar dari masalah yang tengah mereka hadapi.


"Al, aku merasa ada yang tidak beres di sini"


"Aku juga begitu Grey, bukan sehari dua hari kita mengenal mereka bahkan sejak kita masih belum mengerti apa-apa sampai kita sudah punya anak tidak pernah sekalipun mereka berulah seperti itu"


"Kau benar Al, aku lebih suka mereka menghamburkan uang untuk membeli sesuatu yang tidak penting di banding acara kabur seperti ini!" keluh Geffrey pada Albert.


Mereka kembali terdiam, sebelum akhirnya memilih untuk pulang saja ke rumah, tubuh nya terasa lelah namun harus tetap bekerja karena ada jadwal meeting yang tidak bisa di tunda lagi.


Sampai di rumah mereka langsung di sambut oleh sekretaris nya yang tidak biasa nya akan datang ke rumah pribadi nya jika tidak ada sesuatu yang darurat.


"Kenapa mereka ada di sini?" tanya Albert yang pusing dengan urusan kedua istrinya, lalu apa lagi ini, jangan bilang kalau perusahaan sedang bermasalah.


Geffrey memarkirkan mobilnya dengan sembarang lalu turun dari mobil dan menghampiri keduanya.


"Selamat pagi Tuan!" sapa kedua nya.


"Ada apa kalian pagi-pagi sudah datang kemari, apa ada masalah serius?" tanya Geffrey yang merasa sedikit cemas.

__ADS_1


"Data perusahaan di hack Tuan beberapa data penting kini sudah menyebar luar, saya sudah mencoba menahan nya dengan hacker yang kita punya tapi rupanya kemampuan mereka masih jauh di bawah para pengacau itu"


"Dan yang semakin gawat adalah harga saham turun drastis hingga ke titik terendah dari pertama perusahaan ini di bangun Tuan"


"Apa, kita kantor sekarang, selamat apa yang masih bisa di selamat"


"Al kau ikut aku bantu aku urus perusahaan"


Albert ingin mengangguk tapi perkataan sekretaris nya membuat kepalanya bagai di hantam ribuan batu.


"Maaf Tuan Grey, hotel yang berada dalam naungan perusahaan Hamilton group juga sedang ada masalah besar"


"Bahkan di beberapa kota sudah di adakan lelang untuk dapat memiliki hotel tersebut, dengan dokumen resmi yang sudah di tanda tangani oleh Tuan Al"


"Bajingan, apa yang sebenarnya terjadi kenapa kita bisa kecolongan seperti ini"


"Grey kita berpisah di sini, kita harus menyelamatkan semua nya, setelah itu kita cari tahu kemana pergi nya para wanita itu"


Tanpa banyak kata mereka langsung pergi ketempat tujuan masing-masing, yang berlawanan arah.


...****************...


Keinginan yang tidak mungkin bisa terjadi begitu saja, mengharapkan kehancuran seorang Geffrey bukan lah sesuatu yang mudah seperti membeli bunga di tepi jalan.


Bayangan tentang kehancuran tentang kedua orang yang merebut wanita nya itu tetap menggelora dalam hati mereka, saat kehancuran itu terjadi mereka akan sangat mudah untuk menarik wanita-wanita mereka kedalam pelukannya.


Dia juga harus membuat mereka bercerai agar tidak lagi ada halangan yang menghalangi niat mereka untuk memilih wanita tercinta nya.


Mereka yakin kalau ketiga wanita itu tidak akan mau bersama pria miskin seperti mereka, tentu nya ada harga yang harus mereka bayangkan untuk sebuah obsesi yang mereka lakukan saat ini.


"Tunggu sebentar lagi My queen aku akan menjemputmu dan langsung menikahi saat itu juga"

__ADS_1


"Ya kita harus menggelar pesta pernikahan sepuluh hari berturut-turut untuk merayakan semua nya"


"Kamu benar dan biarkan dokter ini memberikan obat agar mereka semakin menurut pada kita"


"Bukan begitu Boy"


Pria berusia dua puluh lima tahun itu hanya tersenyum saat mendengar apa yang di rencanakan oleh kedua pria di hadapan nya.


Tak peduli itu cinta atau obsesi yang pasti dia ingin memiliki wanita yang berhasil membuat nya jatuh cinta pada nya sejak pertama kali bertemu.


"Tidak sia-sia aku merencanakan semua ini jika semua bisa berjalan begitu mulus, bahkan mereka tidak menyadari apa yang sebenarnya terjadi"


"Mari kita rayakan semua ini dengan berpesta sampai esok hari" kata pria yang berusia Lima puluh tahunan itu.


Mereka pun merayakan pesta menyambut kehancuran Hamilton group dan G and A corporation.


...****************...


Sementara Agatha bertambah geram saat melihat suaminya itu berada di dalam ruangan meeting di kelilingi oleh para pegawai nya mengenakan pakaian super terbuka dan tentunya memamerkan keindahan yang tersembunyi itu.


Bahkan tidak jarang ada yang dengan berani menyodorkan jelly kenyal milik nya agar di nikmati oleh suaminya itu.


Pria yang menjadi suami itu justru merasa bebas tanpa beban saat dia tidak lagi ada di sana, begitu juga dengan Maria dan Diana mereka juga mendapat pesan dari nomor yang tak di kenal yang mengirimi nya foto dan video Albert yang ada di dalam kamar kelas bisnis milik mereka.


Maria menguatkan hati nya agar tidak kembali lemah dan menyusahkan sahabat dan istri kedua suaminya itu, dia lalu menatap pada Agatha yang masih fokus dengan kegiatan nya melihat video yang baru mereka terima.


"Tha, istirahat lah kamu pasti lelah"


"Tidak perlu Ria aku baik-baik saja, jangan khawatir kan aku"


"Apa yang akan kita lakukan saat ini, aku sungguh sudah tidak sanggup lagi hidup dengan nya" kata Maria yang terlihat paling tersakiti di sini.

__ADS_1


Semua orang terdiam tanpa ada suara di sana, sampai satu perkataan Diana yang membuat mereka memejamkan matanya.


"Aku akan meminta cerai setelah anak yang ada di dalam kandungan ku lahir"


__ADS_2