
Perjuangan Albert tidak sia-sia saat dia mendapatkan maaf dari istri pertama nya, meski pun butuh waktu sampai tengah malam untuk membujuk nya.
Kini Albert sudah bisa kembali memeluk tubuh wanita yang sangat sabar menghadapi segala macam rintangan yang bisa membuat rumah tangga mereka hancur.
Tinggal dia memikirkan tentang bagaimana cara meminta maaf pada Diana, yang dia tahu bahwa dia lah yang paling terluka di sini, sejak pernikahan nya itu, dia sama sekali belum pernah memberikan nafkah batin untuk istri keduanya itu.
Dia masih berfikir untuk tidak merusak wanita yang dia banggakan itu, tapi bisa dia lihat bahwa Diana kecewa dengan pilihan nya, yang tidak mau menjadikan dia sebagai istri seutuhnya.
Dia bimbang, dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan, bahkan dia juga menyadari bahwa Diana mencintai nya dan tidak akan meminta nya untuk menceraikan nya.
Tapi apa boleh buat, dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan, perjanjian yang telah mereka sepakati tidak mudah bagi seorang Albert untuk mengingkari nya.
Dan ini lah saat nya dia harus berhadapan dengan princess Hamilton, nama yang dia sematkan sejak dulu.
Albert masuk kedalam rumah mertua di pagi buta, dia meninggalkan Maria yang masih tanpa busana di dalam kamar mereka.
Tak
Tak
Tak
Suara bunyi dari sepatu yang di kenakan Albert menyita perhatian kedua mertuanya yang sedang menikmati sarapan pagi nya.
"Selamat pagi Pa, Ma!"
"Sekali lagi kau memanggilku seperti itu akan ku buat kau babak belur!" kesal nya pada sahabat nya, Geffrey merasa geli yang menggelitik indera pendengaran nya saat Albert memanggil nya seperti itu.
"Salah ku di mana, aku menantu kalian,? jadi tidak ada yang salah dengan semua ini!"
"Aku baru bajingan rapi sadar lah usia kita sama, jadi jangan memanggilku dengan sebutan itu, atau aku akan benar-benar menghancurkan mu!"
"Sensitif sekali suami mu itu Tha?, apa kau tidak memberikan nya asupan tadi malam?"
"Tidak" jawab Agatha dengan enteng nya, yang pasti dengan menyuapkan makanan yang ada di depan nya.
"Kenapa?"
"Kamu kepo sekali Al?"
"Ya karena tidak biasanya dia libur, kecuali sedang palang merah!"
"Jangan-jangan kauuu-"
"Tutup mulutmu Albert, apa tujuan mu pagi-pagi kesini, kalau Meu membujuk istri mu, sana cepat naik sebelum aku membuat mu tidak bisa naik lagi"
Albert yang mendapat ancaman dari papa mertua nya itu pun langsung meninggalkan meja makan yang ada di sana.
Dia naik kelantai dia menuju kamar milik istri kedua nya.
Sampai di sana dia mengetuk pintu kamar nya, ada sahutan dari dalam dengan suara khas orang yang baru bangun tidur.
Tok
Tok
__ADS_1
Tok.
Ceklek.
Pandangan mereka bertemu, dia terpaku dia sana saat melihat suaminya itu kini berdiri di depan pintu kamarnya dengan setelan jas nya membungkus tubuh kekar nya.
"Apa aku boleh masuk?"
"Haaah?" ucap Diana yang masih bingung dengan pertanyaan suami, Albert yang tidak mau menunggu lama pun langsung masuk kedalam kamar yang sejak satu tahun itu tidak pernah lagi dia masuki.
Ternyata semua masih sama seperti saat terakhir kali dia masuk ke sana, yang pasti itu sebelum mereka di sahkan menjadi suami istri.
"Kenapa masih berdiri di sana?" tanya Albert saat melihat Diana masih terpaku pada tempat nya.
"Sayang!" panggil nya sambil mengelus pipi wanita yang tidak ingin dia lukai sedikit pun itu.
"Om, kenapa masuk ke dalam kamar ku?"
"Apa salah nya, aku masuk ke dalam kamar istriku sendiri!"
Sepak terjang Albert dalam menaklukkan hati dari makhluk yang punya nama wanita itu tidak perlu di ragukan lagi, buktinya hanya dengan panggilan 'Sayang', dsn sedikit sentuhan sudah membuat Diana sedikit luluh dengan nya.
Jangan kan Diana yang memang masih berjuang untuk mendapatkan pengakuan cinta dari pria nya, Maria saja yang sudah hidup puluhan tahun bersama Albert, dia tidak akan tahan lebih dari tiga jam saat marah pada 'kadal buntung' nya itu.
Entah lah, pesona seorang Albert memang tidak pernah luntur, wajah tampan, tubuh kekar, beruang sekaligus penyayang, sudah merupakan paket komplit untuk memperebutkan pria tersebut bukan.
"Kamu tidak bekerja hari ini sayang?"
"Akuu----"
Diana merutuki dirinya yang seperti tidak punya harga diri di depan suami nya itu, bagaimana hanya dengan sedikit sentuhan saja dia sudah panas dingin disana, lalu bagaimana jika-------
Ahhh
Diana tidak sanggup jika harus begini, dia tidak sanggup untuk tidak semakin jatuh cinta pada sahabat Mama nya itu.
Apa lagi saat tangan besar itu menyentuh kening nya,semakin membuat nya salah tingkah akibat ulah suami nya itu.
"Aku antar ke rumah sakit saja ya, kamu demam seperti nya!"
"Tidak Om, aku tidak sakit, Aku hanyaa------!"
"Ahh sudah lah Om nyebelin, aku mau mandi saja!" ucap Diana sambil berlalu menuju kamar mandi tak lupa dia juga membawa baju ganti nya, akan sangat memalukan jika kejadian yang dulu terulang kembali.
Flashback on
Albert masuk kedalam kamar Diana tanpa mengetuk pintunya, saat pintu terbuka Albert langsung tertegun dengan apa yang di lihat nya, mata nya tidak teralihkan dari obyek yang sangat indah di sana.
Diana yang tengah tidak mengenakan apapun itu begitu memanjakan matanya, dengan gerakan pelan diam mengoleskan body lotion pada tubuh **** nya.
Albert menelan kasar ludah nya, bagaimana pun dia adalah laki-laki normal yang masih memiliki nafsu yang cukup besar, apa lagi dengan masa lalu nya yang merupakan pemain wanita itu, jelas sisi lain dalam dirinya tiba-tiba bangkit jika di suguhkan pemandangan seperti itu.
Ya meskipun dia sudah menganggap Diana seperti anak kandungnya sendiri, nyata nya tidak ada nya hubungan darah yang terjadi di antara mereka.
Dia dan Geffrey adalah sahabat sejati tanpa ada hubungan darah di dalam nya.
__ADS_1
Albert terpaku pada tempatnya, dia seperti tengah menikmati adegan slow motion di depan nya, sampai teriakan Diana membuyarkan semua.
Albert tergagap di sana, dia merutuki kebodohan nya malah menikmati tubuh Diana dengan mata bejat nya.
Sedangkan Diana langsung menutup tubuh nya dengan kimono yang ada di sana, sambil membalikkan tubuhnya.
"Maafkan Om sayang, om tidak tahu kalau kamu seperti itu, turun dan makan lah!"
"Pesanan ku sudah Om belikan, dan om minta maaf atas yang tadi!"
"Sekali lagi maaf kan Om!" ucap Albert sambil menutup pintu kamar Diana, dia tidak langsung turun ke bawah, dia menuju balkon rumah sahabat nya itu.
Dia ingin menenangkan diri nya, dari apa yang tadi dia lihat.
Sedangkan dia merutuki kecerobohan nya lupa mengunci pintu kamar nya jadi lah Albert masuk kedalam kamarnya dengan posisi dia yang tidak mengenakan apapun.
Dia malu sekali pada Albert yang secara tidak sengaja melihat tubuhnya, tapi tunggu tadi Om nya itu sangat menikmati panorama yang tersaji bukan, atau mungkin om nya itu juga memiliki rasa yang sama.
Tapi mana mungkin, Diana langsung mengganti baju nya, dia harus berbicara dengan Om nya itu, dia tidak mau Albert salah paham dengan apa yang di lihat nya tadi.
Diana keluar dari kamar nya, dia menoleh ke arah kanan dan kirinya, tapi tidak ada satupun di sana, sampai saat dia ingin turun ke bawah, dia melihat bayangan orang yang ada di balkon dia yakini itu adalah Albert.
Diana mendekati kearah nya dia kembali menoleh di sekelilingnya memastikan bahwa di sana hanya ada mereka berdua.
"Aku minta Om lupakan apa yang Om lihat tadi, kalau saja berani mengatakan pada orang lain, aku tidak akan memaafkan om!"
Albert tidak menjawab nya dia masih menetralkan jantung nya berlarian saat mengingat apa yang baru saja dia lihat.
Dan hal itu menjadi alasan utama mengapa Albert menerima permintaan Diana untuk menjadi pengantin pengganti Kelvin, dia tidak ingin Maria tahu kejadian memalukan itu, begitu juga pada kedua sahabat nya.
Jadi lah dia menerima permintaan Diana untuk menjadi nya istri kedua.
flashback off
Diana telah selesai dengan acara mandi dan kini dia tengah merias wajah nya, tentu saja masih dengan Albert di sana yang terus menatap ke arah nya.
"Berhentilah menatap ku seperti itu Om!"
"Tidak ada yang salah dengan apa yang aku lakukan bukan?"
"Kamu berdandan cantik sekali mau kemana?"
"Aku biasa berdandan seperti ini, Om saja yang tidak pernah melihat kearah ku!" jawab Diana sedikit menyuarakan hati nya.
Tok
Tok
"Maaf Tuan Albert dan nona Diana, Tuan Grey meminta anda berdua untuk segera turun!"
"Ada yang ingin bertemu dengan anda!"
"Siapa?" tanya Albert
"Silakan turun dulu, Nyonya Maria juga sudah di panggil!" jawab bi Lisa yang merupakan seorang Art di rumah Geffrey.
__ADS_1
"Kamu!"