
Diana membeku mendengar apa yang di katakan oleh suaminya nya itu, dia ragu untuk mengenakan pakaian yang sudah pasti memamerkan lekuk tubuhnya.
Bagaimana mungkin dia memakai nya baju itu, lebih baik dia tidak mengenakan apapun bukan, tapi dia juga tidak bisa menolak keinginan suami nya itu bukan, apa lagi suaminya itu menatap penuh harap pada nya.
"Iya, aku akan memakainya nya" ucap Diana yang langsung di sambut senyuman oleh suaminya.
Dia membawa baju berwarna putih itu ke kamar mandi dan mengganti nya di sana, dress putih dengan tali spaghetti itu tidak bisa menutupi area terlarang nya, bagian atas nya, cup itu tidak cukup untuk menampung benda kenyal milik nya.
Dan di bagian bawah nya, area mulut gua nya sedikit menyembul keluar menampakkan bagian dari triangle nya, Diana meraih jubah nya dengan harapan bisa sedikit membantu nya untuk menutupi area yang mengundang keliaran seorang Albert Hamilton.
Ceklek, pintu di buka dari dalam dengan Diana yang keluar dari sana, Albert yang mendengar itu langsung menoleh pada sosok wanita muda yang kini berjalan malu-malu kearah nya.
"You are so hot, honey"
Albert mendekat ke arah Diana, dia menatap penuh minat pada istri muda nya, yang membuat keinginan untuk menuntaskan sesuatu yang sejak tadi dia tahan itu.
Kini dia bisa dengan mudah menikmati apa yang kini ada di depan nya, wajah cantik istri nya yang membuat nya merasa bangga karena di usia matang nya masih bisa menikah lagi dengan daun muda yang masih sangat segar itu.
Di tambah istri pertama nya merestui hubungan mereka, membuatnya tidak perlu sembunyi-sembunyi untuk bermesraan dengan wanita lain, ya tentu nya hanya dengan Diana saja, kalau sampai ada yang lain lagi pasti nya Mama mertuanya itu anak benar-benar melakukan apa saja pada nya.
"Sudah lama aku menanti ini semua, jadi tugas mu saat ini hanya bersuara merdu dan menikmati apa yang aku berikan"
"Aaahhhh"
Suara kicauan Diana terdengar di sana, membuat sesuatu yang sedang bersembunyi di bawah sana menggeliat menampakkan kegagahan nya.
"Emmmmppphh,"
Dengan cepat Albert meraup bibir mungil milik Diana yang sejak tadi memanggilnya untuk di nikmati, sementara satu tangan nya memegang kedua tangan Diana yang dia tarik di atas kepalanya.
Sementara tangan yang satu nya itu sedang berkelana, mencari sesuatu yang bisa di mainkan, sampai tangan itu menemukan benda kenyal tak bertulang yang berdiri menantang di sana.
Albert meremasnya dengan perlahan, seakan dia takut benda itu pecah dan dia tidak bisa memainkan nya lagi.
__ADS_1
Puas benda tanpa tulang itu bermain-main di rongga mulut istrinya bahkan dia pun mengabsen setiap inchi yang ada di sana, menyesap nya kuat sesekali dan berbelit lidah yang seakan tidak aka lagi hari esok untuk mengulang nya kembali.
Kini benda itu turun menelusuri leher jenjang istrinya, dia juga meninggalkan jejak kepemilikan nya di sana, menandakan bahwa wanita yang kini pasrah di hadapan nya itu sudah ada yang memiliki nya.
"Eeemmmmpphh,,,,,aaahhhh,,,, hubbyyyy"
"Nikmati honey"
Albert dengan tidak sabar dia melepaskan jubah yang menutupi keindahan yang ingin dia nikmati sampai dia benar tidak sanggup lagi.
wushhhh.....
Sreeekkk.....
"Kenapa merusak nya?" tanya Diana sambil menatap nanar gaun yang baru beberapa saat dia kenakan.
"Gaun itu di buat untuk di robek honey, kamu aku bisa membelikan seberapa banyak yang kamu inginkan"
Kain yang kini melekat pada tubuh nya hanya triangle yang pasti sebentar lagi akan terlepas dari tempat nya, sedangkan Albert dia masih mengenakan pakaian lengkap nya, hanya jas nya saja yang sudah tertanggal dari tubuh nya.
Kicauan itu mengalun indah di telinga Albert yang kini sedang menikmati segar nya air dari pegunungan yang tidak pernah berhenti mengeluarkan air nya, bahkan semakin sering di minum air itu akan semakin berlimpah dan tidak ada habisnya.
Diana merasa tidak adil dengan apa yang dilakukan suaminya itu pun melepaskan satu persatu kancing kemeja yang di gunakan oleh suaminya itu, dengan kicauan yang tidak berhenti dari mulut nya, bahkan sesekali Diana memejamkan mata merasakan sengatan listrik yang di ciptakan oleh lidah panas suaminya yang menari dan sesekali menyesap sumber mata air nya.
Diana meski dengan bersusah payah di berhasil menelanjangi bagian atas suaminya itu, Albert berdiri dari duduknya saat Diana berusaha melepaskan kancing celana bahan yang dia kenakan.
Dengan cepat Albert membuka nya, bahkan dia segitiga Bermuda nya pun langsung dia lepaskan, Lancau milik nya itu terasa tidak bisa bernafas karena tertahan oleh kain penutup.
Diana yang melihat itu, terlihat malu-malu mau ingin menggenggam dan memainkan nya, Albert yang menyadari itu pun menarik tangan Diana dan dia arah kan pada benda kebanggaan nya yang aka membuat istrinya itu mengerang nikmat.
"Urut dia seperti biasa nya honey" Diana melakukan apa yang di perintahkan oleh suaminya itu meski masih sedikit kaku tapi itu cukup membuat Albert merasa nikmat yang tak tertahan.
Tangan milik nya juga tidak mau menganggur begitu saja, satu tangan nya memainkan benda kenyal nya dan satu lagi mengorek gua yang sudah sedikit lembab itu.
Sementara lidah nya menari-nari di puncak pink yang ada dua itu.
__ADS_1
"Aaahh,,,, ssstttt,,,,,"
"Hubbyy,,,,,aaahhhha"
"Kenapa honey? heem" kata Albert yang tidak mendapatkan satu jawaban yang keluar dari mulut Diana.
Diana sibuk menikmati kenikmatan yang akan dia dapatkan sebentar lagi, benda tak bertulang itu kembali turun dan kini tepat berada di mulut gua dengan mengeluarkan baru harum yang membuat nya kecanduan.
Albert menjulurkan benda tak bertulang nya itu tepat di tombol yang berada di atas bibir gua milik nya itu.
"Ahhh,,,,,, hubbyyyyy,,,,,,,"
Diana yang terlalu sibuk menikmati setiap serangan yang di lakukan Albert pada tidak titik sensitif nya, membuat nya melupakan tugas nya.
Albert membaringkan tubuh Diana di sana membuka lebar-lebar kedua kakinya istri nya dan.
"Aaahhh,,,,,ssstttt,,,,,,Aaaahhhh"
Albert terus melakukan nya bahkan remasan pada benda kenyal milik istrinya itu juga semakin tidak beraturan, lidah nya menggelitik dengan sangat liar di mulut gua milik istrinya.
Sampai dia merasa bahwa istri nya itu akan segera mendapatkan puncak tertinggi nya hanya dengan bantuan lidah dan remasan di kedua benda kenyal nya, Albert mempercepat gerakan lidah nya, dan.
"Aaaaahhhhh,,,,,,, hubby,,,,,,,aaaahhhh"
Albert dengan sengaja dia menikmati sesuatu yang baru saja keluar dari gua istrinya itu yang terasa manis di sana.
Diana yang baru saja mendapatkan puncak nya kini mengatur nafas nya yang naik turun, tapi bukan Albert nama nya kalau membiarkan istrinya itu merasakan puncak nya.
Albert naik ke atas tubuh istrinya yang tergolek pasrah di depan nya, dengan cepat tanpa jeda Albert langsung menyesap bibirnya dengan kedua tangan yang di genggam di atas kepalanya, bagian bawah nya dia biarkan begitu saja.
Mereka sudah mengenal satu sama lain jadi tidak perlu di arah kan lagi.
"Aaahhh hubby"
__ADS_1