
Maria menggelengkan kepalanya saat mendengar Diana yang memanggil suaminya, dia teringat akan dirinya sendiri yang hamil dulu selalu ingin di temani Albert, dan itu juga terjadi pada Diana.
Anak yang di kandung nya itu tidak bisa jauh dari papa nya dan selalu ingin di manjakan, berbeda dengan Agatha yang tidak ingin tidur satu ranjang dengan Geffrey saat dia hamil dulu.
"Tidurlah sayang, Oma ada di sini" ucap Agatha yang kini berbaring di samping putri nya yang sedang mengigau mencari suami nya.
Diana membuka matanya saat merasa usapan lembut di perut nya, dia kembali menangis saat tahu bahwa yang mengusap perut nya itu adalah Mama nya bukan suami nya.
"Ma, Diana rindu suami Diana ma" ucap Diana sambil berlinangan air mata sambil memeluk erat tubuh Mama nya, hati ibu mana yang tidak hancur saat mendengar ucapan putri nya yang tengah mengandung itu merindukan suaminya, yang saat ini sedang asik memadu kasih dengan wanita seusia nya di hotel milik nya sendiri.
Entah apa yang harus di lakukan saat ini, sungguh dia tidak ingin mempertemukan mereka, apa lagi dengan kondisi Diana yang lemah seperti ini.
"Ma, kenapa diam saja"
"Suami mu sedang bekerja nanti biar Maria yang meminta nya untuk datang ke sini"
"Ma aku ingin makan masakan Papa"
"Biar Mama masakan ya kamu mau makan apa"
"Aku mau papa yang masak bukan mama, nasi goreng buatan papa lebih enak dari papa Mama"
"Iya nanti ya sekarang papa sedang meeting dan tidak bisa di ganggu, sekarang kamu tidur lagi saja, nanti Mama bangunkan kalau papa mu sudah sampai"
"Suruh papa pulang sama suami ku juga ma, aku rindu aroma tubuh nya"
"Iya sekarang berhenti menangis dan tidur lah, kalau tidak nanti Mama tidak akan mengizinkan papa dan suamimu ke sini" ancam Agatha yang sudah tidak tahan dengan apa yang di inginkan oleh putrinya itu.
Bukan perkara sulit sebenarnya hanya saja, kondisi yang tidak memungkinkan untuk melakukan itu semua.
sementara Maria yang mendengar apa yang di katakan oleh madu nya itu hanya bisa menangis dalam diam, namun jangan tanyakan lagi deras nya air mata yang keluar dari mata milik nya.
...****************...
Sementara di tempat terpisah Albert yang sedang istirahat di salah satu kamar nya itu, tiba-tiba terbangun saat jantung nya berdetak kencang seakan tengah terjadi sesuatu.
Dan entah kenapa pikiran langsung tertuju pada Diana yang sedang menangis karena merindukan nya, janin yang ada di kandung Diana seakan menjadi pengikat batin kedua orang tua nya yang saat ini sedang berjauhan karena ulah orang-orang yang menginginkan perpisahan kedua orang tua nya.
__ADS_1
Dia duduk menyandar pada kepala ranjang, kepala nya berdenyut hebat saat ini, masalah yang tengah di hadapan memecah belah semua yang ada di hanya berharap masalah ini cepat selesai dan mereka bisa berkumpul seperti semua.
Jika tadi dia mengingat Diana, maka saat ini yang memenuhi isi kepala nya adalah Maria wanita tangguh dengan segala kerendahan hatinya dan memiliki kesabaran yang luar biasa.
Wanita yang paling mengerti akan dirinya di banding diri nya sendiri, kalau saja wanita itu ada di sisinya saat ini pasti sudah mengomelinya dirinya seperti seorang ibu yang memarahi anak nya karena bermain hujan-hujanan.
"Aku merindukan kalian, aku harap kalian baik-baik saja"
"Aku sama sekali tidak percaya dengan foto-foto itu, aku tahu bagaimana kalian dan walau bagaimanapun bejat nya aku kalian tidak akan melakukan sesuatu yang membuat ku marah"
Ceklek
Albert menoleh ke arah pintu di nama seseorang masuk ke dalam sana dengan memakan penutup kepala.
Albert langsung bangkit dari duduknya, menghampiri orang itu, dia cukup heran kenapa orang itu bisa masuk ke area pribadi nya, karena yang bisa mengakses nya hanya orang-orang tertentu saja.
Kini mereka berdua saling berhadapan satu sama lain, Albert menatap tajam pada orang yang di yakini nya adalah seorang pria, dan lagi tatapan mata yang itu dia sangat mengenal nya, tapi apa mungkin dia.
Cukup lama mereka terdiam dan saling menatap satu sama lain, hingga Albert di kejutkan oleh panggilan yang sudah lama tidak dia dengar.
"Pa"
Ucap Albert saat mendengar putra keduanya itu ada di depan nya saat ini, Kelvin kini membuka penutup wajah nya.
"Apa yang kamu lakukan di sini?"
"Pa maafkan Kelvin yang tidak menuruti perintah Papa" jawab Kelvin sambil menundukkan kepalanya.
"Semua sudah terlambat jadi simpan saja kat maaf mu dan keluar dari sini"
"Tapi Pa"
"Pergi, kamu sendiri yang memilih untuk keluar keluarga mu sendiri, dan sekarang seenaknya saja datang di saat kamu di campakkan oleh wanita yang kamu banggakan itu"
"Kamu tahu bagaimana hancur perasaan Mama mu saat aku harus mengganti mu menikahi Diana meski pun aku tidak pernah menyesali nya" bentak Albert pada putranya itu, masalah yang di hadapi nya sudah membuat nya pusing kenapa harus di tambah dengan kedatangan kelvin yang semakin membuat kepalanya ingin meledak.
"Aku ingin bertemu Mama dan minta maaf pada nya" pinta Kelvin yang tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.
__ADS_1
"Aku tidak akan memberikan izin untuk itu, pergi dari sini selagi aku masih menganggap mu darah daging ku"
"Pa, maafkan aku paa, aku akan lakukan apa pun asal papa mau memaafkan aku"
"Pergi dari sini dan jangan pernah temui semua orang yang ada di sini tanpa kecuali"
"Tapi paaa"
"Pergi" bentak Albert lebih kencang lagi.
"Siapa yang sudah berani-beraninya mengizinkan kamu masuk kesini" ucap Albert yang membelakangi Kelvin yang masih belum beranjak dari tempat nya.
"Aku yang membawa nya kemari"
"Kau" tunjuk nya pada Geffrey yang sejak tadi mendengar kan apa yang terjadi di antara ayah dan anak itu.
"Lancang sekali kau Grey, kau tahu aku tidak ingin melihatnya lagi"
"Tapi dia punya informasi tentang keadaan Agatha dan kedua istrimu"
"Aku tidak peduli"
"Tapi aku yang peduli, karena ini menyangkut tentang keselamatan putri kandung ku dan juga cucu ku"
Cucu.
Apa maksud nya.
Cucu Geffrey apa itu artinya Diana sedang hamil anak nya, buah cintanya dengan wanita yang menjadi istri kedua nya yang memiliki cinta seluas istri pertama nya.
"Ayo Boy kita pergi saja, salah ternyata aku membawa mu ke sini, kita langsung saja ke kantor ku"
Brak.
Geffrey menyunggingkan senyuman saat melihat pintu kamar presiden suite itu tertutup sendiri tanpa pada yang menutup nya.
"Katakan dengan jelas, apa Diana benar-benar mengandung anak ku"
__ADS_1
Dug.