Aku Madu Sahabat Mama

Aku Madu Sahabat Mama
Pergi


__ADS_3

Maria benar-benar memutuskan untuk pergi dari sana, dia menarik koper milik nya berisi pakaian yang di beli kan oleh kedua putranya.


Dia sama sekali tidak membawa apapun yang di berikan oleh suaminya, bahkan dia juga melepaskan cincin pernikahan nya di atas nakas yang tak jauh dari ranjang.


Ponsel miliknya juga dia letak di sana, lalu dia keluar dari sana, ya mungkin salah ini sudah tepat bagi nya untuk pergi membiarkan suaminya itu bahagia dengan madu nya.


Dia menyeret koper milik nya menuju lantai dasar tanpa ada yang tahu, bahkan kedua putranya sekali pun.


Dia keluar dari sana mengendap supaya tidak ada satu orang pun Yeng menyadari kepergian nya, setelah keluar dari sana Maria berjalan cukup jauh menuju jalan raya.


Sungguh rencana yang berjalan mulus, kedua satpam yang berjaga pun tidak tahu dia keluar karena sedang asyik menyaksikan pertandingan bola.


Tidak perlu menunggu waktu lama sebuah taksi berhenti tepat di hadapan nya, dia pun langsung masuk dan mobil melaju meninggalkan kota tersebut menuju tempat yang tidak pernah ada satu orang pun yang tahu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara di kamar satu nya, Albert berusaha menenangkan istri muda nya yang merasa sakit hati akibat penolakan dari kedua putra suami nya.


Butuh waktu lama untuk membuat membuat diana kembali tenang, tapi saat Albert ingin kembali ke kamar istri pertama nya itu, Diana menahan nya, dia langsung duduk di atas Lancau suaminya yang masih tertidur.


Albert pun yang terbuai oleh rayuan istri muda nya itu pun tidak lagi memikirkan istri pertama nya, dia sibuk merengkuh kenikmatan bersama Diana yang kini bergerak liar di atas nya.


Dia melupakan jadwal nya yang saat ini harus nya bersama dengan Maria setelah dia tinggal kan selama dua Minggu, Diana benar-benar tidak ingin melepaskan Albert bukti dia kembali menggoyangkan tubuh nya memancing kembali Albert yang baru saja menyembur kan lahar panas nya.


Diana membuat Albert kelelahan sampai di langsung tertidur setelah pendakian ke dua kali nya, Diana tersenyum saat melihat suaminya yang langsung terlelap masih dengan Lancau yang tertanam di dalamnya.


"Kamu milik ku" ucap nya yang kini tutun dari atas tubuh suaminya.


Diana masuk kedalam pelukan suami, dia pun menyusul menuju alam mimpi.


...****************...


David dan juga Kelvin yang sejak tadi menunggu kedua orang tua nya turun pun akhirnya memutuskan untuk kembali naik ke lantai dua, mereka mengetuk pintu kamar mama nya yang sama sekali tidak ada jawaban di sana.

__ADS_1


David pun menggerakkan handle pintu kamar mamanya yang ternyata tidak di kunci, kamar mama nya itu sepi seperti tidak ada kehidupan di sana.


Kondisi kamar itu sama seperti kemarin sebelum istri muda papa nya itu masuk dan merusak suasana, mereka berdua masuk kedalam sana, merek mencari mama nya di setiap ujung kamar besar itu.


Mereka berdua menggeleng saat tidak menemukan mama nya di sana.


"Kemana pergi nya mama dan papa"


"Entah lah, aku harap mereka baik-baik saja" ucap Kelvin yang menangkap sesuatu yang menarik perhatian nya, kelvin pun berjalan mendekat lalu mengambil secarik kertas yang ada di sana dengan sebuah cincin pernikahan yang ada di atas nya.


"kak, kemari lah, ini bukan nya cincin pernikahan mama, kenapa di letak di sini dan ini juga ponsel Mama"


"Jangan-jangan"


Mereka keluar dari sana berpapasan dengan Diana yang membuka pintu kamar nya, dari celah pintu mereka bisa melihat bahwa papa nya itu tengah tertidur pulas tanpa mengenal apa pun.


Di tambal lagi penampilan Diana yang masih acak-acakan itu pun membuat mereka langsung menyimpulkan sesuatu.


"Apa kau lupa kalau suamimu itu adalah papa ku hah" bentak Kelvin yang tidak lagi bisa menahan kemarahannya pada mantan calon istri nya itu.


"Lalu kalian mau apa, aku tidak mengizinkan kalian menganggu suami, lebih baik kalian pergi dari sini"


"Apa aku tidak salah dengar, kamu mengusir kamu dari rumah kami sendiri, harus nya kamu sadar diri kamu siapa" geram David pada Diana.


"Kita lihat saja siapa yang akan terusir dari sini, aku atau kalian"


Albert yang mendengar kegaduhan itu pun membuka mata nya, dia meraih boxer nya lalu mendekat ke arah di mana anak dan istri mudanya itu bersitegang.


"Ada apa ini?"


"Hubby, kamu sudah bangun, maaf menganggu tidur mu, mereka memaksa ingin bertemu dengan mu"


"Padahal aku sudah jelaskan kalau kamu masih kecapekan" lanjut Diana yang kini memeluk tubuh suaminya yang sedang bertelanjang dada.

__ADS_1


"Ada apa? Pagi-pagi sudah ribut, tidak bisakah kalian tidak membuat kegaduhan sebentar saja" omel Albert pada kedua putranya.


"Kak seperti percuma mengatakan apa yang terjadi, benar kata mama, kalau dia bukan papa kita yang dulu"


"Sudah lah ayo kita pergi, percuma kita ada di sini" ucap David yang langsung menarik adik nya itu pergi dari sana.


Albert mengerutkan dahinya, melihat tingkah kedua anak nya, apa yang tidak dia ketahui, kenapa sampai kedua putranya itu terlihat marah pada nya.


"Ayo hubby tidur lah lagi, kita butuhkan istirahat yang cukup setelah bulan madu kita"


"Masuk lah, aku ingin menemui Kakak mu dulu" ucap Albert yang berjalan keluar dari kamar istri muda nya.


"Tapi hubby bersih kan diri mu dulu, kakak pasti tidak akan mau di sentuh oleh mu saat masih bercampur dengan keringat ku" ucap Diana yang sekali lagi mencegah suaminya itu untuk menemui istri pertama nya.


Albert pun masuk kedalam kamar mandi tanpa mencurigai sesuatu yang terlihat sangat janggal di sana, tapi di tidak menyadari apa yang sebenarnya terjadi.


Di sana dia kembali melakukan sesuatu yang lebih mengulur waktu untuk menemui Maria yang kini tanpa dia sadari bahwa istri nya itu tidak lagi ada di rumah besar milik nya.


Kini dia berada di rumah milik nya sendiri yang dia beli dulu saat mereka belum menikah dulu, dan hanya suami itu yang tahu tentang rumah yang akan menjadi rumah masa tuanya.


Maria duduk di gazebo yang langsung berhadapan dengan hamparan kebun teh di sepanjang mata memandang, dia terdiam larut dalam angan nya yang dulu pernah membayangkan betapa indah nya hidup di sana bersama suami


Suami yang kini menjadi milik wanita lain yang dia sayangi dengan tulus itu malah menusuk nya dari belakang.


Mungkin benar apa kata pepatah.


Tentang ketulusan yang di balas keculasan


Bak air susu dibalas air tuba.


Jangan bosen ya,


ikuti terus 🥰🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2