Aku Madu Sahabat Mama

Aku Madu Sahabat Mama
Berjalan lancar


__ADS_3

"Mau apa lagi kau haah?" sengit Albert pada wanita yang membuatnya tidak ingin dia temui itu.


"Aku ke sini karena mendengar istri mu sakit!"


"Dan aku tidak butuh semua itu!"


"Lebih baik kau pergi dari sini Milea, kalau tidak aku akan memanggil pihak keamanan untuk mengamankan mengusir serangga gatal seperti mu!"


"Awas saja kau, suatu saat nanti kau akan merengek minta maaf pada ku"


"Aku tunggu itu nenek!"


Entah sebuah kebetulan atau memang tidak sengaja kenapa mereka harus bertemu dengan orang yang tidak sedap di pandang mata sejak tadi pagi, sungguh sial sekali hari ini.


"Menyebalkan sekali!"


"Bagaimana Tante Maria bisa bertahan sampai sekarang, padahal banyak sekali ular yang mengerubungi suaminya"


"Jangan pikirkan itu sayang, kamu akan sakit kepala kalau memikirkan berapa banyak wanita yang pernah menjadi budak cinta suami mu itu!"


"Apa papa juga begitu ma!"


"Yes, mereka berdua sama, hanya saja pesona papa mu sudah sedikit luntur, hihihi,....!" jawab Agatha terkikik geli dengan ucapan nya sendiri.


"Lalu kenapa Om Al, tidak ma!"


"Kalau pesona om turun, tidak mungkin putri frazer mencintai ku bukan?"


SKAK..


Diana tidak berkutik di sana, dia tidak bisa menjawab ataupun menyangkal nya, dia diam sambil menyelipkan rambutnya ke belakang telinganya.


"Dia sama seperti mu Tha, yang mudah tersipu hanya dengan gombalan receh dari Geffrey dulu!"


"Aku tidak seperti itu!".


"Terserah mu saja!"


Mereka semua terdiam saat salah satu perawat kembali masuk ke dalam ruang steril Maria, dan memeriksa kondisinya.


Tak butuh waktu lama perawat tersebut keluar, tak lupa dia menyampaikan pada mereka tentang kondisi Maria, dan Maria di nyatakan siap untuk menjalani operasi jantung nya besok.


Seketika ketegangan yang tadi sempat mengendur kini menjadi tegang kembali, mereka sadar apa yang mereka lakukan tadi hanya untuk menyiapkan mental untuk menerima apapun kabar yang di sampaikan oleh petugas kesehatan.


"Pa bagaimana keadaan Mama?"


"Mama mu dalam kondisi baik hanya saja dia masih belum sadarkan diri, besok pagi Mama mu harus menjalani operasi nya!"

__ADS_1


"Pa bukan kah selama ini Mama tidak pernah mengeluh sakit lalu kenapa tiba-tiba penyakit nya kambuh?" tanya David yang baru saja kembali ke negaranya sendiri.


"Aku juga tidak tahu, apa mungkii-----!"


"APA?"


"Kalian ingin menuduh ku menyembunyikan penyakit Maria, iya?" tuduh Agatha saat semua orang menatap penuh tanya.


"Apa itu benar Tante!"


"Aku tidak tahu Dav!"


"Kenapa mama menyembunyikan penyakit nya,!"


"Aku tidak tahu yang pasti kita harus segera mendapatkan donor ginjal itu, setelah operasi jantung berhasil, beberapa bulan setelah kita bisa melakukan pencangkokan ginjal nya!"


"Akan aku usahakan pa, berapa pun biayanya!"


"Aku tahu, kamu mampu, tapi Papa masih mampu melakukan nya, jadi simpan saja uang mu!" kata Albert sambil menepuk pundak putra pertamanya itu.


Mereka semua berjaga di sana, bahkan Agatha juga tidak mau pulang dari sana dia ingin memastikan sendiri bahwa sahabat nya itu mendapatkan perawatan medis yang memadai.


Sampai saat Maria di bawah ke ruang operasi pun mereka mengikuti nya dan menunggu di depan pintu ruangan tersebut.


Butuh waktu cukup lama hingga lampu yang tadi menyala itu kini telah padam, semua orang bernafas sedikit lega, di tambah lagi dokter yang menangani Maria keluar dari ruangan tersebut dan mengulurkan tangannya pada Albert.


"Terimakasih banyak dokter!"


"Sama-sama Tuan, saya permisi dulu!"


Dokter yang menangani Maria sudah tak terlihat lagi, dan kini seorang suster menghampiri mereka dan memberitahukan bahwa Maria siap di pindah kan ke ruang rawat VVIP yang telah di pesan oleh Albert sebelum nya.


Kini mereka semua sudah berkumpul di ruangan tersebut, lingkar mata tercetak jelas di wajah dua wanita yang tidak tidur semalaman.


"Bawa pulang istri mu Grey dia sudah seperti hantu saja!"


"Biar kan dia tidur, baru nanti kesini lagi, aku titip istri ku juga" ucap nya.


"Aku akan pulang jika Maria sudah datang!"


"Benar apa yang di katakan Albert, kita pulang dulu, kabari aku jika Maria sudah sadar Al!" jawab Geffrey


"Tidak aku di sini saja"


"Jangan keras kepala pulang dan tidur lah nanti kembali lah ke sini, jangan lupa masak dan bawa ke sini!"


"Kita bisa menelfon bi Lisa untuk masak dan mengantarkan nya kemari!"

__ADS_1


"Pulang jangan sampai kau juga sakit!"


"kamu nyebelin Al!" ucap Agatha sambil menghentakkan kakinya.


"Bawa pulang dia Grey dan pastikan dia tidur kalau tidak mau tidur juga, kau tahu kan apa yang harus kamu lakukan untuk membuat nya tidur!"


"Sangat tahu, jadi ayo kita pulang!"


"Sayang kamu juga harus pulang, ambil kan baju untuk suami mu itu!" kata Geffrey pada putrinya.


Diana menatap Albert yang sekan tidak ingin meninggalkan nya sendirian, tapi anggukan kepala Albert membuatnya langsung berdiri dan berjalan mendekati Albert.


"Aku pulang dulu Om!"


"Hati-hati, pulang dan istirahat lah, nanti kalian bisa ke sini lagi"


"Iya!"


Mereka bertiga pun pulang kediaman mereka, tidak apa pembahasan apapun yang terjadi di atas mobil, semua memilih diam, bahkan saat tiba di rumah pun mereka langsung masuk ke kamar masing-masing.


i QQ awas by the


Diana merebahkan tubuh lelah nya atas kasur milik nya, banyak hal yang berseliweran di kepala nya, termasuk tentang kelanjutan rumah tangga nya.


Dia tidak tahu bagaimana cara mengakhiri hubungan palsu ini, sampai dia terbuai dan masuk ke dalam alam mimpinya.


Bukan hanya raga saja yang lelah tapi pikiran dan hatinya juga lelah, lelah menunggu sesuatu yang belum tentu indah pada akhirnya.


Diana tidur dengan nyenyak nya sampai suara ketukan pintu tidak bisa membuatnya kembali dari buaian mimpi nya.


Agatha masuk ke dalam kamar putri nya itu, dia menggeleng saat melihat posisi tidur putri nya itu, baju yang masih belum di ganti, heels yang masih ada di kaki nya, bahkan tas kecil nya juga masih menggantung di pundak nya.


"Bagaimana dia bisa tertidur dengan posisi yang seperti ini?"


"Sayang Diana, bangun nak hey!"


"Diana"


"Bangun"


"Sayang, kita harus segera ke rumah sakit, suami mu menunggu mu di sana"


Agatha mendesah kesal saat putri itu tidak juga bangun, jangan kan bangun menggeliat saja tidak.


"Dasar anak ini, kali sudah tidur susah sekali di bangun kan"


"Ah iya, aku harus mencari cara membangun kan nya, dasar anak papa, kalau dia bangun saat Papa nya yang membangun kan nya aku pasti akan memaksa Geffrey untuk membuat ku hamil lagi, Hihihi"

__ADS_1


Eeehhhh


__ADS_2