Aku Madu Sahabat Mama

Aku Madu Sahabat Mama
Karma


__ADS_3

"Lagi-lagi dia, aku bosan Melihat wajah nya itu dan lagi kenapa dulu kamu harus pacaran dengan nya!"


"Kamu tahu sendiri ceritanya dan sekarang bertanya pada ku!"


Ceklek.


"Bagus ya, anak ku kalian suruh bekerja sedangkan kalian malah bermesraan di sini" ucap Agatha yang kini berada di depan pintu.


"Tidak bisakah mengetuk pintu terlebih dahulu, bagaimana kalau tadi aku sedang menelusuri kedalaman!"


"Mulut mu Al, kau ini tidak ada sopan-sopan nya pada mertua!"


"Berharap sekali kau ingin aku anggap sebagai mertuaku!" jawab Albert yang kini menenggelamkan wajahnya di antara benda kenyal milik istrinya.


"Ada apa Tha?" tanya Maria yang masih duduk di pangkuan menantu dari teman nya itu.


"Aku ingin mengajak mu pergi ke suatu tempat!"


"Tidak!" ucap Albert dengan tegas di sana tanpa mengalihkan wajahnya dari tempat nya bersembunyi.


"Aku tidak sedang meminta ijin pada mu,!" kata Agatha yang tidak mau kalah dengan Albert.


Mendengar itu Albert langsung menjauhkan wajah nya dari tempat persembunyiannya, lalu menatap tajam ke arah Agatha, kini wajah bak kucing kecil tadi sudah tidak tampak lagi.


Hanya wajah penuh intimidasi dan tidak ingin di bantah lah yang kini ada di sana, mereka yang menyadari itu pun langsung diam tanpa kata, Maria juga yang tadinya ingin membantah suami di buat tidak berkutik saat mendapatkan tatapan seperti itu.


"Dengar, kalian berdua saat ini tidak aku izinkan untuk keluar dari rumah atau pun menerima tamu siapapun itu!"


"Ada apa Al?, seperti nya serius sekali."


"Geffrey belum mengatakan apapun pada mu?" tanya Albert dia cukup heran pada sahabat nya itu, bagaimana dia belum mengatakan semuanya ini, padahal di luar sana kondisinya sudah tidak bisa di kendalikan.


"Aku tidak akan mengatakan itu nanti saja tanyakan pada suami mu itu!"


"Apa beda nya, coba ceritakan!"


Albert tidak menghiraukan pertanyaan dari Agatha kini dia kembali berada di tempat ternyaman nya.


"Al!"


"Dasar tua Bangka" umpat nya saat Albert tidak lagi menggubris nya.


"AAAHH," pekik Maria saat Albert menyesap benda kenyal nya dari luar.


"Sialan kau Albert, aku masih disini dan kamu ingin perang-perangan!"

__ADS_1


Tangan Albert terulur mengambil ponsel yang ada di saku celana nya, tahu kalau suaminya itu kesulitan Maria pun beranjak dari duduknya, namun di tahan oleh Albert di sana.


"Mau kemana?"


"Turun kan aku, malu sama ibu mertua, dia tidak bisa melakukan seperti yang kita lakukan " jawab Maria


"Kamu masih marah sama Grey?"


Agatha bungkam dia tidak menanggapi pertanyaan dari sahabat itu, entah mengapa hati nya masih saja sakit saat mengingat kembali kejadian itu.


"Aku hanya ingin mengatakan bahwa semua ini sudah direncanakan, mereka ingin kita tercerai berai, kalian pasti tahu kalau salah satu saja di antara kita terkena masalah, semua orang akan merasakan dampaknya!"


"Dan yang harus kamu tahu, kalian berdua lah sumber dari segalanya, kalian kekuatan terbesar kita, maka dari itu mereka ingin menghancurkan aku dan Geffrey di mulai dari kalian berdua"


"Apa ini yang kemarin ingin di katakan oleh Geffrey!"


"Iya kemarin saat kalian berdua pergi, Johan langsung mencari tahu apa yang terjadi, dan ternyata ini semua berhubungan dengan masa lalu kita!"


"Maksud mu?"


"Iya, mantan kekasih mu itu menginginkan mu kembali pada nya, dan dia juga bekerja sama dengan Rosaline yang dia tahu kalau dia adalah cinta pertama nya Geffrey!"


"Bagaimana mereka bisa saling mengenal?" tanya Maria dengan tangan yang tidak bisa diam di meraba dada bidang suaminya.


Ucap Albert sambil menahan kedua tangan Maria, tapi dia juga tidak kehabisan akal dia malah menciumi pipi suaminya itu.


"Aku tidak akan melepaskan mu nanti malam berani sekali menggoda ku!"


"Kalau begitu turunkan aku!"


Albert langsung melepaskan istrinya itu untuk turun dari pangkuan nya, dia masih sangat waras untuk meladeni sikap jail istrinya itu, apa lagi ada Agatha di sana.


"Kenapa berhenti, sayang sekali aku tidak bisa lagi menyaksikan live streaming!"


"Diam lah,"


"Kamu tahu Tha, Rosaline dan Hendrik adalah kakak beradik tiri jadi bisa kamu bayangkan sendiri bahagia mereka bisa bekerja sama kan!"


"Lalu kenapa dia mendekati mu sayang!"


"Itu hanya pancingan, target sebenarnya adalah Geffrey, akan sangat sulit jika langsung mendekati Geffrey jadi dia mendekati nya lewat aku!"


" Lalu yang katanya anak mu itu bagaimana Al?" tanya Agatha dia cukup terkejut mendengar kenyataan itu.


Hahahaha....

__ADS_1


"Kamu percaya dia anak ku?" tanya Albert sambil tertawa geli di sana.


Agatha mencebik saat pertanyaan nya di anggap tidak serius oleh Albert, sedangkan Maria dia berjalan keluar dari sana dia membawa piring bekas makan tadi menuju dapur.


Albert masih belum bisa meredakan tawa nya sampai Maria kembali masuk dengan membawa buah-buahan di tangan nya.


"Kalian ini kenapa?" tanya Maria yang sudah duduk di samping suami nya.


"Kamu lupa atau bagaimana, Albert punya anak dengan wanita lain, tapi kamu biasa saja"


"Nanti juga dia akan punya anak dari perempuan lain kan, jadi apa yang harus aku lakukan!"


Hah


"Apa maksudmu?"


"Kamu lupa apa amnesia, dia ini menantu mu kan, apa kamu tidak ingin putri mu punya anak"


Agatha juga Albert mereka masih terdiam tidak mengerti dengan apa yang di katakan oleh Maria.


"Kalau saja bukan sahabat ku, sudah aku tenggelam kan kalian di Palung Mariana"


"Aku tidak mengerti apa maksud mu"


Maria menghela nafas nya saat keduanya masih juga belum paham dengan apa yang dia katakan.


"Putri mu itu madu ku bukan, kalau dia punya anak dari suamiku sudah bisa di pastikan kalau Albert punya anak dari wanita lain"


"Apa aku harus melarangnya punya anak dan kamu tidak akan punya cucu dari putri mu!"


"Tapi bagaimana aku melarangnya jika saja mereka selalu membuang nya di dalam, bahkan tidak tahu tempat saat melakukan nya!"


Albert mendelik saat mendengar ucapan yang keluar dari mulut, bukan tentang anak yang dia permasalahan tapi tentang masalah bercinta nya tadi kenapa juga harus di katakan.


Albert yang ingin protes pun tertahan, dia lupa kalau dua orang yang ada di hadapannya ini adalah kembar tak seiras yang bahkan mungkin tidak ada satu rahasia pun di antara mereka.


"Itu berbeda Ria, mereka menikah dan saling mencintai!"


"Dulu mereka juga melakukan nya atas nama cinta!"


"Tetap saja berbeda, mereka akan mendapatkan anugerah saat punya anak sat sudah menikah, dan karma menantu mereka jika punya anak di luar nikah!


"Ya kita tunggu saja karma itu!"


Hah

__ADS_1


__ADS_2