Aku Madu Sahabat Mama

Aku Madu Sahabat Mama
Jalan aman


__ADS_3

Albert dan juga Geffrey saling menatap satu sama lain, mereka tidak menyangka jika semua sudah di rencanakan oleh ketiga wanita yang kini masih berada di dalam selimut meski matahari sudah berada tepat dibatas kepala.


"Aku yakin ini semua ulah dari mama mertua!" celetuk Albert yang terdengar sangat menggelikan sambil merentangkan kedua tangannya di sofa.


"Aku tidak punya menantu seperti mu!"


"Katakan pada ku di mana kau sekarang?" tanya Albert yang sama sekali tidak menggubris ucapan Agatha.


Tutut


Tutut.


Geffrey menggeser layar ponsel nya, panggilan yang tadi panggilan suara kini berubah menjadi panggilan video, dan terlihat jelas ketiga wanita yang masih berada di dalam selimut itu.


Albert menatap tajam pada Geffrey yang juga menatap acuh pada nya.


"Apa?"


"Ciiihh, kau pun sama lihat apa yang kau lakukan pada ibu mertuaku!"


"Aku g Sudi jadi ibu mertua mu,. huu!" ucap Agatha sambil sambil meminum susu yang ada di nakas.


"Mau berapa kali pun kau mengingkari nya, pada kenyataannya aku lah pemilik putri mu!"


"Kamu tahu Tha, dulu ada seseorang yang mengatakan jika ada wanita yang jatuh cinta pada ku berarti wanita itu buta dan kamu tahu siapa wanita yang di tuduh nya itu.


"Papaaaaaa!". teriak Diana yang tidak terima di anggap buta oleh papa nya sendiri, dia bisa melihat dan dia tidak buta bahwa suaminya lah pria yang di cari nya selama ini.


"Jangan percaya pada nya sayang, dia ini pembual yang ulung!"


"Dan kau guru nya!"


"Aku masih mengantuk kalian lanjutkan saja, tadi pagi ada naga yang ngamuk setelah keluar dari gua gelap, dan aku masih harus menjinakkan nya!"


"Jadi jangan ganggu aku kalau tidak mau puasa dua tahun!"


Albert membulatkan matanya saat mendengar ancaman istrinya itu, kalau sampai maria memblokade bisa2 Diana juga akan melakukan hal yang sama.


"Jangan takut menantuku, kau punya dua istri kan?"


"Aku pun akan memblokir jalan menuju gua ma kalau dia berani menganggu ku!"


Albert semakin pucat saat mendengar ancaman nyata, tidak dia tidak mau Lancau nya itu karatan karena tidak di asah untuk waktu yang lama, jadi dia memilih untuk tidak membuat pemilik gua dan kedalaman itu marah.

__ADS_1


Ya dia tidak akan melakukan kesalahan sedikit pun yang akan berakibat fatal.


Albert melirik Geffrey yang tersenyum mengejek pada nya, di sangat kesal lantaran tidak bisa membalas Geffrey.


"Dan itu juga berlaku untuk mu Geffrey frazer!"


"Aku kenapa?"


"Pokok nya jangan ganggu kita bertiga, awas saja kalau berani berbuat macam-macam, aku akan potong kebanggaan kalian itu"


Tuuut


Tutut.


"Ayo kita pergi dari sini, sebelum ke tiga singa itu ngamuk!"


"kau benar tapi kita pergi kemana?"


"Pusat kebugaran!" jawab Geffrey yang langsung berdiri dari tempatnya.


"Hey papa mertua, tunggu aku!"


Geffrey tanpa memperdulikan ucapan Albert dia pergi begitu saja, dia ingin segera pergi dari sana sebelum ponselnya kembali berdering dan itu bisa dipastikan kan dari siapa panggilan itu.


Geffrey menatap heran mulutnya terkunci, dengan apa yang di lihatnya saat ini, menantu itu ingin pergi hanya dengan menggunakan boxer yang benar saja.


Malahan nanti yang ada dia yang terkena amukan lagi saat pulang.


Geffrey menjalankan mobil nya meninggalkan rumah itu, menuju tempat gym yang biasa dia datangi bersama laki-laki yang kini menjadi suami putri nya yang artinya sahabat nya itu kini menjadi menantunya.


Geffrey turun dari mobil dia masuk kedalam salah satu butik yang ada di lantai dasar sebuah mall, ya dia sudah sampai di mall dan kini tengah membelikan baju untuk menantunya itu.


Seburuk apa pun yang menimpa persahabatan mereka tidak akan pernah tercerai berai mereka anak saling membantu satu sama lain.


Mereka sudah saling mengerti sifat dan kelakuan mereka dan itu semakin mempererat hubungan mereka.


Tak butuh waktu yang lama Geffrey kembali masuk ke dalam mobil sambil melemparkan tiga paper bag yang berisi satu set pakai olah raga, satu set baju casual handuk dan perlengkapan yang mereka butuh kan saat melakukan gym.


"Kau memang yang terbaik Grey!"


"itu tidak gratis bayar semua nya, termasuk barang-barang yang aku beli!"


"Apa kau sudah bangkrut Grey?" tanya Albert yang menyahut dengan santai sikap dingin teman nya itu.

__ADS_1


"Aku hanya menyelamatkan diri ku sendiri, aku tidak mau malam ku dingin!"


"Ciiihh, kau sama saja!" cibir nya.


Geffrey tidak menanggapi ucapan menantu gila nya itu, dia sudah cukup berbaik hati membelikan baju jadi terserah apa mau nya menantunya itu.


Albert yang di acuhkan pun tidak ambil pusing dia bahkan dengan santai nya memakai pakaian yang baru di beli kan mertua nya itu.


Dia memang sengaja tidak memakai baju nya terlebih dahulu san langsung menyusul mertua nya tadi, karena dia tahu kalau Geffrey tidak akan membiarkan dia keluar dengan bertelanjang dada.


Karena Maria dan Agatha mereka tidak suka jika tubuh telanjang suaminya itu di lihat orang lain, jadi mereka berdua akan saling menjaga satu sama lain agar tidak mendapatkan dampak kemarahan dua wanita kembar tak seiras.


Sampai di tempat yang mereka tuju, mereka pun langsung bergegas turun dari mobil lalu masuk ke dalam sana, mereka pun melakukan pemanasan hingga olahraga berat pun mereka lakukan.


...****************...


Sementara di rumah ketiga wanita mereka masih tidur dengan lilitan selimut seperti saat mereka tinggal kan tadi.


Tapi kini satu persatu di antara mereka sudah mulai terbangun dan merasakan pegal nya tubuh yang semalam mendapatkan tamu agung yang sedang berkunjung.


Apa lagi Diana ini yang pertama kali nya, dan ini sangat luar biasa menurut nya, sakit di awal tapi nagih, membuat nya ingin lagi dan lagi.


Uuuhhhhh


"Badan ku rasa nya sakit sekali!"


"Apa ini yang di rasakan kak Maria setiap malam, tapi bukankah semalam dia juga pergi mengunjungi kak Maria baru ke sini, dia juga membuat kak Maria sama seperti ku,!"


"Jadi semalaman dia berkelana dan tadi pagi juga kan, sungguh luar biasa sekali suamiku ini!"


"Kan aku jadi ingin lagi!"


Ucap Diana bermonolog sambil membayangkan kembali percintaan panas mereka tadi malam dan berakhir di pagi hari.


"Aaaahhh, aku tidak sabar menunggu malam!"


ucap nya sambil menurunkan kaki nya.


"Aaaahhhh!"


"Ini sakit sekali!"


"Tapi kamu suka kan?"

__ADS_1


"Eeehhh!"


__ADS_2