Aku Madu Sahabat Mama

Aku Madu Sahabat Mama
Butuh dukungan


__ADS_3

Diana sampai di sana langsung di sambut oleh client yang sudah menunggu nya sejak beberapa menit yang lalu.


"Maaf saya terlambat!" ucap nya lalu duduk di hadapan sepasang kekasih yang akan segera menggelar acara pertunangan nya itu.


"Tidak perlu sungkan Nona Di, kamu memakluminya mengingat anda yang sangat sibuk sekali ini mau dengan sangat rendah hati memenuhi permintaan kami yang ingin bertemu dengan anda secara pribadi!"


Diana hanya tersenyum saja mendengar ucapan laki-laki yang ada di depan nya itu, yang secara tidak langsung menyindirnya.


Tanpa membuang waktu lagi mereka langsung membahas tema yang akan mereka gunakan untuk acara bahagia nya, ternyata mereka juga menginginkan dia yang sendiri yang merancang gaun pengantin yang akan mereka gunakan.


Diana pun berterimakasih pada mereka yang telah mempercayainya untuk membuat kan gaun untuk mereka.


Waktu sudah menunjukkan waktu makan siang, dia berencana untuk makan siang saja dengan papa nya mengingat jarak tempat pertemuan nya tadi bersebelahan dengan kantor milik papa nya.


Derttt


deeerrtt


"Apa?" jawab nya saat panggilan itu di terima oleh nya.


"Kenapa galak sekali?"


"Apa mau mu cepat katakan!"


"Tidak aku hanya ingin memastikan keadaan calon istri ku baik-baik saja!" ucap seseorang yang ada di seberang sana.


Sedangkan Diana memutar bola matanya mendengar ucapan laki-laki yang sial nya salah calon suami dadakan nya.


"Bekerja dengan benar, dan cari uang yang banyak, aku tidak mau hidup susah setelah menikah dengan mu!"


"Aku tidak yakin, kalau kita akan benar-benar menikah!"


Deg!


Diana menghentikan langkahnya saat mendengar ucapan dari Kelvin.


"Apa maksudmu?"


"Om Grey akan membatalkan rencana perjodohan ini jika aku bisa menemukan Rara, sebelum hari pernikahan kita"


Diana yang tadi nya terkaget pun langsung merubah mimik wajah nya menjadi wajah sinis saat mendengar ucapan Kelvin yang begitu yakin bisa menemukan wanita pujaannya itu.


"Kau seyakin itu bisa menemukan nya,?"


"Iya tentu saja!"


"Dalam waktu seminggu ini, kau yakin,?"


."Heem"


"Aku rasa semua akan sia-sia saja!"

__ADS_1


"Kenapa kamu berkata seperti itu, jangan bilang kalau kamu suka sama aku Di,?"


"Enak saja, lakukan apa yang ingin kamu lakukan dan sekarang katakan pada ku apa tujuan mu menelpon ku tadi?"


"Tidak ada, hanya ingin memastikan kamu baik-baik saja"


"Dasar kurang kerjaan, bilang saja kalau kamu meminta ku untuk mundur sebagai calon istri mu, sebegitu kamu tidak ingin menikahi ku Kelvin" teriak nya pada Kelvin, bahkan di seberang sana Kelvin harus menjauhkan ponsel nya karena suara bentakan Diana yang menyakiti telinganya.


"Bukan seperti itu Di, tapi kamu tahu sendiri kan bagaimana perasaan ku, aku tidak ingin memberikan mu neraka pernikahan !"


"Lakukan itu dengan benar jangan sampai aku menyesal karena menikah dengan mu!"


"Aku tahu, maka dari itu aku butuh dukungan dari mu!"


"Iya, aku akan selalu mendukungmu sampai rencana pernikahan ini gagal, ha-ha-haaaaaa!"


"Dan pasti setelahnya aku masih akan sangat memerlukan bantuan mu Di"


"Katakan saja, aku akan membantu mu sebisa ku!"


"Karena hanya kamu yang bisa melakukan nya!"


"Apa itu?" tanya Diana penasaran.


"Membujuk Om Albert mu!"


"Untuk apa?"


"Amnesia dan hilang ingatan itu sama, ini yang bodoh aku apa kamu sih?"


"Bukan kah kamu dengar sendiri bahwa papaku akan menghentikan seluruh dana dan fasilitas nya pada ku jika aku sampai ingkar janji untuk menikah mu!"


"Iya aku mengingatnya, lalu apa masalahnya?"


" Kalau aku sudah tidak menjadi CEO lagi bahagia aku menjalani kehidupan ku, jadi kamu harus membantu untuk merayu papa agar tidak mencabut semua fasilitas nya,?"


"Hahahaha, kalau kau takut kenapa malah bikin ulah"


"Di aku serius!"


"Ini untuk kelangsungan hidup ku!"


"Ha-ha-haaaaaa!"


"Terserah mu saja, menyesal aku meminta bantuan mu!"


"hey kenapa kamu baperan sekali, tanpa kamu minta pun aku pasti akan membantu mu!"


"Papa ku juga tidak akan tinggal diam jika itu benar-benar terjadi jadi jangan khawatir hal yang belum jelas selesai itu" ucap nya yang kini sudah sampai di lobby kantor milik keluarganya.


"Selamat siang Nona"

__ADS_1


"Selamat siang, apa papa ku ada di dalam?"


"Ada Nona, Tuan Geffrey ada di ruang kerjanya"


"Baik terimakasih" ucapnya berlalu dari sana menuju tempat di mana papanya berada.


"Kamu ngapain ke kantor Om Grey?"


"Memangnya ada larangan jika aku ingin menemui papa ku sendiri?"


"Diana Beatrix, aku hanya bertanya tidak bisanya kamu datang ke kantor Om!"


"Hanya ingin saja, aku mau makan siang di kantin kantor sama papa, meskipun aku punya calon suami dia tidak ada rencana untuk mengajak ku makan siang!" sindir nya sambil masuk ke dalam lift khusus petinggi perusahaan.


"Apa kau tahu calon suami mu ini ada di mana?"


"Mana aku tahu, bahkan aku juga tidak ingin mengetahui nya!"


"Ya sudah aku mau kerja dulu, jaga diri baik-baik"


"Aku bukan anak kecil lagi Kelvin!" ucapnya lalu membuka pintu ruang kerja Papanya itu dan panggilan mereka pun terputus.


ceklek,,,


"Papaaaa"


"Sayang kamu di sini" jawab Geffrey yang baru saja sampai di kantor setelah pembahasan dengan Albert di ruang kerja yang ada di rumahnya tadi.


Pandangan Diana bukan lagi pada papanya melainkan pada orang lain yang tengah duduk di depan meja kerja Papanya itu, seperti mereka sedang membahas sesuatu yang sangat penting hingga membuat mereka berpindah tempat kerja.


mereka berdua tadi di usir oleh istrinya masing-masing saat berada di rumah, jadi lah mereka mengungsi di kantor milik Geffrey.


"Lanjutkan saja aku akan kembali ke butik!"


"Kenapa sayang?, sini!" kata Geffrey yang sudah berdiri dari duduknya dan menghampiri putri nya yang ingin menutup kembali pintu nya.


Belum sempat dia menutupnya, pintu itu sudah di tahan dari dalam oleh papa nya, Geffrey lalu membawa Diana duduk di sofa yang ada di ruang kerja nya.


"Ada apa sayang, tidak biasa nya kamu menemui papa di kantor, ada yang mau kamu sampai kan?" tanya Geffrey dengan suara yang begitu lembut.


Dan hanya di tanggapi gelengan kepala oleh Diana.


"Apa kamu mau minta sesuatu?"


Lagi-lagi Diana hanya diam tanpa menyahuti pertanyaan papa nya.


"Apa kamu sakit heem?" tanya Geffrey lagi dan Diana hanya menggeleng tanpa mau mengeluarkan suara sedikitpun.


Geffrey yang bingung dengan sikap Diana pun menoleh pada Albert yang sejak tadi memperhatikan mereka.


Albert yang mengerti pun menghampiri mereka berdua dan duduk di samping Diana, tangannya terulur ingin membelai rambut Diana, tapi belum sempat tangan itu menyentuh nya Diana malah berpindah ke sisi Geffrey yang lain.

__ADS_1


"Kenapa------


__ADS_2