
"Bagaimana mana kalau kita membuat sekarang saja, aku masih bisa menghamili mu lagi sayang"
Eeehhh
Agatha membeku di sana, di merutuki kebodohan nya yang mengatakan sesuatu yang bisa membangkitkan semangat Geffrey untuk mengabulkan keinginan nya tadi.
"Sudah cepat bangun kan putri mu, kita tidak punya banyak waktu!"
"Kita masih punya banyak waktu jika mau menyicil pembuatan adik untuk Diana" jawab Geffrey dengan suara serak tertahan nya.
Agatha mengambil ancang-ancang untuk keluar dari kamar putri nya itu dengan selamat dia tidak ingin menjadi santapan lezat bagi suaminya itu.
sedangkan Geffrey menyeringai saat melihat wajah pucat istri itu, Geffrey malah semakin bersemangat menggoda istrinya itu.
"kenapa sayang kamu sudah tidak sabar kah!"
"Bukan seperti itu, kita harus segera ke rumah sakit!"
"Kita bisa menundanya dulu, kita bisa melakukan nya dengan cepat bukan!" ucap nya sambil berjalan dan langsung memeluk istrinya itu saat mereka tidak berjarak lagi.
Agatha terdiam kaku dalam pelukan suami nya, bahkan lidah nakal suaminya itu kini tengah bermain-main di leher nya.
Dan itu membuat Agatha tidak mampu mengendalikan reaksi tubuh nya saat bagian sensitif bagi nya itu di mainkan oleh lidah suami nya.
"Aaaahhhh"
"Pelan kan suara mu sayang, suaramu itu bisa membangun kan putri kecil mu!"
Agatha langsung menutup mulut nya saat lidah Geffrey semakin naik ke telinga nya.
"Cepat turun dan siapkan makanan untuk sahabat mu itu, kalau kamu tidak ingin berakhir di kamar mandi putri mu!"
"Haaah!"
Ucap Agatha dengan sedikit kecewa di sudut hati, apa lagi saat Geffrey melepaskan pelukan dan hisapan nakal nya pada leher jenjang nya yang meninggal kan jejak merah keunguan di sana.
"Dasar menyebalkan!"
Ha-ha-haaaaaa
"Kita tidak mungkin bercinta saat sahabat kita terbaring lemah di rumah sakit sayang!" tawa Geffrey saat melihat wajah kecewa istri itu.
"Bodoh lah, awas saja aku akan membalas mu nanti!"
__ADS_1
Agatha keluar dari kamar putri nya itu, menuju dapur dia ingin memastikan bahwa makanan yang akan di bawanya kerumah sakit sudah siap, jadi dia hanya perlu mandi dan berganti pakaian saja.
sementara itu Geffrey pun membangun kan putri nya itu, hanya satu kali, kalian harus ingat satu kali, dan dia langsung bangun dari tidurnya.
"Sayang bangun"
Hanya dua kata di sertai elusan pada rambutnya Diana langsung terbangun dan lihatlah senyum papanya itu membuatnya lupa dengan segala rasa sakit yang dia rasakan.
"Cepat mandi dan siapkan baju untuk suami dan anak tiri mu sayang!"
Blush
Diana tersipu malu saat mendengar ucapan dari papanya yang mengingatkan tentang status nya.
"Kenapa malu seperti itu, yang papa katakan benar bukan?"
Diana mengangguk lalu duduk di samping papanya dan menatap lekat wajah papa nya itu, Geffrey yang di perhatikan seperti itu pun langsung menoel hidung Putri nya itu.
"Kenapa memperhatikan papa seperti itu, papa tampan ya?"
"Iya papa masih sangat tampan, pantas saja saat muda papa menjadi Casanova, hihihi!"
jawab Diana terkikik geli dengan ucapan nya sendiri, tapi detik berikutnya dia terdiam salah tingkah saat mendengar ucapan papa nya.
deg.
Diana bingung harus menjawab apa? karena memang apa yang di katakan papa nya itu adalah benar, dia mencintai teman papa nya itu bahkan dia rela menjadi yang kedua.
"Maafkan aku pa!"
Geffrey menyengitkan dahi nya dia tidak tahu kenapa putri nya itu minta maaf pada nya.
"Kenapa minta maaf, sayang cinta tidak bisa memilih pada siapa kita jatuh cinta, meski pun itu pada pria beristri sekali pun!". Geffrey menghelakan nafas nya dia benar-benar harus bersikap bijak di sini apa lagi pernikahan itu sudah terjadi.
"Papa yang harus nya minta maaf, kamu mencintai Albert karena kamu merasa kurang kasih sayang dari papa, dan kamu tidak bisa mengendalikan rasa yang tumbuh begitu saja, apa lagi Albert juga menaruh perhatian lebih pada mu, meski papa yakin seratus persen kalau itu hanya bentuk dari rasa sayang nya pada mu sebagai seorang anak!"
"Dan kamu merespon lain semua itu!"
Semakin tertunduk lah Diana di sana, dia membenarkan apa yang di ucapkan papa nya itu, apa lagi tidak ada nya hubungan darah di antara mereka.
"Aku tahu Maria seperti apa, kamu masih harus berjuang untuk mendapatkan pengakuan dari Maria bahwa kamu benar-benar tidak akan menyingkirkan dia dari posisi nya!"
"Dan untuk Albert dia pasti akan masuk ke dalam pesona mu jika dia mendapatkan ijin dari Maria, jadi tugas mu sebenarnya adalah bukan membuat Albert jatuh cinta tapi membuat madu mu benar-benar ikhlas berbagi dengan mu!"
__ADS_1
"Jadi papa benar-benar merestui pernikahan ku dengan Om Al?"
"Siapapun itu asal kamu bahagia sayang, karena bahagianya seorang ayah adalah melihat anak nya bahagia, itu saja!"
"Aaahh papa, terimakasih pa, aku janji aku akan membuat Tante Maria sendiri yang memintaku untuk menjadi istri seutuhnya untuk suami kita!"
"Tapi ingat satu hal, jangan berbuat nekad lakukan secara halus dan jangan berbuat sesuatu yang bukan nya membantu tapi malah semakin membuat mu sulit"
"Baik pa!" ucap Diana sambil memeluk papa nya itu, dia tidak menyangka kalau papa nya itu mendukung untuk merebut hati madu nya itu
Dia kembali bersemangat untuk melanjutkan perjuangannya mendapatkan hati seorang Albert Hamilton dan menjadi nyonya muda Hamilton.
"Sudah haru-haruan nya sekarang cepat bersih kan diri kalian dan kita bisa pergi ke rumah sakit lagi!"
"Mama ini mengganggu saja!"
"Aku kan masih kangen sama Papa!" Agatha menaikkan sebelah alisnya, apa tadi kata putri nya rindu pada papa nya bukan?.
Bukan kah mereka bertemu setiap hari lalu masih rindu, Agatha rupanya tidak bisa di kelabui begitu saja, dia mengendus sesuatu yang tidak beres yang sedang di rencanakan ayah dan anak itu.
"Apa yang kalian rencanakan?" tanya Agatha dengan mode detektif nya, dia yakin kalau mereka menyembunyikan sesuatu dari nya.
"Tidak apa, mama saja yang terlalu perkasa!" jawab Diana sambil terus memeluk papanya.
"Tidak mung---''
"Sudah-sudah sama cepat mandi, dan kita bisa segera ke rumah sakit, kasihan mereka harus menunggu kita!"
"Makanannya sudah siap apa belum?" tanya Geffrey yang mengalihkan perhatian istrinya itu.
"Kalian main rahasia-an ya sama aku, awas saja!"
"Tidak ada apa pun yang kita rencanakan ma, kecuali mama yang akan membuat aku adik!" ucap Diana yang langsung berdiri melepaskan pelukannya pada papa nya dan berjalan ke kamar mandi.
"Kamu mendengar nya sayang ?" tanya Agatha dengan wajah yang memerah karena malu.
"Aku tahu, apa yang kalian lakukan!"
"jangan bilang-----"
"Aku tahu semuanya, jadi awas saja kalau berani memberikan aku adik, pasti dia tidak akan lama berada di dunia!"
Seeer
__ADS_1