Aku Madu Sahabat Mama

Aku Madu Sahabat Mama
Merindukan


__ADS_3

"Ternyata cairan nya masih berfungsi dengan normal dan tajam" sindir Agatha pada kedua orang yang ada di depan nya itu.


"Maaaaa"


"Apa benar bukan apa yang aku katakan kalau suami mu itu masih bisa menghamili wanita mana pun yang dia ingin kan"


"Jangan lupakan Tha, suami mu itu juga sama, sama-sama punya cairan yang sekali tembak langsung daaarrr"


"Lalu apa yang harus kita lakukan saat ini, aku tidak punya hati seluas kamu yang bisa menerima putri ku sebagai madu mu"


"Aku juga bingung, bisa saja aku menggugat cerai nya, anak-anak ku sudah besar tapi bagaimana dengan Diana dan anak yang ada di dalam kandungan nya"


"Dia saat membutuhkan sosok seorang ayah"


"Jangan pikirkan apa pun kak, kita bisa membesarkan dia kan, kakak dan mama tidak akan meninggalkan aku kan"


Tes


Diana dia kembali menetes air mata nya, dia tidak bisa menahan diri untuk bersikap baik-baik saja, apa lagi sejak kemarin dia merasa perut nya sedikit kram saat membahas tentang suami nya itu.


Mungkin anak nya itu tidak suka jika mereka membicarakan sesuatu yang tidak baik tentang papa nya.


Seperti saat ini perutnya tiba-tiba kram dan itu sangat menyakitkan, melihat itu Maria dan Agatha langsung panik, mereka mendekat ke arah Diana yang meringis sambil memegang perutnya.


"Kenapa sayang?" tanya Agatha dengan wajah panik nya.


"Perut ku sakit ma"


"Kita ke dokter sekarang"


"Tidak perlu ma, ambilkan saja obat dan juga vitamin yang ada di tas milik ku"


Maria langsung membuka tas milik Diana lalu mencari obat yang di maksud, dia langsung memberikan nya saat obat itu sudah dia temukan.


Sementara Agatha dia berjalan menuju dapur untuk mengambil air putih untuk putri nya itu, saat dia melewati kamar milik paman nya yang merupakan adik dari ibu nya sayup-sayup dia mendengar percakapan paman nya itu dengan istrinya.


Dia mendekati pintu yang tidak tertutup sempurna itu agar bisa dengan jelas mendengar apa yang mereka bicarakan, dia sempat mendengar tentang perebutan harta warisan yang menjadi milik nya.


"Aku tidak sudi dia ada di sini, pokok nya aku gak mau tahu mereka harus segera pergi dari sini" ucap istri Paman nya itu

__ADS_1


"Atau kamu bunuh saja mereka bertiga di sini tidak akan ada yang curiga dengan kita lalu kita bisa menguasai harta miliknya"


"Jangan dulu aku----'


paman Agatha itu merogoh saku celananya lalu mengangkat panggilan itu, dan berjalan keluar dari sana.


Untung saja Agatha sudah berjalan menjauh dari tempat nya, dia mengambil air minum dan menghampiri Maria dan Diana yang menunggu nya.


"Kenapa lama sekali"


"Aku ke kamar mandi sebentar tadi"


Diana langsung meminum obat yang di berikan oleh kakak madu nya itu dengan air yang di berikan Mama nya.


Sedikit demi sedikit rasa sakit itu menghilang di sertai rasa kantuk yang tak tertahan, namun Diana masih belum bisa memejamkan meski sudah terasa pedih.


"Ma" panggil nya lemah.


"Iya sayang kenapa?"


"Bisa tolong usapkan pinggang ku, rasa nya sakit sekali"


Cukup lama Agatha melakukannya, sampai dia merasa Diana telah tertidur pulas.


"Apa dia sudah tidur?" tanya Agatha pada Maria yang duduk di depan putri nya itu.


"Sudah"


Agatha bangkit dari duduknya, di berdiri di depan jendela kamar yang di tempat di salah satu rumah peninggalan orang tua nya yang kini di tempat oleh paman nya tadi.


Dia masih tidak menyangka kalau bibi nya itu ingin melenyapkannya hanya demi harta peninggalan orang tua nya.


Dia yang tadi nya berfikir kalau ini adalah tempat teraman nya untuk pergi dari suaminya itu ternyata salah, mungkin saja suaminya itu tidak akan tega membunuh nya tapi sakit hati yang di rasakan akibat dia yang di madu membuat nya tidak bisa berfikir sejauh ini.


Dan sekarang dia bingung harus pergi kemana, tempat yang dia tinggali saat ini cukup jauh dari keramaian dan itu sangat tida baik untuk Diana yang sedang hamil muda.


"Tha, apa yang kamu pikirkan"


"Ria buka ponsel mu, aku akan mengirimkan pesan pada mu"

__ADS_1


Agatha menuliskan pesan tentang apa yang di ketahui tadi, Maria yang selesai membaca nya pun langsung shock di sana, bagaimana mungkin istri dari paman Agatha ingin melenyapkan mereka semua.


Agatha memilih menggunakan pesan singkat untuk mengatakan itu agar tidak ada seorang pun yang mendengar apa yang dia katakan, tanpa dia sadari yang mereka lakukan itu justru membuat orang yang berada di balik semua ini tersenyum penuh kemenangan.


Kembali ada cela yang semakin memperlancar rencana yang sudah di susun sedemikian rupa, meski kemarin dia di pusingkan dengan Agatha yang tiba-tiba pergi dari jangkauan nya.


Saat ini dia hanya perlu menunggu laporan dari anak buahnya yang sudah dia kirim ke tempat dimana Agatha berada, dia ingin Agatha menyaksikan dengan mata kepala nya sendiri bagaimana kehancuran suami dan juga sahabat dekatnya itu.


"Permainan masih panjang jadi nikmati semua ini Geffrey frazer" ucap nya dengan senyum remeh nya.


"Aku akan meminta bantuan David dia berjanji akan membawa ku pergi jika ayah nya itu kembali menyakiti ku"


"Jadi saat ini aku rasa kita bisa pergi ke tempat David saja" ucap Agatha yang kini sudah tidak tahu lagi apa yang harus dia lakukan.


"panggilan nya tidak tersambung, ada apa ini apa mungkin di sini sinyal nya buruk" ucap Maria sambil menggoyang-goyangkan ponselnya.


Ting


Sebuah foto masuk ke ponsel milik Maria yang membuat nya kembali mengeram marah pada suami nya bisa-bisanya dia memfokuskan kegiatan bercinta nya dengan wanita lain.


"Kurang ajar, jadi seperti ini kelakuan mereka di belakang kita"


"Kenapa Ri?"


"Buka ponsel mu siapa tahu kamu juga mendapat pesan yang sama dengan ku"


Agatha langsung menyambar ponsel yang tadi dia letakan di meja setelah berbicara dengan Maria tadi.


"Kelakuan mereka semakin menjadi-jadi kalau sampai mereka berani membawa pulang j4l4n9 nya itu ke rumah, aku bakar rumah itu beserta isinya ter masuk pemilik nya" geram Agatha.


"Mau sampai kapan kita di sini Tha, di sini sudah tidak aman"


"Kita cari bantuan untuk keluar dari sini mereka tidak akan melarang kita untuk keluar untuk jalan-jalan di sekitar sini, dan kita bisa kabur saat ada kesempatan"


" Tapi kita akan pergi kemana?"


"Ke rumah ku yang satu nya"


"Hiks hiks hiks hubbyy....."

__ADS_1


__ADS_2