Aku Madu Sahabat Mama

Aku Madu Sahabat Mama
Lima pria


__ADS_3

Diana mengangguk membenarkan apa yang di katakan ayah nya itu, melihat Diana mengangguk senyum simpul terpatri di bibir Geffrey.


Dia tidak menyangka bahwa anak nya itu lebih cenderung takut pada sahabatnya dari pada dia yang ayah kandungnya sendiri.


"Siapa dia sayang, bawa dia kehadapan kami, maka perjodohan ini akan di batal kan!"


"Tidak Tante, aku tidak ingin Om Albert kecewa pada ku,!"


"Tapi kebahagiaan kamu lebih penting sayang, kamu tidak perlu takut pada Albert!"


"Tidak Ma, aku kan tetap melangsungkan pernikahan ini, aku yakin suatu saat nanti Kelvin akan melihatku!"


"Kalau tidak bagaimana? Apa seumur hidup mu akan terus bertahan dalam pernikahan palsu mu itu.!"


"Aku kan pergi jika Kelvin menceraikan aku!"


Semua orang menghelakan nafas nya, mereka tidak tahu kenapa Diana begitu takut pada Albert apa yang sebenarnya terjadi.


"Apa Om Al mengancam mu sayang?"


"Tidak Tan, aku hanya tidak ingin membangkang nya!"


"Aku yang ayah kandungnya sendiri bahkan tidak mendapat hari yang begitu dalam di hati putri ku!"


"Bukan begitu ayah, hanya----!"


"Ya papa faham sayang, tidak perlu takut!"


"Jika Albert sendiri yang membatalkan semua ini bagaimana?"


"Apa itu mungkin?"


"Sekarang katakan pada ku siapa pria itu, aku sendiri yang akan meminta nya untuk segera menikahi mu!"


Diana menggeleng kepala nya, dia tidak mungkin mengatakan siapa pria yang membuat nya tidak pernah dekat dnegan pria manapun.


"Katakan tidak perlu takut?"


" kamu berhak bahagia sayang!"


"Aku akan bahagia dengan pilihan kalian!"


"Apa kamu yakin?"


"Iya Pa, papa tidak perlu mengkhawatirkan aku, bukan kan jika Kelvin macam-macam nanti, aku punya lima pria yang akan membelah ku dan siap melindungi ku!"


"Lima pria? siapa itu sayang?"


"Aku punya papa yang sangat menyayangi ku lalu Om Albert yang akan siap melindungi ku, lalu kak David, juga kak Jimmy dan kak Johan, bukan kah itu cukup untuk menjadi bodyguard-ku Pa?"


"Kamu benar Di! Kita semua akan selalu mendukung keputusanmu jadi jangan pernah merasa sendiri di dunia ini!"


"Aku menyayangi kalian!"


"Sekarang hubungi Albert di mana dia sekarang, sudah tua masih saja suka ngambek!"


"Kamu tahu dia seperti apa calon besan Ha-ha-ha"


"Tapi Di, bagaimana kalau Kelvin benar-benar membawa wanita itu ke sini!"


"Ya biarkan saja"

__ADS_1


"Lalu bagaimana dengan mu sayang?"


"Aku tidak tahu Ma, jika itu benar terjadi, tanyakan saja pada sahabat Mama itu, siapa yang harus bertanggung jawab menikahi aku jika Kelvin tiba-tiba menghilang"


"Tidak di angkat, coba kamu saja grey!"


Tut


Tut


Tuut


Geffrey menggeleng kepala nya, Albert tidak menjawab panggilan dari mereka berdua, dan jalan satu-satunya hanya Diana.


Albert tidak akan pernah menolak panggilan princess Hamilton itu.


"Hallo, sayang"


"Om di mana?"


"Kenapa?"


"Hanya ingin tahu saja"


"Om ada di suatu tempat!"


Diana melirik Papa nya dia tidak tahu apa yang harus dia katakan pada Albert saat ini.


Geffrey yang faham dengan kode itu pun menyuruh Diana untuk minta di belikan sesuatu pada Albert.


"Nanti kalau om pulang belikan aku pudding cake matcha green tea dan minuman manis!"


"Iya, apa lagi?"


"Itu saja?"


"iya, itu saja!"


"Nanti akan Om belikan!"


"Jangan malam-malam pulang nya, aku juga mau makan bouilli, saat makan malam nanti!"


"Iya,!"


"Jangan iya iya saja nanti lupa?"


" Tidak aku tidak akan lupa pesanan princess Hamilton ini!"


Diana memalingkan wajah nya yang bersemu merah, dia sangat senang saat Albert memanggil dengan sebutan Princess, dia ingin meloncat-loncat jika saja tidak ada orang tuanya dan istri dari pria yang sangat dia cintai.


"Sudah tidak ada lagi kah yang kamu ingin kan, jika tidak aku akan kembali melanjutkan pekerjaan ku!"


"Memangnya apa yang sedang Om lakukan!"


"Hanya pekerjaan kecil"


"Jangan terlalu lelah, cepat pulang"


"iya aku tutup dulu ya!"


"Iya, berhati-hati lah Om!

__ADS_1


"Iya sayang"


"Kau dengar sayang, dia bisa bicara begitu manis pada sahabat mu itu, tapi tidak pernah seperti itu pada ku!"


"Apa yang Papa katakan, aku bahkan sudah meminta papa untuk berhenti bekerja tapi papa tidak mau"


"Tidak ada yang mau menggantikan posisi Papa sayang, kamu tahu sendiri kalau kakak ipar mu itu tidak bisa mengelola perusahaan, dia selalu bergulat dengan senjata api nya setiap hari!"


"Iya mau bagaimana lagi pekerjaan menantumu itu mengharuskan dia selalu dekat dengan senjata mematikan!"


"Jadi di mana suami ku sekarang Di" lanjut Maria.


"Seperti nya ada di kantor Tante, jadi jangan khawatir!"


"Aku akan menelpon resepsionis kantor, benarkah dia di sana!"


"Hallo selamat sore, ada yang bisa saya bantu?"


"Suami apa ada di perusahaan!"


"Maaf anda siapa dan siapa suami anda?"


Maria menepuk kepala nya bisa-bisanya dia lupa tidak menyebutkan namanya, untung saja dia belum terlanjur marah-marah, sedangkan dua orang yang melihat kejadian itu terkikik geli melihat kecerobohan Bos besar itu.


"Maksud ku apa pak Albert datang ke kantor hari ini?"


"Iya Bu? tadi saya melihat beliau datang kekantor sekitar jam tiga tadi!" jawab resepsionis yang baru mengetahui bahwa yang menghubungi nya adalah istri dari Bos mereka.


"Baik lah terimakasih, kenapa kamu belum pulang ini kan sudah jam pulang kantor?"


"Masih berkemas ibu"


"Ya sudah"


"Bagaimana benar dia ada di kantor!"


"Iya dia ada di sana!"


"Ya sudah biarkan saja, ayo kita pulang dan tunggu dia di rumah!"


"Ayo"


"Aku pulang nanti setelah menyelesaikan pekerjaan ku yang tertunda!"


"Cepat selesai kita tunggu!"


"Baik lah, beri aku satu jam pekerjaan ku akan selesai"


"Ada yang bisa aku bantu sayang,?"


"Tidak Tante, urus saja rencana pernikahan entah itu nanti aku dengan Kelvin atau Kelvin dengan wanita pilihan nya?"


"Kamu yakin sayang?" tanya Agatha pada putri nya, hati ibu mana yang tega jika anak nya akan menikah dengan pria yang tidak mencintai nya tapi apa boleh buat dia tidak bisa memaksa atau merubah keputusan Diana.


Ya mereka tahu bahwa yang bisa membujuk Diana hanya Albert, mereka berdua sudah seperti ayah dan anak kandung saja.


Albert yang begitu memanjakan Diana dan Diana yang patuh pada nya.


Mereka tidak tahu saja kalau Diana melakukan itu semua karena rasa cintanya pada Albert yang sebisa mungkin dia tutupi.


Bahkan jika Albert meminta nya untuk tidak menikah sekalipun Diana pasti akan mematuhi nya.

__ADS_1


Ya memang segila dan sehebat itu cinta Diana pada Albert.


__ADS_2