
Dengan tidak sabar Albert melepaskan semua menghalangi jalan nya untuk menyenangkan istri nya itu, dia marah pada Maria yang merasa tidak dia inginkan lagi.
"Pelan-pelan sayang"
Albert tidak menghiraukan perkataan Maria dia terus melucuti pakaiannya g
hingga tidak ada satu pun yang menempel di tubuh Maria.
"ssss....... sayang....pelan" ucap nya saat Albert menyesap kasar leher Maria.
Dengan kedua tangan yang berada di bukit barisan milik Maria, sedangkan bibir nya kembali naik ke atas membungkam mulutnya agar tidak lagi mengucapkan kalimat yang membuat darah nya kembali mendidih.
Puas dengan kegiatan di atas bibir nya turun ke bawah dan kembali mencetak tanda merah ke buruan di sana, sementara tangan kanan nya yang tadi bertengger di puncak gunung pun akhirnya turun menuju lembah panas yang ada di sana.
Di belai nya si imut yang menjadi titik kelemahan dari istri nya itu, dari belai lembut hingga sedikit cepat dan bertambah cepat lagi dia lakukan.
Dan Maria dia hanya bisa mengerang pasrah dengan kelakuan suaminya yang kini sedang menikmati sesuatu yang dia suguhkan.
Albert melanjutkan perjalanan nya dia kini tengah mendaki bukit barisan sebelah kiri yang di tanggal kan oleh tangan nya, di remas nya dengan lembut bukit tersebut, lembut tapi memabukkan itu lah teknik yang di gunakan Albert untuk menyenangkan istri nya.
Suara desaaaaahan Maria memenuhi setiap cela dari kamar hotel tersebut dan ini baru pembukaan saja belum hidangan inti dan juga penutup nya saja Maria sudah di buat menjerit-jerit karena sengatan yang di berikan oleh ke dua tangan bibir dan lidah nya.
Apa lagi tadi di sempat memancing emosi pria yang kini menelusuri perut ramping dengan bibir dan lidah nya, satu tangan nya kini tengah mengaduk adonan dalam loyang dalam yang penuh dengan kehangatan.
"Aaahhh.....ssshhhh....aaaahhh"
"Saaaaayaaaang......Sssshhhh.....akk------"
"Aaaahhh.....ahhh...sampai"
Maria masih mengatur nafas nya yang baru sana sampai pada puncak ketinggian yang dia daki, tapi suaminya itu tidak memberikan nya cela untuk nya menormalkan nafas nya, malahan benda tak bertulang itu kini tengah menyapu bersih cairan putih yang keluar dari kedalaman nya.
"Aaaaahhh....ahhh....ssstttt"
"See-----beeeeennt----aaaaarrr.......sa---yaaaaanggg"
"aaaaahh.....aaaaahhh...ssssttt"
__ADS_1
teriakan Maria kembali melengking saat dia kembali mencapai puncak jaya nya, sebegitu hebatnya pesona suami nya itu, hanya menggunakan jari dan liiidaah nya saja bisa mengantarkan nya mencapai puncak jaya nya.
Lalu apa kabar dengan Lancau milik suaminya yang kini terlihat begitu gagah mengacung ke arah nya.
lagi-lagi tanpa memberikan waktu Maria untuk menikmati sisa-sisa pendakian nya Albert langsung menerobos kedalamannya dengan Lancau milik nya.
"Aaaahhhhh....." kembali suara Maria mengalun indah di telinga milik Albert.
"ssstttt....."
Desis Albert saat Lancau milik nya berhasil masuk dan langsung di sedot oleh kedalaman Maria.
kini kamar hotel presiden suite pribadi milik nya itu di penuhi oleh suara-suara misterius yang keluar dari mulutnya pasangan suami-istri yang sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja itu.
kedua memiliki melakukan hal yang menyenangkan untuk diri mereka masing-masing dengan cara menyuguhkan sesuatu yang sama-sama mereka sukai.
Entah sudah berapa kali Maria sampai pada puncak jaya nya sedang kan Albert masih bertahan di ronde keduanya.
Tadi setelah Lancau memuntahkan lahar panas nya untuk yang pertama kali, Albert kembali masuk ke dalam sarang nya, tanpa memberikan jeda waktu pada wanita itu untuk sekedar mengambil nafas nya.
Tapi Maria sama sekali tidak memprotes tindakan suaminya itu, dia menikmati semuanya yang nanti belum tentu dia dapatkan lagi.
Air matanya mengalir bersama dengan teriakan panjang dari Albert yang mendapatkan puncak ke dua nya.
Maria dengan cepat menghapus air matanya dia tidak ingin suaminya itu melihat dia menangis setelah pendakian mereka, tapi Albert tetap Albert suami yang sangat peka terhadap istri kesayangannya itu.
"Sayang, maafkan aku!"
"Apa ini sakit?" tanya nya sambil membelai pintu masuk kedalaman nya itu.
Maria menggelengkan dia narik tangan suaminya dan masuk ke dalam dekapan nya, pelukan erat yang menjawab lain dari pertanyaan yang Albert tanyakan tadi.
"Aku akan kembali memasuki kedalaman mu jika kamu masih terus bersedih. apa yang tadi masih kurang, kamu mau aku mendaki mu lagi, iya ?"
"Kalau iya aku masih bisa dan sangat bisa bahkan masih sangat kuat kalau hanya mau membuatmu tidak bisa bangun sampai esok hari!"
"Iya dan malam nya kamu akan meninggalkan ku dengan istri muda mu kan?" jawab Maria sambil melepaskan pelukannya dia membaringkan tubuh lelah di atas kasur dan membungkus nya dengan selimut sampai hanya menyisakan wajah nya saja
__ADS_1
Bahkan rambut nya pun ikut dia bungkus dengan selimut.
"Sayang!" panggil nya pada istrinya itu.
"Kamu tahu aku hanya mencintai mu dan akan terus seperti itu, tidak akan ada yang berubah dari ku saat ini atau pun nanti!"
"Tolong jangan buat aku kembali menjadi laki-laki paling brengsek membuat mu menangis, cukup di masa lalu kamu menangisi kelakuan brengsek ku, dan sekarang jangan lagi aku mohon"
"Katakan"
"Katakan, aku harus apa? aku akan menuruti semua kemauan mu, tapi tolong jangan hukum aku dengan sikap diam dan air mata mu!"
"Aku mohon jangan lagi!"
Tidak ada pergerakan di sana Maria diam tanpa menghiraukan ucapan suami nya itu, Albert menghembuskan nafasnya lalu,
"Baiklah aku mengerti mungkin ini karma ku yang dulu selalu menyakiti hati wanita yang mencintai ku, dan kini aku kembali membuat wanita yang menjadi titik poros kehidupan ku menangis karena kelakuan ku!"
"Katakan apapun keputusan mu tapi tidak dengan perpisahan aku tidak sanggup memberikan nya!"
"satu yang harus kamu tahu, bahwa aku akan selalu mencintaimu saat ini dan seterusnya, bahkan jika kamu memintaku saat ini juga untuk membatalkan pernikahan ini akan aku lakukan!"
"Aku mencintai my love"
ucap nya tepat di telinga Maria sambil terus memeluk tubuh tanpa penghalang itu, lagi.
Sampai di mana dia merasa bahwa semua nya telah salah dsn dia penyebab dari semua kekacauan yang ada.
Dia yang tidak mendapatkan balasan dari wanita nya itu pun akhirnya dia melepaskan pelukan pada wanita yang dia tahu hanya pura-pura memejamkan mata nya itu.
Air matanya kembali tumpah saat mendengar ucapan dari suami itu tapi saat dia mau membalikkan tubuhnya, sampai dia merasa pelukan dari suaminya itu merenggang dan juga gerakan halus menuruni ranjang, dia kembali meneteskan air mata kecewa saat Albert melepaskan pelukannya, apakah suami itu benar-benar akan pergi dari sisi nya.
Tapi dia masih mencoba berdamai dengan hati nya saat nanti melihat suami tercintanya itu duduk di pelaminan bersama madu nya, DIANA.
sedangkan Albert mengerang frustasi di sana dia berjalan ke arah kamar mandi, dia memutuskan untuk mandi agar emosi yang kini tengah menggebu itu tidak sampai menyakiti hati istri lagi dan lagi.
Di tambah lagi suara isak tangis dari mulut istrinya semakin menghujam jantungnya, dia sejak tadi berada di posisi yang serba salah, dia bingung apa yang harus dia lakukan saat ini.
__ADS_1
kini Maria mendudukkan dirinya setelah mendengar suaminya itu masuk ke dalam kamar mandi, tak lama kemudian dia tersentak kaget saat mendengar suara pecahan dari tempat suaminya.
Pyaaaar....