
Diana tidak lagi bisa bertahan dia ambruk di atas tubuh suaminya, tenaga nya benar-benar di kuras habis sampai hanya untuk menggerakkan tubuh nya pun di sudah tidak mampu.
Tapi lihat lah suami tuanya itu tetap bergerak seirama dari bawah yang secara tidak langsung memasuki nya lebih dalam saat berada di posisi ini.
kicauan hebat nya tidak pernah berhenti sejak suami nya itu masuk ke dalam kamar mereka, kamar yang menjadi saksi pergulatan hebat mereka.
Albert mengangkat tubuh lemas istri nya yang baru saja mendapatkan puncak nya itu, di baring kan nya, lalu secara perlahan dia membangkitkan sesuatu yang padam di sana, perjalanan masih sedikit jauh, dsn dia tidak ingin berakhir di kamar mandi.
Dia harus kembali mengajak istri kedua nya itu mendaki puncak yang harus mereka raih secara bersamaan.
Sesapan demi sesapan yang ada di benda kenyal berjajar itu membuat sesuatu yang padam pada diri Diana kembali bangkit.
"Aaaahhhhh,,,,,,,,, hubbyy,,,,,,,, suuuudaahhh!" ucap Diana sambil menahan kepala suami nya yang menyedot kuat dia area terlarang bagian atas.
Dia suka, sangat suka saat mendengar suara kicauan Diana yang begitu mendayu di telinganya, dan lihatlah akibat ulah brutal nya tubuh ke dua istri nya itu tidak lagi bisa di katakan putih, semua ada cap yang di tinggal kan.
Warna merah keunguan menghiasi sekujur tubuh nya, Albert melepaskan diri dan menegakkan tubuh nya dengan bertumpu kaku di atas ranjang mereka.
Di perhatikan dengan penuh minat butuh yang kini tidak putih lagi itu, sedangkan Diana yang di tatap seperti itu refleksi menutup mata nya dengan tahan yang berusaha menutupi titik yang kini menjadi favorit suami nya itu.
"Jangan menatapku seperti itu hubbyy!"
"Kenapa jangan di tutupi, aku sedang menikmati pemandangan indah yang tengah kamu suguhkan honey!"
jawab Albert yang menahan tangan Diana agar menyingkirkan tangan nya dari tempat yang akan menjadi sarang nya..
Albert meraih kembali bibir yang sejak tadi berkicau membangkitkan semangat nya, dengan kedua tangan yang berada di benda kenyal berjajar.
Kicauan nya tertahan di sana, yang bisa dia lakukan hanya membuka jalan masuk menuju gua gelap nya itu lebar-lebar memberikan akses masuk untuk suami nya itu.
Kedua tangan nya dia kalung kan di leher pria yang paling di cintai, cinta kedua setelah papa nya, lagi dan lagi tanpa aba-aba Albert langsung masuk hanya dengan sekali hentakan saja.
Diana meremas rambut suaminya itu, sebagai pelampiasan rasa yang tidak pernah tergambar itu.
"Aaaahhhhh,,, ssssttttt,,,,,,, hubbyy!"
"Panggil aku honey, panggil nama ku jika kamu benar-benar menikmati semua ini!"
__ADS_1
"Aaaaahhhh,,,,, Diana!"
"Alllbbeeerrrttt,,,,, suuuuuddddaaaahhhh!"
"Sebentar lagi honey bertahan lah!'
"Kamu benar-benar nikmat honey,,,ooohhh!"
Albert terus melakukan gerakan nya, kini dia merubah posisi dengan kedua kaki dia yang dia luruskan ke samping kanan nya.
Gerakan nya seirama dengan jajahan benda tak bertulang atas yang menelusuri sepanjang kaki nya.
Diana meremas kuat-kuat seprei yang sudah tidak berbentuk lagi, basah yang berasal dari keringat dan air milik nya, jangan lupakan noda merah yang terlihat jelas di sana.
"Aaaalllbeert,,,,,, hentikan hubbyy aku tidak tahan lagi!" ucap Diana dengan nada tersengal
"Nikmati saja honey, bukan kah ini yang selama ini kamu nanti kah heemmm?"
Jawab Albert sambil membuka kembali ke dua kali istri itu.
Dia kembali mencari telaga yang menjadi sumber air yang tidak akan pernah ada habisnya.
"Aaaaahhhhh,,,,,,,ohhh,,,,oohh!"
"Akuuu maaauu keeeeluuuuaaaarrrr lagi hubbyy!"
"Sebentar lagi sayang, sebentar lagi, tunggu akuuuu!"
kicauan panjang dari mulut keduanya menandakan bahwa mereka mencapai puncak bersamaan, Albert masih menekankan bahwa Lancau milik nya itu kedalam gua nya.
Dia tidak ingin ada setetes pun yang keluar dari rahim istri nya itu, sedangkan Diana dia memejamkan mata nya menikmati semburan panas yang ada di tubuhnya.
Albert menatap Diana sambil tersenyum bangga pada dirinya sendiri yang ternyata masih saat kuat menggagahi dua wanita sekaligus.
Mata mereka bertemu sejenak, karena Diana yang langsung memutuskan tatapan mata tersebut, dia sangat malu pada suaminya itu, saat mengingat bagaimana dia yang terus aja meminta untuk di masuki.
Albert menahan wajah Diana, sampai mereka kini saling menatap satu sama lain.
__ADS_1
"Terimakasih honey!"
"l love you my second wife!"
Cup.
Diana tersipu mendengar ungkapan cinta yang di ucapkan oleh suaminya itu.
"Kenapa tidak membalasnya, apa aku tidak cukup bisa membuat mu terpuaskan honey?"
"Baiklah kali begitu, ayo kita ulangi lagi sampai kamu benar-benar puas!"
Diana membulatkan matanya dengan refleks dia memukul lengan suami nya itu, Lancau besar nya masih tertanam di dalam gua nya dengan satu tangan menumpu beban tubuh nya dan satu lagi melukis abstrak di bagian dada nya.
Denah sesekali dia masih menyesap salah satu benda kenyal nya, bisa gawat jika Lancau itu kembali menunjukkan pesona, yang ada dia tidak akan bisa bertahan lagi.
"Tidak hubbyy kamu yang terhebat!" ucap Diana yang kini sudah tidak bisa menahan rasa kantuknya, ini sudah pagi dan suaminya itu masih saja berada di dalam tubuh nya.
"I love you my old man!"
Albert melotot saat mendengar ucapan yang keluar dari mulut Diana, apa tadi istri kedua nya itu menyebutnya dengan sebutan old man bukan.
Kalau saja ini belum lagi pasti dia akan kembali membawa nya mendaki lagi, berani-beraninya istrinya itu menganggap nya pria tua, dia belum merasa tua sama sekali dia hanya sudah cukup umur, ya itu saja.
Albert melepaskan diri dari gua yang sejak tadi malam itu menjadi sarang keduanya, di ciumnya dengan segenap hati nya kening istrinya itu.
Dia tersenyum bangga saat kembali mengingat tentang percintaan nya semalaman penuh.
Dan apa lagi ini, hanya dengan membayangkan nya saja Lancau nya itu kembali terbangun dan siap untuk memporak-porandakan gua atau pun kedalaman yang sudah berlebel atas nama nya itu.
Dia yang tidak ingin kembali khilaf dengan memasukkan kembali Lancau nya itu ke dalam gua gelap nan sempit milik Diana pun, dia langsung bergegas mandi untuk menurunkan gairah nya yang kembali naik.
Tapi yang membuat nya aneh adalah sudah setengah jam dia merendam tubuh nya di dalam air dingin yang ada di bathtub, ternyata tidak juga bisa menidurkan nya, dia masih berdiri tegak menantang.
Tadi nya Albert berfikir kalau itu adalah reaksi normal yang terjadi saat lagi hari, tapi itu dia tidak kunjung tertidur dan seperti ingin kembali masuk kedalam sarang nya.
Albert yang tak mau sakit kepala sepanjang hari pun dia lantas keluar dari sana, melingkar kan handuk, dan berjalan mendekati Diana disana.
__ADS_1
"Aaaahhhh, kamu mau apaaa?"
'kira-kira itu si Casanova mau ngapain lagi sih, udah semalam suntuk masak mau nambah lagi!" 🤭🤭🤭🤭🤭