Aku Madu Sahabat Mama

Aku Madu Sahabat Mama
Ngambek


__ADS_3

Malam memang belum cukup larut, tapi waktu sudah menunjukkan lewat jam makan malam, mungkin di antara kebanyakan orang yang belum menikmati makan malam itu karena sibuk atau sedang menunggu pesanannya.


Salah satu nya adalah Diana Beatrix Frazer yang sejak tadi menunggu makanan yang di pesan nya pada sahabat Mamanya itu, namun hingga kini pesanan itu tak kunjung datang membuat uring-uringan saja.


Papanya sampai kesal sendiri dengan tingkah anak nya itu, jika menginginkan sesuatu dan yang di mintai itu adalah Albert, maka tidak ada satu pun orang yang bisa menggantikan nya untuk membeli apa yabg dia ingin kan.


"Mau sampai kapan kamu mondar-mandir seperti itu Diana, Papa pusing lihat kamu seperti itu!"


Diana menghempaskan tubuhnya di sofa yang ada di ruang keluarga, bibir nya bertambah panjang satu setengah senti ke depan, Geffrey yang melihat nya pun ingin sekali tertawa, tapi dia berusaha menahan nya, jika tidak Diana pasti akan menyemburkan lahar nya.


Jadi dia memilih diam saja, pura-pura tidak tahu dan tidak melihat kadang menyelamatkan diri dari mata bahaya.


satu menit, sepuluh menit sampai tiga puluh menit orang yang dia tunggu tak kunjung datang, dia yang tadi nya memainkan ponselnya pun dia lemparkan begitu saja ke atas meja.


Mama dan Papa nya yang tengah serius menonton acara televisi pun terjingkat kaget saat mendengar suara benturan tersebut.


"Astaga Di, apa yang kamu lakukan, kamu membuat mama jantungan saja!"


Diana tidak menjawab ucapan Mama nya itu dia hanya diam tanpa mau menyahuti ucapan Mama nya.


"Aku saja ya, yang pergi belikan kamu makan?" tanya Geffrey dengan lembut sambil mengelus rambut panjang Diana.


"Sudah sana belikan saja dari pada uring-uringan gak jelas gitu!"


"Mama sama papa saja yang makan!, aku gak mau"


"Coba hubungi lagi siapa tahu dia lupa atau bagaimana?"


"Om Al bilang tidak akan lupa pesanan dari ku?"


Geffrey menghela nafas nya dia tidak tahu harus bagaimana lagi menghadapi anak keduanya yang begitu manja pada sahabat nya itu.


Untung saja Maria memakluminya jika tidak mungkin dia akan sangat tidak enak hati pada kedua sahabatnya itu, tapi mau bagaimana lagi, orang Maria juga begitu kalau Albert melupakan pesanan Diana pasti Maria akan marah-marah pada Albert dan berimbas pada????


Ya kalian tahu lah apa itu, semacam kebutuhan lapar yang lain!!!!


Diana menyambar ponsel nya lalu dia matikan dan di masukkan ke dalam tas nya, dia berjalan dari sana dengan langkah kaki yang seperti di hentak- hentakan, dia berjalan menuju kamar nya.


Agatha melirik ke arah suami nya itu, seolah bertanya apa yang harus mereka lakukan, sedangkan Geffrey hanya mengangkat bahu nya saja.


Geffrey sangat pusing memikirkan semua itu, untung saja Stevani tidak pulang ke rumah ini, kalau pulang pasti akan ada lagi perdebatan yang membuat kepalanya ingin pecah.


"Coba tanya kan pada Maria, apa Albert sudah pulang?"


Tut

__ADS_1


Tutt


"Hallo Tha, apa Albert di sana?"


"Aku menelepon mu ingin menanyakan dimana dia sekarang malah kamu bertanya balik!"


"Jadi dia belum pulang, aku pikir dia di sana bukan kah tadi putri nya itu ingin makan malam dari street food yang dia belikan?"


"Itu Masalah nya putri nya itu uring-uringan tidak mau makan dia!"


"Laki-laki tua itu kemana perginya? apa masih di kantor?"


"Mana aku tahu?"


"Suruh putri nya itu untuk pulang lah, dia pasti akan nurut!"


"Kamu ini seperti tidak hafal sikap nya bagaimana kalau sedang ngambek sama Albert!"


"Iya aku tahu jadi biarkan saja dia yang akan memberikan hukuman pada Om nya itu,"


"Kau terdengar sangat bahagia sekali jika suami mu itu di marahi anakku!"


Ha-ha-ha


"Kalian ini kenapa suka sekali menyusahkan kaum kami?" ucap nya dengan nada sedikit jengkel.


"Itu pasti ha-ha-ha!"


"Terserah kalian saja!" jawab Geffrey yang tampak menghubungi seseorang.


"Hallo, kenapa kau mengganggu ku?"


" Memang nya apa yang kau lakukan, kau tidak sedang kuda-kudaan kan?"


"Kalau pun iya mau apa kau Haa?"


"Berani sekali kau melakukan hal seperti itu lagi Albert" ucap Geffrey dengan suara yang sedikit meninggi.


"Memang apa salah nya, toh aku melakukan nya dengan istri ku, kalau kamu mau bukankah Agatha ada?"


"Kamu memang brengsek Al, bisa-bisanya kau mengkhianati sahabat ku dan membuat anak ku menunggu mu hanya untuk makan malam!" bentak Geffrey yang sudah kehilangan kesabaran nya itu.


"Apa yang terjadi pada Diana, kenapa dia menangis?"


"Kau tidak perlu, lakukan saja apa yang membuat mu bahagia, tenang saja aku sanggup menanggung semua nya sendiri termasuk istri dan juga ke dua anak mu!"

__ADS_1


"hey hey apa yang ka----!"


'SIALAN'


Batin nya ingin membuat semua orang kesal kerena tadi tidak ada yang menahan nya saat di keluar dari butik,ini malah kena amukan benaran dari sahabat nya itu, belum lagi drama yang dia ciptakan tadi lalu sampai terdengar ke telinga istri nya bisa-bisa dia harus berpuasa tujuh hari tujuh malam.


Sedangkan Geffrey, dia sangat geram dengan ulan teman nya itu, ingin sekali dia menghajar nya sampai masuk rumah sakit kali perlu.


Bisa-bisanya dia melakukan hal menjijikkan itu lagi saat mereka akan berbesanan.


Ting.


Pesan masuk ke dalam aplikasi hijau milik Agatha yang masih tersambung dengan Maria, ya bisa di pastikan bahwa Maria juga mendengar semua ucapan yang Albert katakan tadi.


pesan yang berisi sebuah foto dari Albert pun di buka oleh Agatha, seketika itu pun Agatha langsung mengumpat sahabat yang kini menjadi calon besan nya.


"Dasar sialan suka nya membuat orang geram saja!"


Tanpa basa basi Agatha langsung menyambungkan panggilan video bersama secara bersamaan.


Saat panggilan Video di terima oleh Albert muncul wajah tengil dari Albert di sana yang tengah duduk kursi meja kerja nya di kantor.


"Bangsat kau memang, pulang anak ku menunggu makan malam yang kau janjikan!"


Deg!


"Baru ingat, makanya kalau sudah tua jangan banyak tingkah sampai ngambek tidak pulang seperti itu."


"Aku benar-benar lupa, apa dia belum makan?"


"Belum dia masih nunggu di belikan makan oleh orang yang sama sekali tidak peduli dengan nya!"


"Ya Tuhan"


Albert langsung keluar dari ruang kerja nya, berjalan tergesa menuju basement kantor nya, sepanjang jalan dia tida menemukan siapa di sana, dia melihat tangan kiri nya di mana jam tangan mahal nya melingkar di sana.


Sembilan.lima belas.


"kalian kenapa tidak membujuk nya untuk makan bagaimana kalau dia sakit!"


"Itu Masalah mu bukan kami semua!"


"Tenang saja sayang, kali ini aku tidak akan memarahi mu, cukup terima kemarahan dari princess Hamilton"


"Apa dia begitu marah?"

__ADS_1


__ADS_2