
"Apa maksud kalian, jangan bilang kalau kalian hanya iseng mengerjai kami ya?" kata Albert sedikit membentak.
"Kenapa harus marah bukan kah aku dan Papa hanya membalas perbuatan kalian, Om!" seru Diana.
"Astaga jadi kamu hanya pura-pura saja, kamu benar-benar tega Grey, lihat make up calon besan ku hampir luntur karena air mata"
"CALON BESAN"
Teriak dua orang yang sama-sama kaget mendengar ucapan Maria, yang satu duduk di sebelah tengah duduk di samping Geffrey dengan Agatha yang masih ada di pelukan suaminya.
Sedangkan yang satu lagi berdiri di tengah pintu yang telah dia buka dan orang itu adalah Kelvin Hamilton, orang yang tengah mereka tunggu kedatangan nya dan juga dia adalah putra keduanya Albert dan Maria.
Dia datang masih dengan jas mahal yang membalut tubuhnya, jam kantor memang sudah berakhir dari tadi tapi dia masih ada sedikit keperluan yang harus dia selesai hari ini juga, dan satu lagi dia terjebak macet juga tadi.
"Apa maksud Mama?" tanya Kelvin lalu melangkah ke arah di mana Mama nya tengah duduk di sana, tak lupa juga pintu sudah di tutup oleh nya agar percakapan mereka tidak bisa di dengar oleh orang lain.
"Kamu sudah sampai Vin, sini sayang duduk di samping mama!" kata Maria pada anak nya.
__ADS_1
Kelvin pun tanpa menjawab langsung duduk di tempat yang tadi di tunjukan oleh Mama Maria, dan tempat itu berhadapan langsung dengan Diana yang menatap nya penuh tanya, sedangkan Kelvin dia hanya mengangkat bahunya tanda bahwa dia juga tidak mengerti.
"halo Om, Tante" sapa nya, yang di angguki oleh
"Kamu juga di sini Di,?"
"Iya Vin, kamu apa kabar?"
"Aku ya seperti ini, jadi korban perusahaan!" jawab nya sambil melirik Papa nya yang seakan tidak mendengar apa yang dia ucapkan.
"Kamu sendiri apa kabar? lama kita gak jalan bareng ya?" kata nya,
"Iya, ku pikir kamu sedang sibuk dengan pacar kamu jadi gak perlu ngajak aku nonton!" jawab Diana sambil cemberut.
"Iihhh manis kali kalau cemberut gini jadi gemes" Kelvin pun dengan reflek baik nya mencubit pipi Diana yang langsung mendapat pukulan lembut dari pemilik pipi.
"Sakit!"
__ADS_1
"Uluh-uluh" kata Kelvin yang malah menggunakan kedua tangan nya untuk mencubit kedua pipi tersebut.
"Bagaimana Grey jadi kita besanan kan?" tanya Albert tiba-tiba membuat dua orang yang tengah melepas rindu itu pun menoleh ke arahnya.
"Tentu saja, kau lihat sendiri bukan kalau kedua nya sama-sama tertarik satu sama lain!"
"Benar mungkin mereka tidak berani mengatakan pada kita orang tuanya, !"
"Atau mungkin juga kalian telah berpacaran di belakang kami semua?" tanya Agatha yang terdiam dari tadi.
"Mungkin itu semua benar ada nya atau mungkin sudah lebih dari itu?" Maria pun menimpali
"Ya melihat apa yang di lakukan sangat intim sekali padahal ada kita berempat di sini!"
"Bisa di bayangkan apa yang telah anak mu itu lakukan pada putri ku, sungguh dia mewarisi sifat muda mu Al!" tuduh Agatha
"Aku lagi yang kena!" jawab Albert
__ADS_1
"Lalu siapa yang di tiru kalau bukan kau ayah nya?"
"Apa mungkin dia bukan anak mu Al?" kata Agatha yang semakin keluar dari jalur yang seharusnya.