
Albert turun dari mobil dengan raut wajah cemas yang terlihat jelas di wajah nya.
Dia tadi sedang meeting dengan salah satu kolega nya, sedangkan David di sedang melakukan perjalanan bisnis yang di jadwalkan akan kembali esok hari.
"Apa yang terjadi Tha?". tanya Albert pada sahabat nya itu
"Kau liha---?"
"sayang!" panggil Geffrey yang juga tiba di sana, dia tidak memperdulikan pekerjaan nya lagi saat mendengar kabar bahwa Maria kembali pingsan.
"Bagus lah kalian berdua ada di sini!"
"Kalian lihat ini!" ucap Agatha sambil menunjuk foto yang membuat Maria pingsan.
Dia orang itu menatap tanpa ekspresi foto yang di perlihatkan oleh Agatha, bukan mereka tidak tahu, tapi siapa yang mengirimkan pesan tersebut.
"Kalian sudah tahu, kenapa tidak ada yang memberi tahukan pada kita!"
"Untuk apa?" tanya Geffrey
"Dia sudah berani mengambil keputusan jadi biarkan dia menjalani nya Tha!"
"Kalian berdua sungguh keterlaluan, dia putra ku tapi kenapa kalian tega!"
"Jangan memancing emosi Agatha!" ucap Albert yang sebenarnya marah saat melihat tingkah putra keduanya itu yang benar-benar jatuh dalam pesona wanita ular.
"Kenapa tidak mencegahnya!"
"Kita tidak bisa melakukan apapun, biarkan saja dulu, yang pasti dia masih dalam pengawasan kita!"
"Aku tidak akan memaafkan kalian kalau sampai anak ku kenapa-kenapa!" ucap Agatha yang sangat menyayangkan keputusan Kelvin menikahi wanita yang dulu pernah menjadi adik nya itu.
"Pelan-pelan kita----!"
"Keluarga pasien?"
"Tuan, kita harus segera melakukan pencangkokan ginjal nya, jika tidak itu akan berakibat fatal bagi kesehatan pasien!"
"Lakukan apa pun yang terbaik dok, kita sudah berusaha untuk mencari pendonor nya tapi sampai saat ini belum ada ginjal yang cocok!"
"Kami juga sudah berusaha tapi sejauh ini belum ada yang memenuhi syarat operasi!"
"kita tidak bisa menunggu lebih lama lagi sekarang yang bisa kita lakukan cuci darah untuk membantu pasien, selama pendonor belum ada!"
"Lakukan apa pun itu, tidak perlu khawatir mengenai biaya, berapapun kita aka usaha kan?"
"Baik tuan, saya permisi!"
Mereka semua terdiam tidak ada yang bisa mereka lakukan saat ini, segala upaya telah mereka lakukan, bahkan mereka juga menawarkan diri untuk menjadi pendonor nya, tapi tidak ada satu pun dari mereka yang cocok untuk menjadi pendonor bagi Maria.
__ADS_1
"Pa, bagaimana keadaan Mama?" tanya David yang langsung terbang kembali saat mendengar kabar Mama nya masuk rumah sakit lagi.
"Mama mu harus segera di operasi tapi sampai saat ini belum ada ginjal yang cocok!"
"Aku akan berbicara pada dokter yang menangani Mama!"
"Apa yang ingin kamu lakukan David?" tanya Agatha yang sebenarnya faham dengan apa yang akan di lakukan oleh putra sahabat nya.
"Tidak ada pilihan lain Tante, aku siap menjadi pendonor untuk mama jika memang memenuhi syarat!"
"Apa kamu yakin?" tanya Albert
"Sangat yakin pa, Aku putra nya jadi kemungkinan besar akan cocok ginjal kami!"
"Pergilah setelah ini kita bisa membicarakan lagi apa yang akan kita lakukan!"
David mengangguk lalu menatap pada Geffrey yang juga menganggukkan kepalanya.
Melihat itu, David semakin mantap untuk melakukan pengecekan ginjal nya untuk donor mama nya.
Dia pun pergi menuju tempat dokter yang menangani Mama nya dan setelah dilakukan pengecekan ternyata ginjal nya hanya memenuhi enam puluh persen dari syarat yang di tentukan.
David kembali ke ruang inap di mana mama nya susah di pindahkan, dia masuk kedalam dengan wajah lesu nya.
Dia duduk di samping Geffrey yang sibuk dengan ponselnya.
"Bagaimana?" David menggeleng di sana raut wajahnya menunjukkan kekecewaan yang mendalam.
Geffrey merangkul pundak putra sahabat nya itu, dia hanya bisa membesarkan hati nya untuk tidak menyalakan dirinya sendiri.
"Kita cari pendonor nya nanti berapa pun kita akan bayar nanti, Sekarang pulang dan istirahat lah kamu baru pulang dari kunjungan kerja!"
"Tidak Om, aku di sini saja nunggu in mama!"
"Jangan membantah, sekarang masih ada aku, nanti malam kamu yang temani mama mu biar papa mu istirahat!"
"Baiklah Om, tapi aku mau lihat mama dulu" kata David langsung menuju ke tempat mama nya.
"Kamu sudah kembali Dav!"
"Maafkan aku pa? aku tidak bisa menjadi pendonor untuk mama!"
"Sudah lah tidak apa, kita cari yang lain nanti!"
"Ma, cepatlah sembuh aku ingin makan masakan Mama,!" ucap David sambil memeluk Mama nya.
"Mama mu pasti akan baik-baik saja,"
"Pa aku pulang dulu, nanti malam aku akan ke sini lagi!"
__ADS_1
"Istirahat kamu pasti lelah!"
David pun pergi dari sana setelah mengecup kening Mama nya.
"Di mana pengawal mu?"
"Ada di luar Om!"
"Ya sudah hati-hati!"
"Baik Om!"
......................
Hari ini semua orang bisa bernafas lega, Maria sudah mendapatkan pendonor yang cocok dan operasi berjalan dengan lancar.
Tapi meskipun begitu mereka di buat bertanya-tanya tentang siapa orang yang dengan sukarela mendonorkan ginjal nya, bahkan dia juga meminta tim dokter yang menangani operasi tersebut untuk merahasiakan identitas nya.
Bahkan Geffrey pun juga tidak bisa menemukan siapa orang tersebut, dugaan pertama mereka jatuh pada Kelvin, tapi ternyata tidak pada saat operasi berlangsung, Kelvin sedang berada bekerja.
Sedangkan Diana di sedang melakukan perjalanan keluar negeri untuk show yang sedang di ikutinya.
Kini di ruangan itu hanya ada Maria, Agatha dan Albert, Geffrey sedang meeting dengan salah satu anak cabang nya yang sedikit bermasalah, sedangkan David dia juga apa pekerjaan yang tidak bisa di tunda.
"Al"
"Siapa kira-kira orang yang sudah rela mendonorkan ginjalnya untuk Maria?"
"Aku tidak tahu Tha, aku sempat berpikir kalau itu adalah Kelvin tapi ternyata bukan, anak buah suami mu itu mengatakan bahwa Kelvin sedang bekerja saat operasi berlangsung!"
"Apa mungkin keluarga nya?"
Albert mengerutkan keningnya, dia tidak pernah bertemu dengan anggota keluarga istri nya itu, bahkan Maria saja tidak ingat dengan orang tuanya.
Dia di tinggalkan begitu saja oleh orang tua nya saat dia masih berusia lima tahun di salah satu taman bermain, kemudian di di serahkan ke panti asuhan dan besar di sana.
sampai sekarang pun mereka tidak pernah bertemu lagi dan Mereka tidak pernah membahasnya sama sekali.
"Aku bahkan tidak tahu siapa orang tua nya?"
"Kamu benar Al, kamu tidak pernah bertemu dengan mereka dan tidak pernah merasakan punya mertua!"
"Siapa bang aku tidak punya mertua?" tanya Albert sambil mengunyah apel yang tadi di kupas Agatha.
"Siapa ? jangan macam-macam kamu Al,!" tunjuk Agatha menggunakan pisau yang sedang di pakai mengupas apel.
"Mana ada?"
"Katakan apa kamu menikah lagi siapa dia, aku akan membuat perhitungan pada wanita yang sudah merebut mu dari Maria!"
__ADS_1
"Kau ini amnesia atau gila!"
"Dasar menan------!"