
Albert berjalan ke arah pintu di mana tadi Diana dan juga mertuanya itu datang, dia berjalan keluar dari rumah tersebut, mencari keberadaan istrinya.
Tapi dia tidak menemukan siapa pun di sana hanya hamparan luas yang ada didepan nya, dia berjalan lurus mengikuti jalan setapak yang ada di depan nya.
Entah mengapa kaki nya itu terus menuntun nya menyusuri jalan yang ada di depan nya, dia berjalan jauh di sana, cukup jauh dari rumah yang sejak kemarin itu dia tempati.
Dari tempat nya berdiri saat ini dia melihat istrinya itu tengah berdiri menatap jutaan pohon teh yang membentang luas di sana, dia berlari mendekati istrinya itu dan langsung memeluknya begitu saja.
Grep.
Maria yang terkejut pun, tidak bisa berteriak saat tahu siapa yang memeluk nya dari belakang itu, dia ingin membalas nya tapi semua tertahan seakan ada yang menghalanginya untuk memeluk suaminya.
Mata nya terpejam saat merasakan hangatnya pelukan laki-laki yang membuat nya mampu menjalani semua kehidupan nya selama ini, laki-laki yang menyayangi nya lebih dari diri nya sendiri.
Albert mengeratkan pelukannya, dia tidak ingin dan tidak mau lagi berpisah dengan wanita, wanita yang membuat ****** kabut saat tahu dia tidak lagi ada di rumah milik mereka.
Dia pun membalikkan tubuh istrinya itu dan tanpa basa-basi dia langsung merampas bibir istrinya yang dia rindukan selama ini, percintaan panas nya dengan Melia tidak pernah menghadirkan rasa puas dalam dirinya.
Albert yang merasa hilang dahaga nya pun melepaskan ciumannya pada istri nya itu, tatapan mereka mengunci satu sama lain, menyiratkan rindu yang membelenggu hati.
Maria yang tidak sanggup bertatapan lama dengan suaminya itu pun mengalihkan pandangan di sana.
"Kenapa meninggalkan aku?" tanya Albert meraih dagu istrinya yang memalingkan wajahnya.
Maria tidak menjawab dia hanya diam tanpa berkata, dia sakit hati saat mengingat kembali apa yang terjadi belakangan ini, tentunya tentang percintaan suami nya itu dengan wanita yang selama ini dia benci, wanita yang sejak dulu ingin sekali merebut posisi nya sebagai Nyonya Albert Hamilton.
"Apa aku harus kembali mengurung mu, supaya tidak bisa pergi lagi dari hidup ku, heeemmm"
Maria diam, dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan hati nya bimbang saat ini, sedangkan Albert yang melihat itu berdecak kesal saat istrinya itu tidak lagi mempercayainya.
Albert yang ingin melampiaskan rasa kesalnya itu dengan kembali merampas bibir istrinya pun urung saat kedua telinga nya di jewer oleh dua orang yang datang dari belakang.
"Menantu tidak punya sopan santun, kamu belum mendapat restu dari ku untuk menikahi putriku, malah kepergok sedang mesum di sini" ucap papa Frank pada Albert yang hanya menatap datar pada kedua mertuanya itu.
Sedangkan Agatha yang melihat itu tertawa terbahak bahak, bahkan air mata nya sampai keluar dari sudut mata nya.
__ADS_1
"Terus saja tertawa, aku tidak akan mengirim jatah bulanan untuk mu tiga bulan ini"
"Terserah yang pasti aku akan membeli barang dan kamu yang harus membayar nya cash"
Maria yang melihat itu pun dia berjalan mendekati Mama nya yang tengah duduk di antara kedua putranya, dia sama sekali tidak peduli dengan suami nya itu.
"Mama" panggil kedua putranya yang kini langsung memeluk nya.
"Bagaimana kabar kalian sayang?"
"Kamu baik ma, kenapa mama meninggalkan aku dan kakak?" tanya Kelvin yang masih memeluk Mama nya.
"Kalau Mama tidak mau lagi dengan papa kan aku sudah bilang, kita bisa pergi dari sini" ucap David yang membelai pipi Mama nya.
"Apa-apaan kalian, dia istri ku, enak saja mau membawanya pergi" ujar Albert yang langsung menarik istrinya yang berada di antara kedua putranya.
"Ada sesuatu yang ingin aku katakan" ucap Diana menatap satu persatu orang yang ada di sana.
"Katakan sayang, apa yang kamu inginkan" kata Agatha yang duduk di samping suami nya.
"Aku ingin Om Al menceraikan aku, aku rasa semua masalah yang kita hadapi ini karena pernikahan ku dengan Om Al"
"Tapi sayang, bukan nya kamu mencintai nya?" tanya Agatha tidak percaya dengan apa yang di dengar.
"Aku memang mencintai nya ma, tapi aku salah menafsirkan cinta yang aku miliki, aku mencintai nya sebagai cinta kedua ku setelah papa"
"Aku tidak ingin lagi ada kejadian yang memecah belah kita seperti dua tahun terakhir, aku tidak ingin lagi berpisah dengan kalian semua"
"Jangan mengambil keputusan saat kamu sedang marah atau kecewa Honey, kita di sini tidak ingin kamu menyesal nanti nya" ucap Albert.
"Apa Om mencintai ku?" tanya Diana yang membuat semua orang terkejut di sana, sedang Albert menatap wajah wanita yang sejak kecil selalu ada dalam pelukan nya.
"Tentu saja, aku mencintai sejak dulu dan seterusnya?"
"Cinta seperti apa yang om punya untuk ku?"
__ADS_1
"Bahkan Om saja tidak menunjukkan rasa rindu layak nya seorang suami pada istri nya, yang ada di hati dan pikiran Om hanya Tante Maria, dan aku tidak mempunyai tempat spesial di sana bukan?"
Albert terdiam, dia tidak bisa membantah apa yang di katakan oleh Diana, jika dia memang tidak bisa membagi cintanya secara utuh dari istri nya.
"Kenapa Om diam?"
"Semua sudah jelas, jadi apa yang harus di pertahankan di sini?"
"Aku akan melepaskan mu jika ada seorang laki-laki yang mau menikahi mu dengan tulus, aku tidak bisa melepaskan mu begitu saja"
"Kalau begitu pilih antara aku dan Tante Maria"
"Kalian bukan pilihan, kalian berdua sama berarti nya untuk ku"
"Aku yang akan menikahi Diana" ucap David dengan lantang di sana.
"Hey apa-apaan ini, kenapa putri ku menjadi piala bergilir pria Hamilton" bentak Geffrey yang tidak terima putri nya di permainkan.
"Aku terima jika kak David ingin menikah ku!" ucap Diana yang baru menyadari rasa yang sesungguhnya.
Semua orang terdiam tidak ada yang mengeluarkan suara di sana, semua diam membisu hanya terpaan angin yang berkuasa di sana, sampai David menghampiri papa nya dan meminta izin nya untuk menikah ibu tiri nya yang masih utuh meski sudah menikah dengan Papa nya dua tahun ini.
Albert yang melihat kesungguhan cinta dari putra nya itu pun tidak lagi bisa menghalangi nya.
"Baiklah, aku akan melepaskan Diana untuk mu, jaga dia seperti aku menjaga nya, sayangi dia lebih dari yang aku lakukan"
"Dan kamu Diana Beatrix frazer, aku menjatuhkan talak ku pada mu hari ini"
TAMAT
Terima kasih buat semua yang mengikuti aku yang gak jelas ini, dengan cerita yang masih amburadul.
Terima kasih untuk dukungan nya dan tetap ikut aku di karya ku selanjutnya.
Happy new year 🎉🎉🎉🎉🎉🎉🥳🥳🥳🥳🥳
__ADS_1