Aku Madu Sahabat Mama

Aku Madu Sahabat Mama
Rentan orang ketiga


__ADS_3

Criiiitttt


Tiga orang yang ada di jok belakang terhuyung ke depan, tali dua di antaranya hanya diam tanpa mau berkata apa pun, hanya Diana lah yang memprotes suami nya itu yang tidak berhati-hati saat berkendara.


"Pelan-pelan saja kalau mengendarai mobilnya, bukan nya sampai rumah dengan selamat yang ada akan pinda alam!" sungut Diana pada suaminya itu.


"Ini cara terhalus Di, dengan mati nya kita bertiga mereka akan kembali bebas seperti dulu!" kata Agatha lagi masih dengan mata yang terpejam.


"Hentikan omong kosong mu Agatha, jangan membuat keadaan semakin runyam!"


"Kalau kalian merasa keberadaan kami hanya membuat pikiran runyam turun kan saja kami di sini, tadi aku sudah berniat pergi biar kalian bebas, tapi kenapa memaksa!"


"Duduk dan diam lah jangan banyak tingkah!" sentak Geffrey yang membuat mereka semua langsung diam tanpa mengeluarkan sepatah kata bantahan.


Cukup lama mereka mengendarai mobil hingga sampai lah mereka di tempat makan yang buka dua puluh empat jam.


Albert membelok mobil nya di sana lalu memarkirkan mobilnya di sana, dia membuka seat belt nya sebelum turun dari mobil.


"Ayo kita makan dulu, aku tahu Klain juga pasti belum makan!"


"Tidak ada jawaban yang keluar dari mulut dua orang yang ada di sana sedangkan Diana dia hanya diam tanpa berani menyahuti perkataan suaminya.


"Sayang, kita makan dulu ya!" ajak nya lembut pada istrinya itu.


"Tha, Agatha ayo turun dulu kita makan!"


Albert menghelakan nafas nya saat dua wanita itu tidak menyahuti perkataan, dia menatap Geffrey yang sedang duduk di samping nya.


Geffrey yang merasa di perhatikan pun berkata tanpa memalingkan wajahnya.


"Kalian turun dan makan lah, biar aku yang menjaga mereka di sini!"


"Ayo honey kita turun, maaf membuat mu kelaparan!"


"Tidak perlu hubby kita pulang saja,!"


"Tapi kamu lapar!"


"Pulang saja dan tidur lagi pula ini sudah lewat tengah malam!"


Tanpa menjawab Albert melaju kembali ke arah rumah mereka, Albert mengarahkan mobil yang mereka tumpangi berbelok pada rumah milik mertua nya itu.


Mobil sudah terparkir secara sempurna di dalam garasi milik mertuanya itu, dua orang yang ada di jok belakang langsung turun saat mobil sudah berhenti.

__ADS_1


Brak


Brak.


Mereka keluar dari sana dan langsung membanting pintu itu, baik Albert atau pun Geffrey mereka langsung turun dan menahan mereka berdua.


"Lepaskan"


"Tidak, sejak tadi aku sudah bersabar dengan tingkah mu!"


"Tapi tidak kali ini!"


Sekuat apapun Agatha berontak dia tidak kan bisa lepas dari suami nya saat suaminya itu, tapi bukan wanita nama nya kalau tidak keras kepala jika sudah kepalang emosi.


"Lepaskan, aku bisa jalan sendiri, aku tidak Sudi di sentuh oleh tangan bekas mengandeng cinta masa lalu nya"


Agatha menghempaskan tangan suaminya itu lalu masuk ke dalam rumah tanpa menghiraukan suaminya itu.


Hati nya terasa sakit saat di depan mata kepalanya sendiri dia menyaksikan bahwa suaminya itu menggandeng tangan wanita lain, yang bukan apa-apa nya saja pasti akan cemburu apa lagi tadi itu adalah wanita yang menjadi cinta pertama nya itu.


"Aku pulang dulu Grey!"


"Tidur di sini saja!"


"Terserah kau saja!"


"Tidur yang nyenyak sayang, jangan pikirkan apa pun itu, semua akan baik-baik saja"


Diana lalu berjalan keluar dari rumah papa nya itu mengikuti suaminya yang saat ini tengah menggandeng tangan nya serta merangkul pinggang kakak madu nya.


Tak butuh waktu lama, mereka sampai di rumah milik keluarga kecil mereka, Maria langsung masuk ke dalam salah satu kamar yang di sana juga ada beberapa baju dan perlengkapan mandi di sana.


Melihat istrinya itu masuk ke dalam salah satu kamar yang bukan kamar mereka membuat Albert langsung mengikutinya.


"Istirahat lah honey nanti aku akan ke sana!"


Diana mengangguk dia paham kalau suaminya itu masih harus membujuk Kakak madu nya yang tengah di kecewakan oleh ke adaan yang ada.


sedangkan dia bukan dia tidak mengerti apa yang di rasakan oleh kakak madu nya, tapi dia tidak bisa bersikap seperti itu, apa lagi di sini dia lah yang dulu memaksa Albert untuk menikahi nya.


Diana masuk ke dalam kamar lalu membersihkan dirinya dan bergegas tidur dia tidak ingin menunggu suaminya itu pastilah akan sangat lama mereda kan emosi saat seseorang tengah cemburu.


Sementara itu tadi setelah menyuruh Diana untuk masuk ke dalam kamarnya terlebih dahulu, Albert langsung menahan pintu yang siap di tutup oleh Maria dari dalam kamar.

__ADS_1


"Tunggu kita harus bicara!"


Tanpa perlawanan Maria membiarkan saja suami nya itu masuk ke dalam kamar yang ada di lantai satu, di sana Maria yang berniat untuk masuk ke dalam kamar mandi pun di tahan oleh suaminya itu.


"Bisa dengar kan penjelasan ku!"


Maria tetap diam tanpa mau menjawab nya, hatinya terasa sangat sakit saat mengetahui bahwa suaminya itu mempunyai anak dari perempuan selain dia dan madu nya.


yang lebih menyesakkan adalah dia di bohong in Sela puluhan tahun, mereka melakukan semuanya dengan sangat rapi, bukan hanya itu saja, anak itu bahkan hadir saat mereka belum menikah.


Dan selama ini dia hanya selingkuhan berbungkus istri sah.


"Apa aku bisa menjelaskan semuanya sekarang?"


Maria tetap diam dia tidak menyahuti perkataan yang keluar dari mulut suaminya itu.


Dada nya sudah terlalu sakit mendengar kenyataan yang baru dia ketahui saat ini.


"Sayang"


"Aku tahu tidak bisa terhitung lagi berapa banyak aku menyakiti mu, tapi kali ini dengar kan aku baik-baik!"


"Apa kamu percaya aku punya anak dengan nya dan aku tidak mengatakan nya pada mu!"


" bahkan dulu saat kita belum menikah kamu sudah tahu dengan siapa aku berkencan dan bercocok tanam!"


"Tapi apa pernah aku merusak wanita yang masih memiliki kehormatan nya?"


"Waktu itu di masih sangat kecil, dan kamu tahu ukuran ku berapa, jadi apa mungkin aku tega menyakiti nya!"


"Sayang jawab aku!"


"Aku lebih memilih kamu marah dan memaki, dari pada kamu yang terus diam seperti ini!"


Maria tetap diam tidak sama sekali dia menyahuti perkataan suaminya itu, sekuat apapun dia mencoba untuk tidak merasa sakit hati, nyatanya tetap saja, hati nya akan terasa sakit saat mengingat tentang masa kelam suami nya.


Pilihan yang dia ambil untuk mendampingi Albert sampai akhir hayat nya memang tidak mudah, masih banyak para wanita di luar sana yang akan dengan suka rela menyerahkan dirinya di atas ranjang panas suami nya itu.


Tapi janji yang Albert ucapkan saat melamar nya dulu memang benar-benar dia buktikan, janji bahwa tidak akan pernah ada wanita ketiga ke empat dan seterusnya lagi dalam hubungan mereka.


Dan Albert membuktikan semua itu sampai ada nya Diana dengan segala pengorbanan nya.


Tes

__ADS_1


"Ku mohon jangan lagi---!"


__ADS_2