
Mereka berdua turun menuju meja makan di mana kedua putranya itu sudah menunggu mereka di sofa yang tidak jauh dari meja makan, andai saja ibu tiri nya itu ada di sana mungkin mereka tidak akan mau makan bersama saat ini.
Albert duduk di kursi yang biasa di gunakan, begitu juga dengan Maria yang duduk di samping suaminya.
"Kenapa kalian belum makan?" tanya Maria yang mengambil nasi untuk suami nya itu.
"Kami sengaja menunggu papa dan mama turun, sudah lama sekali bukan kita tidak makan bersama sebagai satu keluarga yang utuh seperti ini"
Nyesss.
Perkataan sederhana yang keluar dari mulut Kelvin ternyata bisa membuat kedua orang yang ada di sana terdiam, mereka sadar akan apa yang terjadi selama ini, karena ulah mereka sendiri yang memaksa anak-anak nya untuk menikah.
"Kalau kalian masih ingin membahas masalah itu, aku pergi saja, aku muak dengan semua ini" ucap David yang menatap sengit pada papa nya.
"Duduk dan makan makanan mu"
David kembali duduk di kursi, menyodorkan piring nya pada Mama nya, tanpa bertanya Maria mengerti apa yang di inginkan putra nya itu, dia menerima nya dsn mengisi piring tersebut dengan nasi dan lauk pauk yang ada di sana.
Kelvin yang melihat itu pun, juga tidak ingin kalah dia juga melakukan hal yang sama dengan kakak nya itu.
"Kalian tidak punya tangan sendiri, makan masih harus Mama kalian yang ambilkan?" kata Albert yang menatap tidak suka pada kedua putranya yang mencari perhatian istri nya.
"Dia Mama ku dan sampai kapan pun dia tetap mama ku, jadi tidak ada salah nya kan aku meminta perhatian dari nya"
"Sudah-sudah cepat makan, jangan bertengkar di meja makan"
Mereka pun mulai makan tanpa ada yang membantah ucapan Maria yang kini juga makan makanannya, tapi tidak dengan Albert dia tetap duduk diam tanpa melakukan apapun, dia hanya menatap makanan yang ada di depan nya.
David yang menyadari itu pun, menyenggol lengan adik nya yang sedang menikmati makanan, Kelvin pun menoleh pada kakak nya yang mengkode diri nya dengan gerakan kepala nya.
Kelvin yang menyadari nya pun, berdehem di sana mencari perhatian Mama nya, Maria menatap putranya yang menggerakkan ekornya ke arah papa nya.
Dia pun menoleh kearah suaminya yang mengabaikan makanan nya.
"Sayang, kenapa kamu tidak makan, apa kamu ingin makan makanan yang lain, aku akan buat kan"
"Apa kamu masih menunggu istri kedua mu" kata Maria mencoba menguatkan hati nya.
"Mama ini lupa apa bagaimana? kenapa mama makan sendiri, bayi besar Mama itu minta di suapi"
"Bukan begitu kakak"
__ADS_1
David mengangguk, sambil memberikan piring nya lagi pada Mama nya itu.
"Kamu lapar atau kalap kak, makan tidak cukup satu piring"
"Diam, atau aku akan memakan mu"
"Ma, kakak jadi manusia kanibal sekarang"
"Kalian ini, harus nya sudah punya istri dan anak tapi kelakuan kalian masih saja seperti bayi" ucap Maria sambil tersenyum.
"Aku tetap bayi kecil mu ma" kata David yang kini berdiri dari duduknya menghampiri mama nya lalu memeluk nya dengan erat.
"Aku pun sama"
"Berhenti di tempat mu, atau aku akan menghajar mu" tunjuk Albert pada kelvin yang juga ingin memeluk istrinya.
"Dan kamu, lepas pelukan mu, atau aku akan menutup semua usaha miliki mu itu"
David langsung melepaskan pelukannya saat mendapatkan ancaman dari papa nya itu, di kembali duduk di kursi nya, tanpa berkata apapun dia menyendok kan makanan kedalam mulutnya sambil melirik papanya dengan wajah tak bersahabat.
""Ayo cepat makan, kamu belum membersihkan diri"
"Kak, yang sebenarnya bayi itu siapa?"
"Tentu saja kita, siapa lagi" jawab David yang sengaja menyindir papa nya.
"Ku kira pria yang sudah beristri dua tapi manja nya mengalahkan Delysa"
"Tutup mulutmu---,"
"Jangan hiraukan mereka atau aku tidak akan mau menyuapi mu lagi" ancam Maria yang melotot kan mata nya pada kedua putranya.
"Cepat habis kan makanan kalian, cepat tidur setelah itu, besok kalian harus kerja, aku ingin membeli sepatu baru"
"Beli saja, uang yang ada di kartu ATM ku tidak akan habis jika hanya membeli sepuluh pasang sepatu yang Mama inginkan" jawab David dengan sombong nya.
"Kalau kurang, ambil saja kak, dana perusahaan ada di tangan mu" kompor Kelvin pada kakak nya.
"Ide bagus, seperti perlu di coba"
Aaauuuu
__ADS_1
"Sakit, maaaaa papa memukul ku" lapor David pada mama nya, membuat Albert memutar bola mata malas nya.
"Berani mengambil dana perusahaan akan ku hajar kau"
"Coba saja kalau berani, ayo cepat hajar putra ku, aku ingin lihat bagaimana caranya" ucap Maria sambil menyuapkan sesendok nasi berukuran besar kedalam mulut suaminya.
Albert sampai kesusahan saat mengunyah makanan itu, tapi itu justru membuat kedua putranya tertawa terbahak saat melihat papa nya seperti itu.
Albert yang tidak nya kesal sedikit menyunggingkan senyum saat melihat canda tawa dari ketiga orang yang sangat dia sayangi, tawa bahagia itu hilang saat mereka memutuskan untuk melakukan perjodohan. itu.
Maria memberikan segelas air putih itu pada suami nya yang berhasil menelan makanan yang dia berikan tadi.
"Simpan semua uang kalian, aku masih bisa mencukupi kebutuhan kalian bertiga" kata Albert menaruh gelas yang tadi di beri kan istri nya.
" Bertiga, lalu bagaimana dengan istri papa yang lain?" celetuk Kelvin.
" Dia sudah ada jatah nya sendiri" jawab Albert singkat.
"Tapi aku tidak ingin mama kekurangan uang karena papa telat mengirimkan uang pada nya"
"Papa memberikan kartu gold papa pada Mama mu tapi dia menolak nya"
"Itu karena Mama tidak ingin orang lain memandang nya rendah karena hanya menghabiskan uang papa" Sindir Kelvin pas papa nya
"Aku siang malam cari uang untuk Mama kalian, jadi jangan mengatakan apa pun yang tidak masuk akal"
"Katakan berapa banyak uang yang di pakai Mama mu, papa akan transfer uang nya sekarang" ucap Albert sambil mengunyah makanan.
"Tidak perlu di ganti pa, aku hanya ingin di belikan satu unit apartemen di daerah E"
"Aku minta mobil sports saja"
"Aku yakin ini rencana kalian kan"
"Mana ada seperti itu, katakan saja kalau papa tidak serius dengan semua itu.
Ting,
Ting
Baik Kelvin ataupun David menarik sudut bibirnya tipis di sana, saat rencana nya itu berhasil dan berjalan lancar, dan itu menarik perhatian Albert yang menyadari bahwa itu sudah direncanakan.
__ADS_1