Aku Madu Sahabat Mama

Aku Madu Sahabat Mama
Terabaikan


__ADS_3

Agatha menatap sahabatnya itu yang terlihat sedang tidak baik-baik saja, Maria dan juga David tampak sedang membicarakan sesuatu yang serius di sana.


Agatha menghampiri kedua nya bersama Kelvin tentunya, jika orang tidak tahu mereka akan mengira jika mereka adalah Tante girang yang sedang menyewa brownis untuk menghangatkan ranjang mereka.


"Ada apa Ria?"


"Kamu Tha mengagetkan saja" kata Maria menutup apa yang dia rasakan.


"Jawab pertanyaan ku, kamu kenapa?"


"Aku tidak apa, sudah ayo kita pulang saja, aku sudah lelah"


"Tapi aku masih mau belanja lagi"


"Apa belum cukup belanjaan mu sebanyak itu"


"Ayo lah temani aku" pinta Agatha yang langsung menarik tangan Maria masuk kedalam salah satu store yang ada di dalam pusat perbelanjaan.


David yang menyadari bahwa Mama nya itu kehabisan uang dan belum di transfer lagi oleh papa nya pun menarik tangan mama nya lalu menaruh dompetnya di sana.


"Beli lah apa yang Mama ingin kan, aku yang akan memenuhi semua kebutuhan Mama, jadi jangan pikirkan, ambil apa pun yang Mama inginkan"


"Jangan memikirkan sesuatu yang tidak memikirkan mama sendiri, bahagia kan diri mama sendiri, ingat apa pun yang terjadi aku akan selalu di pihak Mama"


Maria mengangguk dia tidak akan merasa sendiri nanti, jika suami nya itu melupakan nya, ada dua putra nya yang akan selalu bersama nya, ya itu pilihan nya dan dia tahu akan resiko yang dia terima saat dirinya di madu.


"Mama, tidak ingin belanja apa pun, hanya tadi mama ingin membelikan jam tangan yang baru untuk Papa mu, tapi mama rasa uang nya tidak cukup jadi mama meminta tambahan uang dari papa mu"


"Tapi seperti papa mu sedang sibuk"


"Ya tentu saja sibuk, sibuk meniduri istri muda nya"


"Hush, tidak boleh seperti itu, biar bagaimanapun dia Papa mu, mama tidak pernah mengajarkan mu untuk kurang ajar pada orang tua, terlepas apa pun kesalahan nya"


David terdiam dia tidak lagi membantah ucapan Mama nya itu, dia tidak terima mama nya di abaikan seperti ini, tapi apa boleh buat papa nya itu bukan hanya punya mama nya saja, tapi juga milik wanita yang memiliki hati nya.


David mengikuti kemana pergi nya mama nya itu, sedangkan Kelvin dia mengikuti Agatha yang terus saja menarik nya, bisa di bilang memang Kelvin sangat dekat dengan sahabat Mama nya itu.

__ADS_1


Mereka terus-menerus berputar di sana hingga membuat David atau pun Kelvin merasa lelah karena berjalan seharian.


"Kak"


"Apa diamlah, jangan mengatakan apa pun, yang kamu rasakan, sama dengan apa yang ku rasa, jadi nikmati saja"


"Aku lapar kak, mereka tidak memberikan kita makan sejak siang tadi"


"Kamu pikir kak tidak, bahkan tadi pagi kakak hanya makan dia lembar roti"


"Kalian kenapa bisik-bisik?" tanya Maria pada kedua putranya.


"Kamu lapar ma, sejak pagi Mama tidak memberikan kita makan" jawab Kelvin penuh kekesalan.


"Astaga kita belum makan sejak siang tadi" ucap Maria saat mengingat semua nya.


"Uuhhh, bayi Tante lapar ya, baiklah ayo kita makan"


Mereka berempat pun menuju restoran yang ada di sana, mereka juga menghubungi Geffrey untuk bergabung bersama mereka.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Mereka melakukan banyak hal dengan tawa gembira, serasa mereka lah pasangan paling bahagia di sana.


Mereka mencoba menaiki semua permainan yang ada, seperti surfing, jet ski dan berbagai macam lain nya.


Selanjutnya mereka berjalan-jalan menikmati waktu senja yang sebentar lagi akan merasa ingin melihat matahari yang akan terbenam sebentar lagi.


Diana memegangi tangan suaminya itu menuju bibir pantai, dia selalu tidak puas dengan permainan air yang baru saja mereka lakukan.


"Nanti kamu kedinginan Honey, dari tadi kamu sudah bermain air" ucap Albert memperingatkan istri nya, meski tidak tanggapi oleh Diana.


Diana terus menarik tangan suaminya hingga kaki mereka menyentuh air di bibir pantai.



Mereka terus berjalan di dalam air yang membasahi kaki mereka, hingga saat yang mereka tunggu kini terpampang nyata di depan mata mereka perpaduan langit jingga dengan warna biru laut yang memperlihatkan betapa indah nya alam yang tersaji di sana.

__ADS_1


Diana berjinjit, menggapai bibir suaminya yang kini sejajar dengan bibir nya.



Mereka menikmati setiap momen yang tercipta di antara mereka, mengukir cinta di antara dua insan beda usia, cinta antara calon mertua dan menantu yang kini menjadi sepasang suami istri.


Albert memperdalam ciuman yang mereka lakukan, raga kedua anak manusia itu saling memeluk satu sama lain. Hingga Albert melepaskan pelukan mereka, mantap wajah wanita yang saat kecil dulu sering dia gantikan popok nya.


Malah kini, bayi kecil nya itu menjadi istri kedua nya, bukan karena dia yang memaksa tapi karena bayi nya itu sendiri yang menginginkan nya.


Matahari sudah terbenam, mereka pun kembali ke hotel di mana mereka menginap, mereka terlebih dahulu pergi ke salah satu restoran yang menyediakan makanan khas daerah tersebut, makanan yang menjadi daya tarik tersendiri untuk para pengunjung yang menikmati keindahan alam negara nya.


"Mau makan apa Honey?"


"Apa pun itu, pasti enak jika kamu yang menyuapi aku" jawab Diana manja.


Albert tersenyum dengan apa yang di katakan oleh istri nya itu, dia merasa awet muda saat bersanding dengan istri muda nya.


Sedangkan jika dengan istri pertama nya, dia bahkan menjadi seperti remaja kecil yang haus kasih sayang dari ibu nya.


Maria adalah rumah yang tidak akan pernah tergantikan oleh siapapun, bahkan dengan Diana istri kedua nya sekalipun.


Maria tetap menempati posisi tertinggi di hati nya, dia akan melakukan apapun untuk wanita yang merubah nya menjadi pria yang bisa bersetia hanya dengan satu wanita saja.


Mengingat itu semua, tiba-tiba rasa rindu pada istri pertama nya tidak lagi bisa terbendung.


Deg.


Albert dia mengingatkan sesuatu yang mungkin saja bisa membuat wanita nya itu merasa tidak di butuhkan lagi, dia pun berpamitan sebentar pada istri keduanya, menuju tempat yang tidak terlalu banyak orang berlalu lalang di sana.


Albert langsung menghubungi istri pertama nya tapi tidak terhubung sama sekali, ponsel kedua anak nya itu bisa terhubung tapi tidak ada yang mau menjawab panggilan dari nya.


Di tempat nya jam delapan malam, jadi bisa di perkirakan kalau di tempat istrinya saat ini jam sepuluh pagi bukan, lalu kenapa dia tidak mengangkatnya, apa istrinya itu belum bangun, dan kedua putranya bukan kah mereka harus ke kantor tidak mungkin jika mereka belum bangun kan.


Tapi kenapa tidak ada yang menjawab panggilan nya.


"Hallo Van, kamu di mana?"

__ADS_1


"Apa"


__ADS_2