Aku Madu Sahabat Mama

Aku Madu Sahabat Mama
babak belur


__ADS_3

"Maria yang ingin makan masakan Geffrey, dan aku hanya menggodanya saja mengatakan bahwa mungkin istri ku hamil, tapi suami mu itu malah salah faham!"


"Aku bahkan belum pernah menyentuh putri mu!"


Bruk


Aaahhh


"Rasakan dasar mantu gak tahu diri, kalau tahu ini hanya ulah iseng mu, aku tidak akan membela mu di depan suami ku sendiri,"


"Dasar gila!"


Buk.


"Sakit Tha, kamu memukul ku bagaimana kalau aku tidak tampan lagi"


Agatha menghempaskan tubuhnya di sofa yang berseberangan dengan Albert dia menatap kesal pada sahabat nya itu.


Sedangkan Albert dia mengompres sendiri luka di wajah nya, sambil terus meringis karena perih.


"Dimana kedua istri mu?" tanya Agatha setelah Albert selesai dengan kegiatannya mengompres wajah nya.


"Dia di kamar tidur mungkin, kalau dia di kamar sana dia sedang tidur, tapi aku membawanya pulang dari butik!"


Ucap Albert dengan tangan yang menunjukkan secara bergantian ke arah dua pintu ada di sana, Albert pun melanjutkan ucapannya saat melihat wajah tak bersahabat dari Agatha.


"Aku tidak melakukan apapun pada Diana, dia tidur sejak berada di butik dan aku membawa nya pulang itu saja!"


"Setelah nya kamu tebak sendiri aku masih ngantuk!"


bruuk


"Astaga Al, mandi dulu sama!"


Ucapan yang keluar dari mulut Agatha hanya lah angin bagi Albert yang kembali tertidur, dia kembali menyelami alam mimpi nya, meski waktu sudah hampir waktunya makan malam.


Agatha berlalu dari sana menuju kamar tempat putri.


ceklek.


Pintu itu kini terbuka lebar untuk Agatha yang ingin masuk ke dalam, sedangkan Diana dia tidak terbangun sama sekali, di mungkin tengah bersama suami itu menyelami alam yang sama.


Agatha duduk di samping putri nya itu sambil mengelus rambut dan mengecup kening nya, dia pun keluar lagi dari sana, dia tidak ingin mengganggu tidur putri nya itu.


Kini dia berniat untuk membuka kamar yang di tempati oleh sahabatnya itu, tapi rupanya sia-sia saja, sahabat nya itu mengunci pintu kamar nya.

__ADS_1


Agatha menghelakan nafas nya, dia tidak habis pikir dengan apa yang terjadi saat ini, putri nya menjadi istri kedua sahabat nya sendiri itu hal yang tidak pernah dia bayangkan sebelumnya.


Tapi dia bisa apa kalau semesta yang sudah berkehendak, maka yang tidak mungkin akan menjadi mungkin bukan.


tak mau memikirkan semua itu, Agatha memilih masuk kedalam kamar pribadinya, dia letakan tas, anting, jam tangan semua di atas meja.


Dia mengambil ponselnya, dia harus menjelaskan pada suaminya yang salah paham hingga membuat nya menghajar Albert, meski dia kesal pada suaminya itu yang main hakim sendiri tanpa bertanya kebenaran nya.


Tut


Tut


Panggil pertama dan kedua terus di abaikan oleh Geffrey yang kini sudah berada di kantor milik nya menyelesaikan pekerjaan yang tadi sempat tertunda.


Puluhan pesan yang di kirim Agatha pun tidak kunjung terbalas kan.


Hingga panggilan ketiga Geffrey menerima panggilan tersebut yang langsung di cecar banyak kata oleh istrinya itu.


"Pa kami di mana?


" Kamu kenapa tidak mengangkat panggilan dari ku!"


"Apa sebegitu tidak mau nya mendengar kan aku?"


"Apa ku sekarang sedang bersama wanita lain!"


"Sampai kapan pun aku tidak akan mau di madu!"


Geffrey memijat pangkal hidung nya, dia bukan tidak mau menjawab tapi kalah cepat dengan rentetan pertanyaan istrinya itu.


"Pa kami tidak mendengar apa yang aku katakan?"


Geffrey mengeratkan rahang dia ingin sekali memukuli Albert kembali saat ini, dia lah biang dari segala tuduhan tidak bermutu dari istri nya itu.


Apa lagi saat mendengar suara istrinya yang seperti menahan tangisnya.


Tanpa berkata apapun Geffrey langsung mengubah mode panggilan suara menjadi video agar istrinya itu tahu apa yang dia lakukan dan di mana dia saat ini.


Tak butuh waktu lama Agatha langsung menerima permintaan dari suaminya itu, dan yang terlihat di layar ponsel nya adalah tumpukan berkas yang harus di tanda tangani oleh Geffrey.


"Kamu di kantor pa?"


Geffrey hanya melirik tanpa berniat menjawab pertanyaan istrinya itu, sudah tahu dia ada di mana masih saja bertanya memang sangat susah mengerti tentang wanita.


Dan menurut nya Albert adalah manusia dengan spesies langkah yang bisa menghadapi dia wanita sekaligus.

__ADS_1


"Kamu dengan siapa di sana pa?"


"Mau apa, aku sibuk jadi jangan ganggu aku!"


"iiihhhh, kamu itu ini sudah malam kenapa tidak pulang saja!"


"Aku akan pulang larut, jangan menunggu ku!"


"Baik lah, aku cuman mau berpesan dua hal, Albert bilang tadi bahwa dia tidak menghamili Diana dan kamu salah paham, Maria ingin makan masakan mu dan Albert yang gila itu mengatakan pada mu bahwa salah satu istri nya hamil, jadi dia tidak salah di sini jadi kamu harus minta maaf pada nya"


"Tidak"


"Suruh dia yang minta maaf!"


"Terserah mu saja, dan yang terakhir kalau pulang larut nanti jangan cari istri mu lagi, aku ingin pergi juga, buat apa aku ada di rumah kalau suamiku saja lebih mementingkan pekerjaan nya dari pada istrinya!"


Tut


Tut


"Sial, aku tidak akan mengampuni Albert Hamilton!"


Tanpa membuang waktu lagi Geffrey kembali lagi ke rumah nya meninggalkan tumpukan pekerjaan nya itu, ah dia berpikir sejenak sebelum keluar dari ruang kerjanya.


Dia yang terlihat dingin dan tak tersentuh oleh orang lain, akan berubah seratus delapan puluh derajat jika berhadapan dengan orang terdekat nya.


Ting.


Geffrey menyeringai lebar dia punya ide yang bagus untuk membalas menantu lucknut nya, setelah semua di rasa beres, dia segera pulang kerumahnya.


Sampai di rumah ternyata keadaan nya masih sama, belum terlihat aktivitas makan malam di sana, dia membuka tudung saji yang ada di meja makan.


Berbagai macam jenis makanan ada di sana, dia menutup nya kembali dan segera naik ke kamar nya, mencari wanita yang membuatnya kelimpungan.


Dia masuk ke dalam kamar dan di sambut wajah tak cemberut istrinya itu, tanpa aba-aba dia langsung ******* bibir istrinya itu.


Sedangkan Agatha yang mendapatkan serangan dadakan itu pun berusaha mengimbangi permainan lidah suami biaya nya.


"Kenapa kamu cerewet sekali hari ini, apa baterai mu habis dan perlu di isi?"


"Apa yang kamu katakan, cepat mandi dan masak sana!"


"Banyak makanan di bawah aku rasa Maria tidak akan lagi merengek minta aku masak lagi, dia pasti akan menangis suami nya itu!"


"Kamu memang keterlaluan, suka sekali kekerasan!"

__ADS_1


"Bukan kah kamu memang Suak yang keras-keras Sayang!"


Eemmpphh


__ADS_2