
Kelvin dan Diana saling menatap satu sama lain, tidak ada kata yang terucap dari mulutnya kedua nya membuat semua orang yang ada di sana semakin salah paham dengan sikap mereka.
Dalam hati mereka berkecamuk ingin rasa nya mereka memprotes keputusan sepihak yang di ambil orang tuanya, bagaimana bisa mereka membuat keputusan tanpa melibatkan mereka padahal mereka yang akan mereka yang akan menjalani kehidupan itu kedepan nya.
Tapi semua protes itu hanya tertahan begitu saja, mereka sama-sama tidak sampai hati jika harus menyakiti mereka yang baik kelvin ataupun Diana sudah anggap orang tua kandung mereka sendiri.
"APA?"
Hanya satu kata itu yang keluar dari mulut Kelvin, sedangkan Diana dia tak mampu berkata-kata lagi hanya diam, bahkan tubuhnya seakan membeku saat ini.
"Aku dan mamamu juga Om dan Tante sudah membicarakan tentang perjodohan ini, jadi aku minta kamu untuk menjaga Diana dengan baik!"
"Iya sayang Diana sangat cocok dengan mu dia cantik pintar dan baik, apa lagi yang kurang dari dirinya, tentu siapapun pasti ingin menjadi suaminya!"
__ADS_1
" Kamu terlalu memuji calon menantu mu Ria, aku juga yakin banyak di antara kolega mu yang juga menginginkan putra mu ini untuk jadi menantu nya!"
"Siapa yang tidak ingin punya menantu hebat seperti calon menantu kita, dan kita harus bersyukur karena mereka sepertinya tidak keberatan dengan perjodohan ini!" kata Geffrey dengan wajah berbinar.
Diana tersenyum kikuk mendengar ucapan mereka yang sama-sama memuji calon menantu mereka masing-masing, sedangkan Kelvin dia tidak menunjukkan ekspresi apapun saat ini, hanya wajah datar tanpa senyum lah yang kini menghiasi wajahnya.
"Jadi kapan lamaran resmi nya, Aku dan Maria akan datang ke sana bersama keluarga besar kita nanti nya?"
"Terserah kalian saja aku siap kapanpun kamu datang untuk meminang putri ku untuk anak mu Kelvin"
"Lihatlah Ria pipi calon menantu mu itu memerah dia malu kau menyebut nya seperti itu!"
Ha-ha-ha
__ADS_1
Bertambah lah malu Diana yang menjadi bahan pembicaraan, dia lalu menatap Kelvin yang ternyata juga tengah menatapnya, dia bertanya apa yang harus mereka lakukan lewat tatapan mata itu.
Tapi Kelvin malah mengangkat bahunya, dia juga tidak tahu apa yang harus dia katakan, suara Agatha tiba-tiba membuyarkan tatapan mata kedua anak muda itu.
"Rupanya mereka sudah tidak sabar Ria, lihatlah, dari tatapan kedua anak kita seakan ingin di segerakan!" lalu semua orang menatap mereka secara bergantian.
"Kamu benar Tha,?"
"Tatapan mata Kelvin sama seperti mu dulu pada Maria Al,!" kata grey menambahkan.
"Penuh damba dan menggoda, ha-ha-ha" tawa Maria lepas
"Kau benar dia memang Casanova ulung pada jaman nya dan sekarang telah di pegang oleh anak keduamu" kata Grey lagi
__ADS_1
"Kau juga jangan lupa Grey, kalau dulu kau juga Casanova sama seperti walau pada akhirnya kita berlabuh pada orang yang dulu menjadi tempat curhat kita saat pusing dengan kelakuan pacar-pacar kita"
"Jadi----