Aku Madu Sahabat Mama

Aku Madu Sahabat Mama
Pengorbanan Diana


__ADS_3

Maria turun dari mobil tanpa di temani Albert pun langsung menuju tempat di mana madu nya berada, dia ingin tahu apa yang membuat Diana mendonorkan ginjalnya, sungguh dia tidak pernah berfikir diaan akan melakukan hal yang begitu besar untuk nya.


"Selamat sore Nyonya ada yang bisa saya bantu?"


"Di mana atasan mu?"


"Nona Diana sedang menerima tamu, apakah anda sudah ada janji dengan beliau Nyonya!"


"Aku ibu nya jadi apa seorang ibu harus membuat janji ketika ingin bertemu dengan anak nya?"


"Maaf Nyonya anda mungkin salah orang, saya tahu siapa ibu dari nyonya saya jadi anda jangan mencoba membohongi saya!" ucap resepsionis.


"Terserah mu saja, saja katakan bahwa aku menunggu nya di sini, apa kamu anak baru ya!"


"Benar Nyonya,!"


"Pantas kamu tidak tahu, katakan saja pada Jennifer aku ingin bertemu atasan nya!"


"Maaf siapa nama anda Nyonya?"


"Maria Hamilton!"


Resepsionis dengan name tag Alyssa itu pun langsung menghubungi Jennifer, dan betapa terkejutnya dia saat mendengar ucapan dari Jennifer yang marah karena dia menahan tamu kehormatan.


Setelah telfon di tutup dia langsung meminta maaf pada Maria, di benar-benar tidak tahu kalau dia juga ini dari wanita yang menjadi atasan nya.


"Maafkan ketidak Tahuan saya Nyonya, tapi saya mohon jangan pecat saya!"


"Saya butuh pekerjaan ini, untuk meng hidup anak saya Nyonya!"


Maria mengerutkan dahinya, tapi sejurus kemudian dia paham dengan ketakutan yang di hadapi oleh staf baru milik madu nya itu.


"Tenang saja aku tidak akan meminta mereka untuk memecat mu, jadi jangan menangis !"


"Terimakasih Nyonya"


"Nyonya anda di sini?" tanya Jennifer pada Maria yang berdiri sana.


"Maafkan dia yang tidak tahu siapa anda Nyonya, nanti saya akan menegurnya!" kata Jennifer sambil melayang kan tatapan tajam pada Alyssa di sana.


"Jangan lagi di perpanjang atau kamu memecatnya Jennifer, lalu sampai aku tahu kalau melakukan nya, aku pastikan kamu yang akan aku keluar dari sini!"


"Baik Nyonya, mari ikuti saya, nona Diana masih ada tamu jadi anda bisa menunggu nya di ruang saya!"


Maria tanpa menjawab berjalan mengikuti Jennifer di sana, sampai di masuk ke dalam ruangan yang di penuhi tumpukan dokumen, kain dan berbagai macam pernak-pernik di sana.


Maria duduk di salah satu sofa yang ada di sana, sedangkan Jennifer juga duduk di sofa menemani Maria.

__ADS_1


"Lakukan saja pekerjaan mu, tidak perlu menunggui ku!"


"Baik Nyonya saya tinggal kerja kalau begitu!"


"Apa Nona mu itu masih lama?"


" tidak sebentar lagi pasti sudah selesai!"


"Jenni, apa kain yang kemarin akuuu---?"


"Tante ada di sini, kenapa tidak mengabari dulu!"


"Hanya ingin bertemu saja!"


"Tante bagaimana sudah sehat tadi katanya mau ke rumah sakit!"


"Aku ingin berbicara empat mata dengan mu Di, bisa!"


"eeehhh,---- bisa kita bicarakan di ruang kerja ku saja bagaimana?"


Tanpa menjadi Maria langsung bangkit dari duduknya nya dan bersiap untuk keluar dari ruangan tersebut.


"Jenni aku ada urusan sebentar dengan Tante Maria, jadi urus semua nya, dan jagan ganggu kami berdua!"


"Baik Nona!"


Mereka berdua keluar dari ruang kerja Jennifer, mereka pindah ke ruangan yang jauh lebih terlihat seperti ruangan pada umum nya di bandingkan dengan ruangan milik Jennifer tadi.


"Kunci pintu nya Di!"


Tak.


"Ada apa Tante, seperti serius sekali?"


Maria tidak menjawab pertanyaan dari Diana, hanya tatapan mata yang sulit Diana tebak apa maksud nya.


Antara ingin marah, kecewa, kesal dan terimakasih, entah lah dan itu membuat Diana sedikit ketakutan di sana, tidak pernah dia melihat Maria dengan ekspresi seperti itu.


"Tante!" panggil Diana saat mereka berdua hanya saling diam satu sama lain.


Maria menghela nafasnya nya mengatur kembali emosi yang berkecamuk di dalam hati nya, kalau dia mengeluarkan kan secarik kertas yang berlogokan rumah sakit tempat Maria melakukan transplantasi ginjal.


Diana menerima nya lalu membuka setelah Maria meminta nya untuk membuka kertas tersebut, dan betapa kagetnya Diana saat surat yang ada di tangan nya adalah surat pernyataan bersedia untuk mendonorkan ginjalnya pada Maria.


Dia menoleh pada wanita yang sangat dia sayangi itu yang juga tengah memandang ke arah nya.


"Kenapa?"

__ADS_1


Hanya satu kata yang akhirnya keluar dari mulut Maria di antara banyaknya kalimat yang ingin dia tanyakan.


Diana tidak langsung menjawab nya dia juga tidak bisa memberikan jawaban yang menurut nya tidak akan bisa semua orang menerima nya.


"Bagaimana kamu melakukan semua itu tanpa pertimbangan Diana?"


"Kalau terjadi apapun pada mu, aku pasti akan merasa sangat bersalah pada Agatha!"


"Aku tidak apa-apa Tante, yang penting Tante selamat itu saja!"


"Akuuu,. aku tidak bisa melihat om Albert bersedih jika harus kehilangan Tante!"


Tes.


Air mata Diana jatuh membasahi kertas yang ada di tangan nya, dia sama sekali tida menatap pada Maria yang kini juga menetes air mata nya.


"Kenapa kamu mau berkorban untuk ku, lalu saja aku mati kamu bisa menggantikan posisi ku?"


"Tidak Tante, aku memang mencintai suami Tante, tapi aku tidak bermaksud merebut nya dari mu!"


Deg.


Apa Maria tidak salah dengar, putri sahabat nya itu dia mencintai suaminya yang benar saja, apa itu alasan nya dia meminta Albert menikah nya saat Kelvin kabur di hari pernikahan mereka.


Sebisa mungkin Maria menguasai keadaan nya, dia tidak ingin terbawa emosi yang bisa saja melukai mereka berdua.


"Sejak kapan?"


"Aku tidak tahu, yang pasti aku tidak ingin Om Al bersedih jika harus kehilangan Tante, kalau pun aku yang akan mati, setidak nya aku tidak melihat wajah sedih dari pria yang aku cintai!"


"Apa Tante tahu saat itu aku datang ke rumah sakit, Tante bekum juga sadarkan diri dokter juga menyarankan untuk segera melakukan operasi tapi tidak ada satu pun yang cocok!" ucap Diana dia menarik nafas dalam-dalam sebelum melanjutkan ucapannya.


"Aku melihat dengan mata kepala ku sendiri, om Al menangis sambil mencium tangan Tante, suara tangisnya nya terdengar sangat menyakiti hati ku!"


"Apalagi,,,,,.....!"


"Saat dia berkata bahwa dia akan ikut kemana pun Tante pergi l, dia tidak ingin di pisah kan dengan Tante, kalau sampai Tante tidak terselamatkan dia juga akan menyusul Tante saat itu juga!"


"Aku tidak sanggup Tante, aku tidak sanggup jika harus kehilangan om Al secepatnya ini, aku masih ingin melihat dia bahagia bersama mu!"


"Kamu hidup nya Tante, seandainya pun dia tidak menyusul Tante pasti dia akan hidup dalam kematian!"


"Aku libur memilih mengorbankan nyawa ku sendiri jika itu bisa melihat om Al, suami ku bahagia Tante, jika pun aku yang mati aku masih bisa melihat kalian dari atas sana!"


"Aku masih ingin menemani kalian, meski aku harus bertahan hanya dengan satu ginjal saja!"


**Aku nangis nulis nya 😭😭😭😭

__ADS_1


jangan lupa bunga nya untuk Diana ya akak 🙏🙏🙏**


__ADS_2