
Geffrey telah sampai di Butik milik putri nya itu, dia pun langsung masuk ke dalam menuju ruang kerja nya.
Semua karyawan menunduk saat berpapasan dengan Tuan besar mereka, siapa yang tidak mengenal Geffrey Frazer pria dengan sejak muda telah bergelut di dunia bisnis itu kini telah menjadi orang yang sangat di segani banyak orang.
Geffrey sudah berada di depan pintu, namun dia tidak langsung masuk di cukup heran karena tidak mendapati Asisten anak nya itu ada di depan sana, tapi netra nya melihat seseorang berjalan mendekat ke arah nya.
"Tuan kenapa anda tidak langsung masuk saja?" tanya Jennie yang kini berdiri di samping Tuan Besar nya.
"Apa itu Jen?" ucapnya tanpa menjawab pertanyaan dari Jennie.
"Ah ini tuan saya ingin memberikan ini pada Nona Diana!" jawabannya sambil mengangkat tangan nya yang memegang paper bag.
"Aku tahu, tapi yang aku tanyakan di dalam nya itu apa?, sini berikan saja pada ku, kau kembalilah bekerja, tidak biasa nya kau Lola seperti itu Jen, kalau kau lelah ambil lah cuti jangan lupa tubuh mu juga butuh istirahat!" ucap nya lalu masuk ke dalam meninggalkan Jennie yang masih berdiri di balik pintu.
"Tidak bisa kah kau masuk dengan mengetuk pintu terlebih dahulu Jen, aku sungguh tidak suka pada orang yang tidak punya aturan dan sopan santun!" sembur Diana dengan tangan yang mencorat-coret kertas putih yang menjadi media nya untuk membuat sketsa gaun pengantin yang di pesan salah satu pelanggan nya.
"Maafkan saya Nona, saya janji tidak akan mengulangi nya lagi" jawab Geffrey sambil menunduk kepala seakan dia adalah seorang karyawan yang sedang di marahi oleh atasan nya.
Diana yang mengenali suara itu pun mendongak dan langsung berdiri dari tempat duduknya berjalan ke arah pria yang tengah tertunduk itu.
"Papa"
"Saya Nona?"
"Aaahhh, Papa jangan seperti itu aku tidak tau kalau yang masuk tadi adalah papa!" kata Diana langsung masuk kedalam pelukan Papa nya itu.
"Bagaimana hari mu sayang?" tanyanya penuh perhatian.
"Sangat baik, apa lagi aku di jemput oelh pangeran tampan, ha-ha-ha"
"Kau ini, apa pekerjaan mu sudah selesai sayang?"
"Belum tapi biarlah besok saja, lagian jam kerja sudah habis, aku bisa melanjutkan nya nanti di rumah kalau mau...!"
"Ya sudah sana kemasi barang-barang mu kita pergi ke restoran sekarang!"
"Siap komandan" jawabnya sambil memberikan hormat pada Papanya sama seperti saat upacara bendera.
"Mama ke sana sama siapa Pa?"
"Sama Om Albert dan Tante Maria!" Astaga. dia lupa, bagaimana ini.
__ADS_1
"Kenapa pa? ada masalah!" tanya Diana saat melihat Papa nya itu tiba-tiba panik.
"Aku lupa tidak berpamitan pada mama mu bisa-bisa nanti papa tidur di luar"
Tut
Tuut
Tuuuuttt
Sementara itu..
"kenapa tidak kamu angkat Tha?", tanya Maria yang duduk di sebelah Agatha yang tengah menahan kesal nya pada suaminya itu.
Bisa-bisanya Geffrey meninggalkan dirinya begitu saja tanpa pamit sungguh dia jengkel dan kesal setengah mati.
" Biarkan saja dia, ini sudah hampir satu jam dan dia baru saja mengingat ku" dengus Agatha.
Tak lama kemudian ponselnya kembali berdering dan id pemanggil nya masih sama dengan orang yang membuat marah.
"Apa?"
Kebersamaan yang terjalin sejak kecil itu pun menumbuhkan benih-benih cinta di antara mereka berempat, dan keinginan mereka untuk melanjutkan ke jenjang pernikahan pun di restui oleh keluarga mereka masing-masing.
Dreettt
Dreett....
Albert mengangkat ponsel nya menunjukkan ke arah Agatha yang duduk di kursi belakang bersama istri tercinta nya.
"Tha, Geffrey telfon nie aku angkat atau bagaimana ?" tanya nya yang tak ingin mendapatkan semburan panas dari sahabat nya itu.
"Terserah kau saja, tapi jangan bilang kalau aku bersama kalian,!" titah nya.
"Hallo Grey, aku masih di jalan ada apa kau menelpon ku?" tanya Albert yang tengah menahan tawa nya.
"Agatha bersama mu kah, aku telfon dia tapi tidak di angkat?"
"Tadi dia menyusul mu saat kamu berjalan keluar kafe"
"Apa, tapi dia tidak bersama ku Al!"
__ADS_1
"Lalu kemana dia, aku tadi menyusul nya tadi dia tidak ada di sana, saat itu aku juga melihat mobil mu lewat di depan ku jadi ku pikir dia pergi bersama mu!" jawab Albert dengan begitu yakin.
"Maria di sana?" tanya Geffrey dengan wajah panik nya.
"Ini ada di samping ku!"
"Berikan ponsel mu pada istri mu aku ingin berbicara dengan nya" pinta Geffrey.
Albert pun menurut apa yang di inginkan oleh teman nya itu lalu menyodorkan ponsel nya pada Maria yang duduk di belakang nya.
"Grey mau bicara sama kamu ma!" kata nya sambil mengerling jahil.
"Hallo Grey, bagaimana?"
"Ria kamu tahu kemana perginya istriku!"
"Mana aku tahu, tadi dia pergi menyusul mu, atau jangan-jangan---!"
Agatha mendelik ke arah sahabat itu dia merasakan firasat buruk saat melihat senyum yang tersungging di bibirnya sahabat nya itu.
"Jangan-jangan apa Ria, kamu jangan buat aku malah pusing dan bingung"
"Mungkin saja dia mencari suami baru, karena suami lamanya sudah melupakan nya, Ha-ha-ha!"
"Sialan kau Ria bukan nya membantuku, kau malah membuat ku bertambah pusing" sebal nya lalu menutup panggilan telepon.
Diana mendekati Papa nya yang terlihat cemas sekaligus marah, apa yang akan dia katakan nanti saat dia tanpa sengaja meninggalkan istri nya begitu saja.
"Papa kenapa?" tanya Diana.
"Mama mu, dia pergi entah kemana tadi papa tidak sengaja meninggalkan nya di kafe,"
"Kok bisa begitu pa?"
"Entah lah sayang, dari tadi papa hubungi Mama mu dia tidak mau menjawab panggilan Papa!" jawab Geffrey sambil menempelkan ponsel nya di telinganya.
Diana berjalan ke arah meja, mengambil tas dan juga ponsel pintar nya, lalu berjalan kembali ke arah papa nya lalu menyodorkan ponsel nya pada papa nya itu, pasal nya tadi dia mendapatkan kiriman foto dari nomor Mama nya dan Mamanya itu bilang kalau dia sedang menuju ke restoran bersama dua sahabatnya nya itu.
Geffrey menerima ponsel milik putri nya, mata nya membulat, nafas nya juga memburu merasakan emosi yang mengalir di setiap nadi nya, bisa-bisa mereka bertiga ber-selfie ria saat dirinya tengah mencemaskan salah satu di antara mereka, dan bahkan dengan kompak nya mereka membohonginya.
"Awas saja kalian"
__ADS_1