Aku Madu Sahabat Mama

Aku Madu Sahabat Mama
Istri apa?


__ADS_3

Diana yang sudah menyelesaikan mandi nya langsung pun keluar dari kamar mandi, dia menatap sekeliling ruangan itu, mencari sosok yang tadi pagi telah resmi menjadi suaminya itu.


Tapi apa yang dia dapatkan, suami nya itu tidak ada di sana, rasa sesak kembali menjalar memenuhi rongga dadanya, dia mereka tidak di butuhkan sebagai seorang istri di sini.


Tanpa terasa air mata nya jatuh di pipi nya, sakit sekali, dia ditinggalkan oleh suaminya di malam pengantin mereka, suaminya itu lebih memilih untuk tetap bersama istri pertama nya.


Kenapa,


Kenapa tidak ada cela sedikit pun untuk nya bisa masuk ke dalam hati suaminya itu, tidak bisa kah suami nya itu melihat ke arah nya, tidak kah pria yang telah resmi menjadi suaminya itu merasakan cinta nya.


Dia terjatuh di sana, dia menangis sambil memegangi dada nya, kalau saja dia tahu akan sesakit ini di abaikan mungkin dia akan lebih memilih membatalkan pernikahan nya saja.


Kenapa? kenapa dia yang harus berkorban, kenapa dia harus salah mencintai, dia hanya ingin di anggap tidak akan meminta untuk di jadikan ratu, dia hanya ingin menjadi selir dalam rumah tangga yang baru saja mereka rangkai.


Cukup lama dia terduduk di lantai, dengan sendirinya dia bangkit, senyum nelangsa terpatri di bibir indah nya itu seraya bergumam,,,


'Aku yang menginginkan pernikahan ini, jadi biarkan aku jalani semua ini sekuat ku, aku hanya ingin memastikan kebahagiaan nya saja, cukup bagiku menjadi istri di atas kertas saja, aku sungguh bahagia'


Diana menekadkan dirinya untuk tidak merasakan sakit hati, yang ada di pikiran kini dia sudah bisa menjadi istri dari pria pujaan itu sudah cukup membahagiakan untuk nya.


Sejak dulu keinginan hanya ingin menjadi 'ISTRI KEDUA ALBERT'.


Dan kini semua itu sudah terwujud bukan, lalu apa lagi yang dia ingin kan saat ini, kalau saja sekarang di sudah bisa mendapatkan gelar meski hanya 'Istri di atas kertas' tidak menutup kemungkinan dia juga bisa menjadi istri di atas ranjang bagi suaminya itu.


Semua hanya butuh proses dan akan indah pada waktunya, mungkin ini terdengar sangat gila tapi bukan kah cinta itu memang gila, dia tidak merebut suami orang begitu saja, dia bahkan secara terbuka meminta izin.


Bagi sebagian orang apa yang di lakukan Diana memang di luar nalar, atau mungkin hanya obsesi semata namun nyatanya cinta yang di miliki Diana tidak bisa di tukar dengan apapun di dunia ini.


Setelah cukup tenang Diana duduk di sofa yang tadi di duduki oleh Albert, di menghirup aroma yang di tinggalkan oleh suaminya dia merebahkan tubuhnya di sana.


aroma yang menguar di indera penciuman hingga membuat rasa kantuknya tiba-tiba menguasai nya dan mengantarkan nya memasuki alam mimpi.


...****************...

__ADS_1


Sepeninggal Arga, Albert langsung masuk kedalam kamar nya menuju tempat di mana istri nya tengah terlelap, namun lagi-lagi jantung nya di buat memompa darah begitu cepat saat tidak mendapati istrinya di sana.


Dia kembali seperti orang yang kesetanan saat ini, keman lagi pergi nya istrinya itu kalau pun keluar dia pasti tahu, sejak tadi bis Dudu di sofa yang mengarah ke pintu keluar.


Saat dirinya tengah kebingungan, di berjalan ke balkon kamar mereka, mungkin saja istrinya itu ada di sana namun langkah nya terhenti saat dia menangkap suara gemericik air dari kamar mandinya.


Tanpa mau menunggu lagi dia langsung membuka pintu yang ternyata tidak di kunci,


Ceklek


"Aaahhh"


Teriak Maria yang kaget saat ada orang yang membuka pintu kamar mandi nya.


"Kenapa tidak menungguku?"


"Aku hanya ingin mandi, badan ku lelah sekali!" jawab nya sambil memunggungi suami yang sedang menatap lapar ke arah nya.


Dia berjalan ke bawah shower tempat istrinya itu tengah membersihkan dirinya.


"Aaaahhhh,,,,,,eeemmmmpphh"


"Berani sekali menggoda ku setelah membuat ku kalang kabut mencari mu!" ucapnya setelah melepaskan lumatannya, dengan tangan yang tengah memainkan puncak bukit barisan itu.


"Aaahhh.....Sudah....Akuuuu, aaahhh"


"Lelah"


"Tidak akan aku biarkan kamu tidur malam ini, inilah akibat nya jika kamu punya pikiran untuk meninggalkan aku"


"Aaahhh.....Sssttt....Aaahhh"


Albert terus saja melancarkan aksinya dia terus saja merangsang wanita nya itu, salah satu tangan nya sudah memasuki kedalaman yang terlalu sayang untuk di lewat kan.

__ADS_1


sampai teriakan Maria kembali melengking saat cairan putih nya mengalir di tanah kanan Albert yang tengah bermain di sana.


Albert yang tahu istri sudah mendapatkan puncak jaya nya, langsung membalikkan tubuh istrinya lalu dia sandarkan di tembok kamar mandi tersebut.


Dengan Begitu ganas nya Albert langsung mencari sumber mata air yang tidak pernah kering itu, tidak peduli musim hujan atau pun kemarau panjang, sumber mata air yang kini telah resmi kembali menjadi hal paten milih nya itu akan tetap mengeluarkan Air nya.


Maria tidak bisa berbuat apapun di sana dia hanya mendesah nikmat saat tangan dan lidaaaaah milik suaminya itu mengerjai nya, dia merasa tidak akan selamat setelah ini.


Entahlah apa jadi nya tubuh nya itu jika sang pemilik sudah menyerang nya habis-habisan, puas dengan kegiatan dengan sumber mata air, Albert turun menelusuri sungai yang bermuara pada lembah dalam yang di apit oleh dua gunung dengan satu benjolan kecil di sana.


wajah tampan itu telah sampai pada tempat yang dia susuri sejak tadi, harus khas pegunungan itu menyambut nya, sekilas dia mendongak menatap wajah wanita yang kini sedang di Landa gairah yang begitu menggebu.


Dengan senyum mengejek nya dia menyempatkan diri menggoda wanita yang sudah terbaik oleh hasrat nya sendiri.


"Kenapa wajah mu memerah sayang?" tanya nya dengan rasa tidak bersalah nya itu, dan Maria yang mendapatkan pertanyaan seperti itu pun tanpa basa-basi langsung menarik rambut dan mengarahkan wajah nya pada lembah milik nya itu.


"Hey, kamu mau apa?"


"Dasar menyebalkan!" ucap Maria sambil melepaskan tangannya dari rambut Albert.


Maria pun menjadi hilang nafsu saat di goda oleh suaminya itu, dan ingin menurunkan kaki yang kini ada di pundak Albert.


Namun lagi-lagi Albert tidak akan membiarkan itu terjadi, dia langsung menyerang benda kecil yang menjadi titik dari semua syaraf yang membangkitkan kembali gairah istri itu.


"Aaaahh....Sssttt...hent---...Ahhhh"


"Hen.,..Aaaahhh....tiiiii...kaaannn"


"Aaaahhh....!"


Sampai di mana Maria kembali mendapatkan puncak nya dan saat itu pula Lancau milik suaminya itu kembali mengobrak-abrik kedalaman nya.


"Aaaahhhh"

__ADS_1


__ADS_2