Aku Madu Sahabat Mama

Aku Madu Sahabat Mama
Penolakan Agatha


__ADS_3

Acara makan malam itu tidak seperti makan malam seperti sebelum sebelumnya, tidak ada percakapan atau apapun di sana, semuanya makan dalam diam hanya bunyi tabrakan antara sendok dan garpu yang mengiringi.


Bahkan sampai selesai pun tidak ada yang berani beranjak dari sana, apa lagi Albert yang terlihat tidak kikuk saat di tatap dengan tajam oleh Geffrey.


"Pa!" ucap Diana yang mencoba mencair suasana yang terasa beku di sana.


"Kenapa Papa, memukuli suamiku?" tanya Diana memberanikan diri.


Geffrey tidak menjawab hanya sorot mata tajam menatap wajah menantu nya itu.


"Apa salah nya, kenapa papa membuat wajah tampan suami Diana menjadi babak belur seperti ini!"


"Dia mengadu pada mu?"


Diana menggeleng, bahkan tadi Albert berkata untuk tidak membahas nya, tapi dia sama sekali tidak terima saat wajah suaminya itu penuh dengan lebam dan juga robekan di sudut bibirnya.


"Om Al bahkan meminta ku untuk tidak membahas nya dengan papa, tapi aku ingin tahu alasan papa melakukan ini pada nya?"


"Lalu dari mana kamu tahu kalau papa yang memukul nya?"


Diana memutar matanya, di heran pada papa nya ini kenapa berbelit seperti ini, tidak langsung menjawab pertanyaan nya.


"Siapa orang yang berani memukul om Al kalau bukan papa?"


"Bisa saja musuh nya atau mungkin perampok yang ingin merebut harta nya?"


"Mana ada, om Al tadi tidak kemana pun setelah menidurkan ku di kamar!"


"Apa yang kalian lakukan di kamar, jadi benar kalau kamu hamil?" ucap nya dengan nada geram tertahan.


HAAAH


"Aku hamil, mana mungkin om Al saja belum pernah menyentuh ku!" ucap nya jujur sedangkan Albert dia pura-pura tidak mendengar apa yang di katakan istri nya itu.


"Jadi kau yang sedang hamil Ria?"


"Aku,?" tanya Maria sambil menunjuk pada dirinya sendiri.


"Mana ada aku hamil, aku tidak ingin punya anak lagi, kalau pun Albert ingin anak perempuan biar dia buat sama Diana saja!"


Uhuk-uhuk

__ADS_1


Agatha tersedak minuman yang sedang di minum nya itu, dia lantas menatap semua orang yang ada di sana.


Terutama suami yang tidak bereaksi apa pun, di tetap diam tanpa mengeluarkan sepatah katapun.


"Apa kalian sudah pernah melakukan nya?"


"Apa perlu aku jelaskan lagi Tha?" kini Albert yang berucap, dia sudah berkata yang sejujurnya pada mertua perempuan nya itu, kenapa dia tidak percaya juga.


"Coba jelaskan, aku sama sekali tidak percaya pada kadal buntung seperti mu!"


Kini Albert yang menatap tajam pada Geffrey begitu juga sebaliknya.


"Aku masih berpegang teguh pada pendirian ku, meski jujur aku menginginkan nya, tapi aku tidak ingin melakukan nya jika tidak di dasar atas perasaan suka sama suka!"


"Dan kalau pun Diana ingin berpisah dengan ku aku akan melepaskan nya?"


Diana menatap kecewa pada suaminya itu, padahal beberapa hari yang lalu bia berkata ingin memperjuangkan cinta mereka tapi kenapa sekarang seperti ini.


Mungkin apa yang di katakan mama nya ada benarnya bahwa suaminya itu adalah kadal buntung, Casanova yang sangat ulung dalam menaklukkan hati wanita.


Dan semua nya kini terbukti nyata di depan mata nya sendiri.


"Tapi itu dulu, sekarang aku tidak akan pernah melepaskan nya lagi, dia istri ku dan aku berhak penuh atas dirinya!"


"Jangan memberikan aku pilihan antara kamu atau pun madu mu!"


"Aku benar-benar tidak bisa kehilangan kalian berdua!"


"Maafkan aku yang mengecewakan kalian semua, tapi ini yang aku rasakan selama ini!"


"Satu lagi Grey malam ini, aku ingin meminang putri mu untuk menjadi istri ku seutuh nya!"


Duaaar


Semua orang terdiam tidak ada yang menyangka dengan apa yang di katakan oleh Albert, bahwa dia akan meminta Diana untuk dirinya sendiri bukan untuk Kelvin seperti yang di lakukan dulu saat masih menjodohkan mereka berdua.


"Sayang, aku tahu ini berat bagi mu, tapi aku tidak akan sanggup jika Diana menikah lagi!"


"Kalau waktu itu Diana yang meminta ijin untuk menikah dengan ku, maka hati ini aku yang meminta restu mu untuk benar-benar menjadi suami nya, layak nya pasang suami istri pada umumnya!"


"Aku tidak setuju, sekarang ceraikan putri ku dan kita bisa melupakan semua nya!"

__ADS_1


Deg.


Jantung Diana serasa di remas oleh tangan tak kasat mata, begitu nyeri dan sakit saat mendengar ucapan dari Agatha yang meminta nya untuk bercerai dari pria nya.


Diana tidak akan sanggup jika harus berpisah dengan Om Albert cinta kedua setelah ayah kandungnya Geffrey.


Sedangkan Geffrey dia tidak bisa berkata apapun saat mendengar ucapan istrinya itu, bagaimana bisa istrinya itu memisahkan putri mereka dengan suami nya sendiri.


Geffrey memang kesal dengan Albert tapi tidak pernah terlintas dalam benak nya untuk memisahkan sahabat dan putri nya itu, dia hanya ingin tahu bahwa Albert memiliki rasa yang sama dengan Diana.


Dan tadi itu lah saat yang dia tunggu, Albert dengan jantan berani mengakui perasaannya di hadapan istri pertamanya, meski pun dia juga tidak yakin kalau Maria bisa menerima semua dengan muda.


Masih banyak perjuangan yang harus di lalui untuk menggapai impian menjadi istri kedua dari Albert Hamilton dan menyandang selar Nyonya muda Hamilton.


Geffrey sebenarnya kasihan pada putrinya itu, tapi seberapa dia berusaha untuk membuat Diana melupakan seorang Albert itu tidak mudah.


Banyak laki-laki yang dia kirim untuk mendekati putri nya tapi sampai saat ini belum juga membuahkan hasil.


Diana masih bertahan dengan cinta nya pada Albert yang mungkin adalah jodoh yang telah di takdir oleh Tuhan.


"Berikan aku alasan kenapa kamu tidak mau merestui ku Tha!"


"Kamu saling mencintai lalu di mana letak kesalahannya?"


"Kau!"


ucap Agatha sambil berdiri menunjuk ke arah Albert yang duduk di apit oleh kedua istrinya.


"Apa kau sadar kau menyakiti hati ku, dan kau juga menyakiti sahabat ku, aku tidak terima jika kamu mau menjadi Diana sebagai istri kedua mu selamanya!"


"Apa sifat kadal buntung mu itu belum juga insyaf?"


"Tha, kalau kamu memikirkan tentang aku, aku ridho dan ikhlas menerima Diana sebagai madu ku dan calon ibu bagi anak suami ku!"


"Jangan gila Maria, Kalau kalian masih menganggap ku, jangan pernah kalian noda i persahabatan kita!"


"Persahabatan kita memang sudah ternoda sejak perjodohan itu, dan ini adalah akibat dari semua itu!"


"Tapi kenapa harus putri ku yang menjadi korban nya Al!"


"Ma aku tidak merasa jadi korban di sini, bahkan sejak masih duduk di bangku sekolah aku memang sudah mencintai Om Al!"

__ADS_1


Deg


__ADS_2